List of feeds URL

Yannick Bolasie Dan Jason Puncheon: Sepasang Sayap Sang Elang

Author: Aun Rahman (twitter: @aunrrahman)

 

2 Januari 2015, Alan Pardew resmi menangani klub asal London Selatan, Crystal Palace. Pardew yang sudah menangani Newcastle United selama 4 musim sejak 9 Desember 2010, dipersilahkan ketua klub Mike Ashley untuk hengkang menyusul menurunnya performa The Magpies, julukan Newcastle dalam beberapa pertandingan terakhir. Crystal Palace membayar paket kompensasi kontrak Pardew kepada Newcastle sebesar 3,5 juta pounds.

Dua hari kemudian di laga perdananya sebagai manajer tim yang dirinya bawa ke final Piala FA tahun 1990 ketika masih aktif bermain , Pardew membawa Palace menghajar Dover Athletic 4-0 di babak ketiga Piala FA. Debutnya di Liga Inggris diwarnai dengan kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur. Dalam lima pertandingan pertamanya Pardew berhasil membawa empat kemenangan dan hanya satu kali kalah, yaitu ketika ditaklukan Everton 0-1 di kandang sendiri pada 31 Januari 2013.

Terhitung hingga saat ini rekor kemenangan Pardew di Crystal Palace mencatatkan angka yang mengesankan bahkan lebih baik dibanding persentase kemenangan dirinya ketika menangani klub klub lain. Sejak awal tahun hingga bulan ini Pardew telah memainkan total 20 laga dimana 11 diantaranya berbuah kemenangan sekali imbang dan delapan kali menderita kekalahan, atau dengan kata lain Pardew mencatatkan rekor kemenangan sebesar 55% yang diantaranya berhasil ia torehkan dengan menumbangkan tim kuat Manchester City serta mengalahkan Liverpool di pertandingan terakhir Steven Gerarrd di Anfield.

Pelatih yang mendatangkan Carlos Tevez dan Javier Mascherano ke Eropa ketika masih menangani West Ham United, berhasil membawa Palace stabil di papan tengah, bahkan sempat menang empat kali beruntun, mulai dari pekan ke 29 hingga ke 32, padahal saat masih ditangani Tony pulis, bahkan hingga boxing day Palace berada di peringkat 18.

Terkait:  Taktik Timnas U19 Gagal Menembus Two Banks Of Four Lebanon

Sayap Sang Elang : Yannick Bolasie & Jason Puncheon

Selain kecerdasan Pardew yang memang terkenal bisa menyulap tim medioker menjadi tim yang tangguh, faktor lain yang membuat The Eagles, Julukan Palace bisa terbang tinggi ke papan tengah adalah performa dari dua pemain sayap mereka, Yannick ‘Yalo’ Bolasie dan Jason Puncheon.

Bolasie dan Puncheon yang beroperasi di sisi lebar lapangan menjadi senjata mematikan tim yang bermarkas di Selhurst Park ini. Total hingga saat ini keduanya telah mencetak 10 gol dan 13 assist sepanjang Liga Inggris musim ini.

Yalo Bolasie yang didatangkan The Eagles dari Bristol City pada 2012 tanpa disangka menunjukan performa menakjubkan musim ini, kecepatan menjadi senjata utamanya. Di masa kepemimpinan Iam Holloway maupun Tony Pulis, Bolasie bukanlah pilihan utama. Akan tetapi dibawah asuhan Pardew Bolasie seakan lahir kembali bahkan menjadi kunci permainan tim yang memang lebih sering mengandalkan serangan balik.

Pertandingan terbaik Bolasie dibawah Pardew musim ini adalah ketika dirinya mencetak hat-trick tercepat di Liga Inggris musim ini (sebelum dipatahkan Sadio Mane yang bahkan menjadi rekor Hat-Trick tercepat dalam sejarah Liga Inggris) dalam waktu 11 menit ketika menghajar Sunderland di kandanganya sendiri 1-4 pada 11 April 2015. Dengan kecepatan dan driblenya yang luar biasa, Bolasie disebut sebut sebagai Cristiano Ronaldo dari Afrika.

Sementara Jason Puncheon yang di klub lamanya, Southampton bahkan tidak disukai oleh para pendukung karena dianggap terlalu malas. Dibawah arah Pardew seakan mendapatkan kembali semangat bermain seperti yang ditunjukannya di musim perdananya bersama tim asal Hampshire sebelum akhirnya dilego ke London Selatan.

Puncheon musim ini terkenal akan tendangan bebasnya yang mematikan. Bahkan penjaga gawang tim terbaik Liga Inggris musim ini David De Gea, berhasil dibobol oleh Puncheon melalui tendangan bebasnya. Belum lagi tiga dari tujuh assist yang dia ciptakan berasal dari tendangan bebasnya.

Terkait:  Bournemouth 0 - Liverpool 4: Kemenangan Yang Terlalu Mudah Untuk The Reds

Bolasie dan Puncheon membuat Wilfried Zaha dan Dwight Gayle harus tergusur ke bangku cadangan. Padahal keduanya merupakan langganan di posisi sayap dibawah rezim manajer manajer sebelum Pardew. Kemampuan Bolasie dan Puncheon dianggap lebih sesuai dengan skema permainan tim. Menghadapi musim depan yang pastinya akan berbeda dengan musim ini, kemampuan Bolasie dan Puncheon sangat dibutuhkan oleh mantan klub Andy Johnson ini.

Akan tetapi dengan performa yang menakjubkan dari keduanya bisa jadi akan datang tawaran yang berasal dari klub-klub yang lebih besar. Puncheon kemungkinannya memang lebih sedikit mengingat dirinya sudah memasuki usia 29 tahun, akan tetapi Bolasie yang masih berusia 25 tahun pastinya akan menjadi daya tarik bagi klub klub besar, sejauh ini Manchester City disebut sebut berminat mengamankan jasa pemain asal Republik Demokratik Kongo tersebut.

Bila hal tersebut terjadi, Mampukah The Eagles mempertahankan sayap-sayap yang mampu membuat mereka terbang tinggi?

 

Oleh: Aun Rahman & Denyar Pradata / @aunrrahman & @denyarpe

Apa Pendapatmu?