List of feeds URL

Tips Lebih Mudah Menebak Peraih Sepatu Emas World Cup

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Gelar top scorer atau sering disebut Golden Shoe, adalah gelar yang cukup prestisius di setiap edisi Piala Dunia, karena memang cukup sulit untuk dimenangkan. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum sang pemain bisa merengkuh gelar ini. Siapa saja yang berpeluang mendapatkannya di Brazil 2014?


Dari sejak pertama digelar di tahun 1930, Piala Dunia memiliki pentas yang terpisah dari kompetisi level klub. Sehebat apapun performa pemain di klub sebelumnya, tidak ada yang menjamin mereka akan tetap bagus di event empat tahunan tersebut. Situasi yang berbeda ini juga mempengaruhi kesuburan para penyerang dalam kontes untuk menjadi yang terbanyak mencetak gol.

Begitu sulitnya bermain cemerlang di Piala Dunia, dua pemain penguasa gelar pemain terbaik dunia enam musim terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, keduanya belum pernah mencicipi gelar yang sekarang bernama resmi Adidas Golden Shoe ini. Padahal dua pemain asal Argentina dan Portugal tersebut terus saling tikung untuk membuat rekor gol di tiap musim di klub masing-masing. Sampai saat ini, dua edisi Piala Dunia sudah mereka rasakan. Mereka akan mencoba lagi di Brazil 2014, namun seperti sebelumnya, tidak ada jaminan mereka akan meraihnya.

Masalah paling besar bagi para barisan depan tiap tim di Piala Dunia adalah hanya tiga laga yang dimainkan di fase grup, sebelum masuk fase knockout yang hanya satu leg. Tekanan yang lebih ringan karena memakai sistem poin di fase grup, membuat semua tim lebih berani bermain terbuka. Hal ini berbeda dengan bermain fase knockout, dimana setiap kekalahan berarti tersingkir. Jadi hanya tiga game awal yang bisa dipakai para penyerang ini untuk tancap gas menabung pundi-pundi gol sebanyak mungkin, sebelum lawan mereka mulai berpikir bermain aman dengan parkir bus di fase knockout.

Terkait:  Preview Italia vs Inggris: Semua Tergantung Roy Hodgson

Tapi performa gemilang di fase grup hanya sebagai modal awal saja, karena ternyata belum cukup menjamin pemain menjadi top scorer. Tercatat hanya sekali terjadi, pemain yang timnya hanya sampai fase grup dan dia berhasil menjadi pemenang sepatu emas. Striker asal Rusia, Oleg Salenko, berhasil meraihnya di World Cup 1994 tanpa membawa negaranya lolos grup. Yang membantu Salenko meraih gelar ini adalah lima gol yang dibuatnya ketika melawan Kamerun. Secara total dia membuat enam gol, yang akhirnya disamai oleh Hristo Stoichkov, setelah membawa Bulgaria ke semifinal. Mereka berdua akhirnya dianugrahi gelar yang sama.

Peluang terbesar untuk pemain agar meraih Golden Shoe adalah dengan membuat negaranya mendapat kesempatan bermain sebanyak mungkin. Jika dihitung dari jatah game yang didapat, tiap tim tidak perlu harus masuk final untuk bisa bermain dengan jumlah game paling banyak, karena tim yang tersingkir pun mendapat jatah laga perebutan tempat ketiga. Jadi setiap tim yang masuk ke semifinal, dipastikan mendapat minute play paling banyak.

Sampai saat ini hanya tercatat sekali peraih sepatu emas berasal dari pemain yang negaranya tidak lolos ke semifinal dari 19 edisi Piala Dunia. Selain itu ada dua edisi yang gelar harus dibagi antara pemain yang negaranya ke semifinal dan tidak.

Lanjut halaman: 1 2

Apa Pendapatmu?