List of feeds URL

Spanyol 1 vs 5 Belanda: Back Three Ala Van Gaal Menghancurkan Tim Matador

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Duel antara dua pihak yang sama memaksakan high defensive line, menghadirkan pertarungan lebih banyak berkutat di area tengah yang sesak oleh 20 pemain. Keduanya pun hanya mempunyai satu jalan keluar untuk mencetak gol, mengeksploitasi ruang luas yang ada di masing-masing bek lawan.

Man-marking Dan Tak Terorganisirnya Belanda

Karena Van Gaal memutuskan untuk melakukan pressing sampai dengan bola di dua bek tengah Spanyol, maka Belanda harus mencari solusi di tengah, karena Spanyol akan selalu unggul satu pemain di area itu, jika Van Gaal ingin tetap unggul satu pemain di belakang sebagai spare-man. Tapi pendekatan yang dilakukan gagal mendapatkan satu spare-man di belakang dan justru membuat backline jauh dari terorganisir.

Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut memutuskan untuk melakukan man-marking ke beberapa pemain Spanyol. Poros utama penjagaan per-orang dimulai dari Nigel De Jong yang melakukan pengawalan ke Xavi. Sepertinya Van Gaal memilih Xavi karena memang dia adalah poros utama dari movement pemain lain dan juga tumpuan utama ball possession Spanyol.

Sedangkan Wesley Sneijder dan Jonathan De Guzman selalu coba dekat dengan Alonso dan Busquets. Mereka tidak melakukan man-marking, namun melakukan pressing bergantian ke posisi pemain yang terdekat. Di flank, wingback Belanda secara natural akan mengawal dua fullback Spanyol.

Situasi di tengah dan depan ternyata mengasilkan situasi 3 vs 3 di belakang. Trio bek De Vrij, Vlaar dan Bruno Martins Indi harus menghadapi Andres Iniesta, Silva dan Costa. Mereka terpaksa melakukan man-marking untuk mencegah tiga pemain depan Spanyol ini menerima bola dalam posisi menghadap gawang, yang tentunya akan membuat pertahanan labil karena mereka mengambil posisi jauh dari kotak penalti.

Terkait:  Arsenal 1 - 0 Tottenham: Wenger Bisa Membuat Arsenal Main Beda Dan Menang

Masalah muncul jika Silva atau Iniesta bergerak turun. Karena dua Stopper Belanda juga melakukan tracking mengikuti dengan bergerak naik, yang akhirnya backline Belanda langsung berlubang. Vlaar menghadapi masalah serius, antara tetap menempel Costa atau kembali berperan menjadi libero. Jika Costa bergerak ke area terbuka yang ditinggalkan, Vlaar tidak bisa mengikuti terlalu jauh, karena tengah juga akan ikut berlubang.

Jadinya Spanyol terlihat sangat berbahaya dengan dengan berulang kali Costa atau Silva menerima umpan dalam posisi tak terkawal. Tiga bek Belanda pun tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa hanya bisa menghadapi dengan vital tackle di dalam kotak penalti. Puncak dari situasi ini, ketika De Vrij harus menjatuhkan Costa dan berbuah penalti.

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?