List of feeds URL

Spanyol 0 vs 2 Chile: Perubahan Setengah Hati Spanyol Rontok Oleh Smart Pressing Chile

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Sang juara bertahan akhirnya menyerah dan harus angkat koper lebih awal setelah kalah di dua laga awal. Spanyol kalah dua gol dari Chile tanpa bisa menjaringkan satu gol pun ke gawang lawan. Dari awal sampai akhir, Jorge Sampaoli melakukan pendekatan yang tepat dan Vicente Del Bosque sebaliknya.

Pertandingan berjalan cepat dari awal sebagai efek dua tim yang memakai high up pressing. Chile sempat menghentak di awal dengan mempunyai dua peluang serius. Tapi seperti laga melawan Australia sebelumnya, Chile kesulitan menjaga ritme dalam jangka waktu lama dan Spanyol mulai mengambil alih permainan.

Walaupun begitu, Chile sangat beruntung karena La Furia Roja melakukan dua kesalahan dan mereka berhasil mengkonversinya menjadi gol. Setelahnya, Spanyol berusaha mengejar ketingalan, namun peluang yang didapat tidak cukup banyak dan cukup telak untuk menjadi gol.

Dua gol yang dikemas Chile berhasil membawa kemenangan untuk mereka, namun keberhasilan tersebut lebih ditentukan skor kosong yang didapat Spanyol. Kecerdikan Sampaoli berhasil membuat sang lawan tetap tanpa gol, walaupun nenguasai 3/4 jalannya laga.

spain-chile

Pendekatan Kedua Tim

Tekanan yang cukup besar ditanggung oleh Del Bosque sebelum laga berlangsung. Dia menganggap filosofi main timnya yang menyebabkan kekalahan atas Belanda. Pelatih kelahiran Salamanca, Spanyol tersebut ingin memakai cara main baru, namun sangat khawatir kebersamaan timnya terganggu. “Di laga selanjutnya saya ingin melakukan perubahan. Tapi ini bukan bentuk menyalahkan pemain,” ucapnya dua hari sebelum pertandingan.

Perubahan itu benar-benar diwujudkan Del Bosque dengan mengganti dua pentolan tiki-taka, Xavi Hernandez dan Gerard Pique. Pique digantikan oleh Javi Martinez, pemain serba bisa asal klub Bayern Munchen. Sedangkan Xavi digantikan Pedro Rodriguez yang menempati winger kanan. Sekarang David Silva bergeser ke tengah dan mempunyai peran lebih sentral.

Terkait:  Sepakbola Ladang Opini Dan Permainan Opini

Xavi adalah tokoh utama dibalik digdayanya tiki-taka, baik itu di level klub maupun negara. Peran penting pemain 34 tahun tersebut membuat Barcelona tidak pernah mencadangkan dirinya di laga krusial. Bahkan tiki-taka pun ikut tenggelam bersama menurunnya performa Xavi.

Di pihak Chile, Sampaoli secara mengejutkan memakai 3-4-1-2. Kecenderungan selama ini, dia memakai tiga bek hanya ketika lawan memasang dua striker. Sebelumnya Chile memakai 4-3-1-2 ketika melawan Australia yang bermain 4-2-3-1 dan berhasil meraup tiga poin.

Apa yang dilakukan Sampaoli mungkin terinspirasi oleh keberhasilan Louis Van Gaal menghentikan Spanyol dengan memakai tiga bek. Hal tersebut bisa terlihat dari varian yang dipakai. Biasanya Sampaoli menyusun backthree miliknya menjadi 3-3-1-3, namun kali ini memakai skema yang sama dengan milik Belanda.

Sampaoli mengambil 10 pemain yang dimainkan sebelumnya, lalu mengganti Jorge Valdivia dengan Fansisco Silva yang seorang bek tengah. Sebagai pengganti peran Valdivia di belakang Alexis Sanchez dan Eduardo Vargas, pelatih berusia 54 tersebut mendorong Arturo Vidal ke posisi itu.

Pressing Chile

Di pertandingan dengan 63% penguasaan bola milik Spanyol, maka Chile menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan pressing. Chile dan pressing adalah satu paket, seperti layaknya tim penganut faham Marcelo Bielsa lainnya.

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?