List of feeds URL

Skema Awal 4-3-2-1 Yang Belum Meyakinkan Dari Italia

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Italia tertahan oleh tim peringkat 119 dunia, Luxemburg, kala melakukan pemanasan terakhir sebelum terbang ke Brazil. Walaupun tampil dominan, Gli Azzurri tidak bisa mengelak dari skor 1-1 karena kebobolan di saat akhir lewat gol yang diawali dari tendangan sudut. Masihkah mereka disebut salah satu kandidat juara?

 

Pertandingan yang di gelar di kota Perugia tersebut merupakan yang pertama sejak Cesare Prandelli mengumumkan skuad 23 pemain yang dibawa ke Brazil. Di kesempatan ini, Prandelli ingin mencoba skema 4-5-1, salah satu dari tiga formasi yang disiapkan.

Formasi 4-5-1

Prandelli mencoba memasang dua fullback yang sangat agresif ketika menyerang, Mattia De Sciglio di kiri dan Ignazio Abate di kanan. Sedangkan di depan dua pemain AC Milan tersebut, diisi oleh Claudio Marchisio dan Antonio Candreva, yang menjadi narrow winger dengan berada di half-space. Mario Balotelli sendirian di depan, sedangkan trio Daniele De Rossi, Andrea Pirlo dan Marco Veratti di tengah, dengan De Rossi berposisi paling belakang.

Tidak ada perlawanan terlalu serius dari Luxemburg ketika mendapat bola. Italia dengan nyaman mendominasi permainan dengan De Rossi yang sejajar dua centerback, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, menjadi poros serangan di area garis tengah. Luxemburg melakukan man-marking terhadap Pirlo, yang kali ini tidak mengambil peran sebagai regista, tapi lebih ke central midfielder. Veratti cenderung bebas dan sering mencoba melakukan link-up tiap lini sendirian.

Seperti yang diharapkan, posisi Marchisio dan Candreva yang tidak melebar di flank, memberi De Sciglio dan Abate space yang cukup untuk terus membombardir dari sisi samping. Italia juga mendapatkan tempo yang cukup cepat ketika berada di area attacking third, karena seringkali serangan masuk lewat bola panjang diagonal, dari belakang langsung ke dua fullback yang overlap.

Terkait:  Revival Patrice: Tentang Sinar Terang Evra Di Tanah Italia

Walaupun skema serangan berjalan cukup baik dari belakang, namun Italia sangat bermasalah ketika di area sepertiga akhir. Kombinasi De Sciglio-Marchisio di kiri dan Abate-Candreva di kanan seperti terputus, karena masing-masing seperti tidak memahami pergerakan satu sama lain. Mereka sering salah pengertian, yang akhirnya De Sciglio dan Abate sering mencoba melakukan akselerasi sendiri dan diakhiri crossing.

Prosesi gol Italia [GdS]

Prosesi gol Italia [GdS]

Gol yang didapat Italia sedikit menggambarkan hal ini, karena dalam prosesnya yang tersusun rapi, justru sama sekali tidak melibatkan fullback. Tapi permasalahnnya, Italia tidak sering mendapat kesempatan menyerang tanpa melibatkan overlap fullback yang memiliki area paling terbuka. Luxemburg memakai 4-5-1, memadatkan lini tengah dan mengawal Pirlo, yang mempersulit serangan masuk dari tengah.

Formasi 4-3-1-2

Di babak kedua, Prandelli melakukan perubahan dengan menarik keluar Veratti dan memasukkan Antonio Cassano. Sekarang juara dunia empat kali tersebut memainkan 4-3-1-2 dengan duet Cassano-Balotelli di depan, Marchisio-Candreva turun menjadi central midfielder dan Pirlo sebagai trequartista.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?