List of feeds URL

Serigala Roma Siap Menerkam!

Author: Arvian Bayu (twitter: @arvianbayu)

Keperkasaan AS Roma di dua pertandingan awal akan terus diuji kualitasnya sebagai klub dengan materi-materi baru mulai dari pemain dan pelatih baru di musim 2013/2014 ini. Musim lalu AS Roma hanya mampu finish di posisi 6 yang artinya memupuskan target mereka untuk bisa tampil kancah Eropa baik UCL maupun Europa League namun mereka tetap di atas rival abadi mereka Lazio yang berada tepat di bawahnya. Selama musim 2012/2013 Serigala Ibu Kota ini sudah diarsiteki oleh 2 pelatih, dari musim pertama Zdenek Zeman melatih AS Roma fans sangat berharap Zeman bisa membawa AS Roma bersaing di papan atas Serie A, pelatih yang akrab dengan cerutunya ini masih membawa gaya permainan yang dia usung terkenal dengan nama “Zemanlandia”. Dengan gaya bermain ala “Zemanladia” yang mengedepankan azas “pokoknya menyerang” tanpa memperdulikan angka kemasukan ini AS Roma terbilang cukup produktif tapi juga sangat buruk dalam hal kemasukan gol. AS Roma bisa menyarangkan 71 gol terbanyak ke 3 setelah Napoli dan Fiorentian, tapi juga kemasukan 57 gol dan menjadi tim paling banyak kemasukan nomer 3 setelah Pescara dan Siena.

Zeman akhirnya harus out dari Olimpico setelah banyak fans yang menuntut agar Zeman out karena permainan yang buruk dan angin-anginan, tapi klub masih bingung untuk mencari pengganti yang tepat yang bisa menggantikan Zeman. Akhirnya dipilih nama Andrea Andreazzoli yang juga asisten pelatih Zeman pada waktu itu diangkat sebagai caretaker yang pada kelasmen akhir hanya bisa membuat Roma finish di posisi tujuh.

Wajah Baru (lagi)

Musim ini AS Roma kedatangan pemain-pemain baru namun juga mereka harus rela kehilangan pemain yang menjadi pujaan hati para Romanisti hengkang dari Trigoria, pusat pelatihan AS Roma. Seperti Marquinhos (Marcos), Erik Lamela, Pablo Osvaldo. Marteen Stekelebeurg. Namun dengan angka penjualan Marquinhos yang fantastis ke PSG dengan angka 35 juta Euro salah satunya, Roma mampu membeli pemain-pemain yang tak kalah bagusnya dari nama-nama yang telah hengkang. Mereka mampu mendatangakan Kevin Strootman (PSV), Adem Ljajic (Fiorentina), Gervinho (Arsenal), Tin Jedvaj (Dinamo Zagreb), Maicon (M. City), Benatia (Udinese), serta kiper gaek sarat pengalaman De Sanctis (Napoli). Pemain-pemain baru ini untuk mengisi posisi yang telah ditinggalkan beberapa pemain sekaligus memperkuat skuad untuk mengarungi musim kompetisi 2013/2014 agar mampu bersaing di papan atas dan mempereburt ke UCL. Tiga musim terakhir Roma identik dengan amunisi-amunisi barunya tiap musim dan dipenuhi dengan pemain muda. Saya melihat pertandingan AS Roma di pra musim ini dari empat uji coba resmi yang mereka jalani Roma mencatatkan dua kemenangan melawan MLS All Star dan Toronto, satu seri Bursaspor, dan satu kalah dari tim kota London, Chelsea.

Dari empat uji coba itu saya menilai permainan Roma sangat jauh berbeda dari musim sebelumnya, taktik Rudi Garcia yang menawarkan pressing ketat serta umpan terobosan yang taktis juga dipraktekkan saat menukangi Lille memang terasa berbeda dan menjanjikan. Rudi Garcia yang selama 5 musim mengarsiteki Lille, Garcia sukses mempersembahkan double gelar Ligue 1 dan Coupe de France. Di Roma Garcia memakai formasi 4-3-3. Tim ini sangat aktif melaui sayap, saat menyerang dari kanan peran Maicon sangat besar, dia mampu menyerang dan bertahan dengan baik, begitu juga bek kiri mereka yang diisi oleh Balzaretti. Peran lini tengah yang dipimpin oleh De Rossi mampu mengalirkan bola ke depan baik melalui Pjanic ataupun Strootman. Strootman dan Pjanic ini berpasangan dengan Wing Back baik Maicon ataupun Balzaretti untuk menyerang.

Highlights Livorno vs AS Roma

Terkait:  Timnas Garuda Muda Yang Dipuji Tidak Terbang Dicaci Tidak Tumbang

 

Formasi AS Roma vs Hellas Verona 4-3-3

AS-ROMA-VS-VERONA-3-0-SERIE-A-MATCHDAY-2-MATCH-REPORT

CARA GARCIA

Di lini depan peran Totti juga sebagai penyeimbang atau second striker yang bertugas mengontrol aliran bola dari tengah cukup baik, selain nama Totti di lini depan Garcia juga memasukkan nama Florenzi yang musim lalu bermain sebagai midfielder, musim ini peranya lebih menyisir di sayap kiri kadang juga turun ke dalam. Ditambah dengan nama Gervinho yang bernosltagia dengan Rudi Garcia, Gervinho pernah menjadi anak asuh Rudi Garcia selama di Lille.Jika melihat di dua partai awal Roma memasukkan lima gol dan belum satu kalipun kebobolan meskipun lawanya cuma Livorno dan Verona, tapi saya melihat di dua partai itu Roma sangat meyakinkan. Kesalahan-kesalahan kecil seperti keroposnya lini belakang mampu dirubah oleh Roma menjadi sangat tangguh, saya yakin ini semua peran dari Rudi Garcia yang mampu menyajikan permainan tidak saja menghibur tapi juga mengembalikan kejayaan Serigala Ibu Kota. De Rossi yang musim lalu permainanya buruk dan sempat dikaitkan akan hengkang kini kembali menemukan permainan ngeyelnya seperti di Timnas Italia, saya yakin ini juga peran dari Rudi Garcia. Dengan melihat permainan awal Roma seperti ini saya optimis AS Roma mampu bersaing untuk masuk ke tiga besar,

Serie A musim ini akan lebih menyajikan persaingan yang keras. Juventus masih menjadi pilihan utama untuk menguasai Serie A kembali, diikuti oleh Napoli. Tapi nama AS Roma tidak boleh ditinggalkan begitu saja dari persaingan merengkuh gelar, setidaknya sebagai perusak konsentrasi papan atas.

Apa Pendapatmu?