List of feeds URL

PSV 1 vs 1 AC Milan: AC Milan Defensive Work Melawan PSV

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Dalam pertandingan fase kualifikasi UEFA Champions League ini AC Milan dibuat kalang kabut oleh PSV yang di arsiteki Philip Cocu. Dengan diisi oleh pemain dengan rata-rata usia 22.5 tahun, PSV membuat lini belakang Milan nervous sepanjang babak pertama. Di situs UEFA, PSV tercatat melakukan 14 tembakan dan enam on target.

Sama-sama menggunakan 4-3-3, kedua pelatih menggunakan pendekatan yang berbeda. Allegri menempatkan kedua wingernya, El Shaarawy dan Boateng, di posisi yang cukup lebar. Sedangkan Cocu memasang kedua wingernya, Depay dan Park Ji Sung berdekatan dengan center forward, Matavs.

Dengan tiga pemain depan ada di tengah, backfour Milan pun jadi ikut menyempit. Hal ini membuat dua fullback PSV, Willems dan Brenet, mendapat space yang sangat luas di depannya. PSV dengan mudah memulai serangan dari flank karena El Shaarawy dan Boateng seringkali tertinggal dari dua fullback PSV ini. PSV bisa masuk cukup dalam dari overlap yang dilakukan fullback mereka.

Posisi ini membuat tiga pemain tengah Milan harus terus menutup flank mereka. Ini jauh dari ideal karena mereka harus melepas covering terhadap tiga pemain tengah PSV. Pasukan Philip Cocu sendiri tidak menjadikan crossing sebagai senjata utama menusuk pertahanan Milan. Dengan tiga pemain tengah yang bebas, bola dari sayap seringkali di tarik ke tengah lagi.

Transisi ini yang menjadi masalah utama pertahanan Milan karena ketika Montolivo – De Jong – Muntari harus kembali naik tutup area tengah, Ada gap yang cukup diantara pemain tengah dan belakang Milan. Park Ji Sung sangat baik ketika harus mencari celah untuk menerima umpan dari pemain tengah mereka. Dengan mudah tiga forward PSV langsung berhadapan dengan backfour Milan dan menghasilkan banyak sekali peluang.

Terkait:  Pressing Game: Indonesia U19 vs Myanmar U19

Babak kedua Allegri mengubah cara bermain tiga midfielder-nya dengan tidak terlalu agresif menutup tiga midfielder PSV. Allegri menyadari gap diantara belakang dan tengah lah yang menjadi ancaman terbesar buat Milan. PSV tetap menyerang dengan cara yang sama dengan diawali lewat dua fullback mereka. Tapi ketika bola kembali ke tengah, pemain tengah Milan lebih berusaha rapat dengan pemain belakang daripada naik menutup tiga midfielder PSV. Hasilnya PSV hanya mendapat lima percobaan tendangan di babak kedua. Allegri menjelaskan sendiri taktik ini di konferensi pers, “Di babak kedua kami mengontrol bola dan bertahan lebih baik. Babak pertama jarak tiap unit terlalu lebar, umpan mudah masuk” ujarnya.

Tapi karena ini sepakbola, respon taktik yang baik oleh Allegri di babak kedua saja tidak cukup. Gara-gara Abbiati salah mengantisipasi long range shot sangat keras dari Bruma dan menghasilkan gol oleh Matavs, Milan akan dipaksa kerja keras lagi di San Siro leg kedua nanti. Menarik ditunggu laga 4-3-3 vs 4-3-3 yang beda rasa ini, Allegri vs Cocu.

Lineup

995

Apa Pendapatmu?