List of feeds URL

Preview Quarter Final: Perancis Vs Jerman Dan Brazil Vs Kolombia

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Setelah disuguhi begitu banyak kejutan di fase grup dan laga mendebarkan di fase 16 besar, kini Piala Dunia Brazil 2014 sudah menapak fase quarter final. Bagaimana peluang delapan tim tersisa untuk menembus fase semifinal?


Banyaknya kejutan di World Cup kali ini ternyata hanya terjadi di fase grup, karena ketika masuk 16 besar, tidak ada runner-up yang berhasil melangkahi juara grup tetangga. Fakta hasil drawing yang membentuk dua grup neraka, ternyata tidak serta merta membuat penghuni grup tersebut menjadi tim yang lebih kuat dari penghuni grup lain.

Hanya dua laga 16 besar yang menghasilkan selisih skor meyakinkan, yang juga menunjukkan tipisnya gap kualitas antar grup. Uniknya, Uruguay sebagai wakil dari salah satu grup neraka, turut menjadi korban kekalahan telak tersebut.

Fase 16 besar menyuguhkan lima laga yang harus melewati babak ekstra time dan dua diantaranya harus diselesaikan melalui adu penalti, yang artinya nanti akan menjanjikan kita fase quarter final yang lebih menegangkan. Berikut preview untuk dua laga awal fase delapan besar.

Perancis vs Jerman

Laga ini menjadi satu-satunya duel sesama tim Eropa di fase quarter final, yang juga berarti menjadi jaminan satu slot untuk tim dari zona UEFA di semifinal. Kedua negara jarang bertemu di 15 tahun terakhir. Tercatat hanya lima kali mereka bertanding dan menghasilkan tiga kemenangan untuk Perancis, satu draw dan Jerman memenangi sisanya.

Namun hal ini tidak lantas membuat tim Ayam Jantan menjadi lebih favorit daripada tim Panser. Jerman sejak sebelum turnamen dimulai sudah menjadi unggulan kuat juara, walaupun dalam perjalanannya tidak terlalu mulus. Sebaliknya, Perancis berangkat dari tidak diunggulkan, menjadi tim favorit karena performa yang melebihi ekpektasi. Dari empat laga yang dilalui, Perancis lebih mentereng dengan tiga kemenangan di waktu normal, sedangkan Jerman hanya dua.

Terkait:  Preview Spanyol Vs Belanda: Episode Selanjutnya Tiki-Taka Melawan Back Three

Sampai saat ini, Joachim Low cukup konsisten dengan starter yang dipakainya. Trio Mesut Ozil, Thomas Muller dan Mario Gotze akan mengawali di depan. Tercatat hanya sekali Lukas Podolski mencuri tempat Gotze. Hal serupa juga terjadi di lini tengah dan belakang. Shkodran Mustafi terakhir menggantikan Mats Hummels yang absen karena flu dan Sami Khedira harus merelakan tempatnya ketika Bastian Schweinsteiger telah dipastikan fit untuk bermain.

Jerman mengawali kontes dengan tampil hebat memakai susunan pemain andalan Low ini, dengan membantai Portugal sejak babak pertama. Namun lambat laun efektifitas skema ini terus menurun di laga-laga setelahnya. Ketika melawan Ghana, mereka baru berhasil mencetak dua gol di babak kedua. Tren menurun lagi ketika bersua Amerika Serikat, dengan hanya mencetak satu gol yang juga di babak kedua. Di laga terakhir, Aljazair bahkan berhasil memaksa bermain tanpa gol sampai 90 menit.

Tren menurunnya performa Jerman berbanding lurus dengan kualitas lawan yang dihadapi dan semakin banyaknya jumlah laga yang dimainkan. Namun karena Perancis menjanjikan tantangan lebih berat, tentu hal ini akan menjadi riskan jika Low belum menyiapkan solusi untuk masalah ini.

Tapi dibalik semakin sulitnya komposisiĀ  ini mencetak gol, ternyata ada hal positif yang sepertinya akan tetap membuat Low tidak akan mau berjudi dengan komposisi starter baru. Jerman sangat solid ketika bertahan dengan hanya kemasukan dua gol di waktu normal dari empat game. Dua gol tersebut juga baru terjadi ketika babak kedua saat melawan Ghana, yang artinya gawang Manuel Neuer selalu perawan di babak pertama.

Jerman tidak memiliki masalah dengan absennya pemain, hanya Mustafi yang disangsikan absen karena cedera, yang juga dibarengi Hummels yang kembali siap diturunkan. Low kemungkinan besar masih akan memakai starter andalannya karena resiko yang lebih minim, dan mencoba membuat perubahan di tengah laga jika gol belum juga tercipta.

Terkait:  Melihat Pola Serangan Brazil Dari Laga Kontra Panama

Di lain pihak, Perancis juga memiliki beberapa masalah walaupun performanya tampak baik. Didier Deschamps mencoba tiga komposisi forward berbeda selama fase grup dan menghasilkan dua kemenangan besar di laga awal dan draw di laga akhir.

Deschamps memutuskan memakai formula yang dipakai ketika membantai Swiss sebelumnya, untuk menghadapi Nigeria di fase 16 besar, dengan Karim Benzema dan Mathieu Valbuena di flank serta Oliver Giroud di puncak triangle. Namun hasilnya justru hampir membenamkan Perancis dalam kekalahan. Hampir 60 menit Perancis tidak mampu mengancam gawang lawan dan malah ada kebocoran yang dimanfaatkan Nigeria dengan baik di sisi flank tempat Benzema berada.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?