List of feeds URL

Preview Euro 2016: Trio Wonderkid Polandia di Euro 2016

Author: Christhoper K.R (twitter: @christhoperKR)

Pagelaran Euro 2016 sudah kian dekat. Persiapan kontestan sudah sangat matang (kecuali Van Oranje). Kontestan dari negara maju sampai negara berkembang di Eropa siap menjadi yang terbaik di Prancis, termasuk Polandia.

Di timnas Polandia sendiri kita mengenal nama-nama populer, seperti Lukasz Fabianski, Lukasz Piszczek, Wojciech Szczesny, Jakub (Kuba) Blaszczykowski, dan nama terakhir adalah Robert Lewandowski.

Khusus untuk nama terakhir, anda harus melabelinya dengan julukan superstar. Pria yang berusia 27 tahun saat ini telah mengoleksi 213 gol (dari semua klub yang pernah dibelanya) dari 376 ajang resmi yang diikutinya, serta tak ketinggalan 80 asis. Insting gol yang menakutkan oleh warga Warszawa yang satu ini. Kelak suatu saat pria yang akrab disapa “Lewa” ini akan mengalami penurunan performa seiring berjalannya faktor usia.

Pelatih tim nasional Polandia sekarang, Adam Nawalka, tidak mengalami kesulitan dalam mencari supersub muda untuk Robert Lewandowski. Soal skill tak usah diragukan, para pemuda ini memiliki potensi yang serupa dengan Robert Lewandowski, yaitu insting gol yang menakutkan. Mungkin di ajang Euro 2016 nanti, para pemuda ini bisa menunjukkan keahliannya diatas rumput hijau. Berikut ketiga pemuda yang dibawa Adam Nawalka untuk membela timnas Polandia di kejuaraan sepak bola antar negara Eropa di Prancis 2016 :

Mariusz Stepinski (20 tahun, Ruch Chorzow)

516d8f0e06f80_p

Belum puas rasanya jika kita hanya mendengar dan melihat nama Robert Lewandowski sebagai ujung tombak timnas Polandia. Ada nama lain yang juga tidak kalah tajam, dia adalah Mariusz Stepinski. Sekarang, pemain ini bermain di Ekstraklasa (Liga Polandia) bersama klub Ruch Chorzow.

Mariusz menjadi topskor ketiga di Liga Polandia dengan koleksi sebelas gol di 18 laga resmi. Sebelum membela Ruch Chorzow, Mariusz juga pernah memperkuat Widzew Lodz dan Wisla Krakow. Total 76 laga Ekstraklasa, Mariusz mencetak 18 gol dan sembilan asis. Hasil yang cukup fantastis untuk bocah kelahiran tahun 1995 ini.

Terkait:  Kenapa Prandelli Tidak Punya Tempat Untuk Rossi Di Gli Azzurri

Sebelum berumur 20 tahun, Mariusz sangat doyan mencetak gol bersama tim nasional (muda) Polandia. Buktinya, 54 ajang bersama timnas (muda) Polandia, Mariusz menorehkan 35 gol. Tidak ada salahnya jika Adam Nawalka, pelatih timnas (senior) Polandia, memboyong namanya untuk memperkuat Polandia di ajang Euro 2016.

Piotr Zielinski (21 tahun, FC Empoli)

piotr-zielinski-crop

Zaglebie Lubin II sukses menjunjung tinggi nama Piotr Zielinski di kancah sepak bola. Pasalnya Zaglebie Lubin II menjual pria tampan ini ke Udinese Primavera. Berawal dari sini, nama Piotr Zielinski semakin melangit. Dari 26 pertandingan bersama Udinese Primavera, Piotr menjaringkan sepuluh gol. Tak butuh waktu lama dari hal itu, Piotr langsung dimasukkan ke skuat senior Udinese.

Musim 2014/2015 berkah buat Piotr telah tiba, FC Empoli ingin meminjam jasanya agar ia mendapatkan jam terbang lebih banyak lagi. Setelah tiba di Stadio Carlo Castellani, kandang FC Empoli, justru Piotr tidak menjadi pencetak gol, melainkan pembuat asis. Total di musim 2014/2015 dan musim 2015/2016, Piotr (hanya) mengamankan tujuh asis.

Jika boleh dikatakan prestasi Piotr Zielinski kurang mentereng di klub, pembaca harus mengacungkan kedua jempolnya untuk pemain tengah satu ini. Sejak memperkuat tim Polandia u-15 sampai tingkat senior, Zielinski membukukan 13 gol dari 56 laga. Hasilnya tidak begitu mengecewakan, Adam Nawalka tak sungkan-sungkan mengangkut gelandang ini untuk membela panji asosiasi PZPN.

Arkadiusz Milik (21 tahun, Ajax Amsterdam)

BzstGLaCQAEre8T

Pemain yang satu ini dijuluki sebagai “The Next Robert Lewandowski”. Bagaimana bisa? Saat membela tim nasional Polandia u-21 dia sudah melesatkan sepuluh gol dari sepuluh pertandingan. Lebih hebatnya lagi, pria yang bernama Arkadiusz Milik pernah mencetak hatrick selama dua kali berturut-turut diajang kualifikasi piala Eropa u-21 tahun 2013. Sebagai ujung tombak tunggal, Hatrick-nya dicetak saat melawan Malta dan Yunani.

Terkait:  Wajah Baru Lini Tengah Berlian Allegri

Belum cukup sampai disitu, Bayer Leverkusen melihat potensi emas di dalam diri Milik, sehingga mahar tiga juta Euro pantas dikeluarkan pihak Bayer Leverkusen saat diboyong dari Gornik Zabrze. Setelah mendarat di BayArena, markas Bayer Leverkusen, Milik justru tidak sesuai dengan harapan.

Pasalnya, dari delapan laga yang dilakoni, ia hanya membuat dua asis dan tidak pernah mencetak gol sama sekali, miris rasanya. Melihat hal itu, pihak Bayer Leverkusen akhirnya geram dan meminjamkannya ke FC Augsburg. Disana juga Milik malah tambah melempem, dua gol hanya mampu diukirnya dari 20 pertandingan resmi.

Ajax Amsterdam, klub sejuta pemain muda ini berminat meminjam jasanya di musim 2014/2015. Hasilnya? Dari 34 laga bersama de Godenzonen, sembilan asis dan 23 gol berhasil memporak-porandakan jala lawan, inilah jati diri sesungguhnya Arkadiusz Milik. Musim 2015/2016 Ajax Amsterdam ingin mempermanenkan Milik dari Bayer Leverkusen dengan mahar yang sama sebelumnya, tiga juta Euro.

Setelah dipermanenkan secara resmi, Milik malah menjadi-jadi. Dari 1.856 menit di lapangan hijau menghasilkan sepuluh gol dan sepuluh asis dari kedua kaki Arkadiusz Milik. Selama di Ajax Amsterdam, dia sudah mencatat 33 gol dan 19 asis dari 58 penampilannya, torehan yang sangat fantastis!

Karir bocah kelahiran kota Tychy ini tidak cuma di klub professional saja, melainkan prestasi di timnas tak kalah menterengnya. Dari tim Polandia u-17 sampai tingkat senior, 40 laga berhasil membuahkan 26 gol untuk dirinya sendiri.

Selain dari ketiga pemuda tadi masih ada wonderkid lain, seperti Bartosz Kapustka, Pawel Dawidowicz, dan Karol Linetty. tetapi jika kita berbicara soal produktivitas gol, mereka bukan ahlinya.

Tidak mustahil jika wonderkid Polandia diatas akan menjadi idola di masa depan mengalahkan sang pendahulunya. Kerja keras, disiplin, dan solid merupakan kunci utama pendekar muda Polandia untuk menjadi idola penggila si kulit bundar. Kita lihat saja aksi anak asuh Adam Nawalka di Grup C Euro 2016 nanti.

Apa Pendapatmu?