List of feeds URL

Preview Brazil Vs Kroasia: Ujian Terberat Tim Samba Di Fase Grup Piala Dunia 2014

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Brazil sebagai tuan rumah sekaligus tim yang paling diunggulkan, akan membuka perhelatan Piala Dunia 2014 dengan menantang Kroasia di Sao Paolo. Ini adalah laga paling sulit bagi tim samba di fase grup dalam segala aspek. Bagaimana mereka melewatinya?

Kroasia termasuk tim kuda hitam di Piala Dunia kali ini, walaupun dalam sejarahnya tidak terlalu baik. Catatan mereka terus menurun sejak partisipasi pertama tahun 1998 yang langsung menembus fase semifinal. Sepeninggal era Zvonimir Boban dan Davor Suker, negara balkan ini selalu gagal melewati fase grup, dan gagal lolos ke Piala Dunia 2010 menjadi puncak kegagalan.

Namun tidak lama kemudian mereka bangkit dengan generasi baru. Kroasia sempat menunjukkan kegarangannya di Euro 2012. Walaupun waktu itu mereka gagal lolos fase grup, mereka sempat bersaing sengit dengan dua negara yang akhirnya menjadi juara dan runner-up, Spanyol dan Italia.

Skuad yang kala itu masih minim pengalaman, kali ini semakin matang dan datang ke Brazil dengan beberapa pemain kunci yang berstatus jawara Eropa di klub masing-masing. Luka Modric sukses membawa Real Madrid menggenggam trofi Liga Champions, Ivan Rakitic berhasil mengawal Sevilla menjadi jawara Europa League, sedangkan Mario Mandzukic bersama Bayern Munchen memenangi Piala Super Eropa dan Piala Dunia antar klub.

Tapi sekuat apapun Krosia saat ini, mereka akan tetap menjadi underdog jika berhadapan dengan tuan rumah Brazil. Selecao Brasileira kembali mempercayakan tim kepada Luiz Felipe Scolari, pelatih juara World Cup 2002. Komposisi setiap lini yang dimiliki juga yang terbaik dan cuma bisa disamai oleh Spanyol, dimana semua pemainnya kelas satu dan menjadi andalan di masing-masing klub.

Belum juga jika kita menghitung mayoritas dukungan akan mengarah ke kubu tuan rumah. Kehadiran suporter akan menambah kekuatan dan moral tim, namun Brazil harus sedikit waspada, terkadang suporter malah menjadi beban jika kondisi di lapangan tidak sesuai harapan. Lagi pula kebetulan kali ini Sao Paolo sepertinya bukan tempat yang bersahabat karena tidak dipanggilnya sang striker Luis Fabiano oleh Scolari dalam tim.

Terkait:  Catatan Dari Laga Perdana Sea Games 2013 Timnas U23 Lawan Kamboja

Duel Taktik

Felipao, sapaan Scolari, sepertinya cukup percaya diri memakai skema 4-2-3-1 dengan para starter yang dipakainya selama Confederations Cup 2013. Hanya posisi Paulinho sebagai rekan duet pivot Luis Gustavo yang sering dia manipulasi selama laga pemanasan dengan mencoba pemain berkarakter lain. Ramires pernah mengisi posisi itu sebagai starter ketika melawan Panama dan juga Fernandinho ketika melawan Serbia.

Keduanya berhasil membuat Brazil bermain dengan cara baru, terutama mengharuskan Oscar menyesuaikan posisi. Namun belum ada yang berhasil menjadikan Brazil lebih efektif dibanding jika Paulinho di posisi itu. Asalkan fit, Paulinho masih sangat mungkin starter dan menemani 10 rekannya selama Confederations Cup, yang sepertinya sudah mengunci posisi lain.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?