List of feeds URL

Pencarian Identitas Argentina Oleh Sabella Di Antara Penyerang Hebat

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Jika banyak negara kesulitan menemukan striker yang bagus, maka Argentina adalah pengecualian. Dipimpin Alejandro Sabella, Argentina datang ke Brazil membawa lima penyerang kelas satu. Bahkan bagi Sabella, membuang pemain sekaliber Carlos Teves bukan masalah berarti. Tapi tim Tango punya masalah dengan timpangnya kualitas lini depan dan belakang. Bagaimana Sabella mencari pemecahannya?

Walaupun sudah berusia 59 tahun, pengalaman Sabella sebagai pelatih kepala ternyata sangat minim. Sabella baru memegang tim sendiri tahun 2009 bersama Estudiantes. Walaupun begitu, dia langsung mengantar El Leon menjuarai Copa Libertadores di musim pertama dan Apertura di musim kedua. Kesuksesan Sabella di klub, mengantarkan dirinya ke kursi pelatih Argentina di tahun 2011, menggantikan Sergio Batista.

Agak telatnya karir kepelatihan Sabella disebabkan karena dia menghabiskan banyak sekali waktu untuk menjadi asisten dari legenda Argentina, Daniel Passarella. Dia pernah bersama Passarella melatih di Italia, Uruguay, Mexico, Brazil ataupun Argentina sendiri. Masih pendeknya catatan karir kepelatihan, tidak menggambarkan berapa banyak pengalaman yang dia punya dan apa yang bisa dia berikan ke Argentina.

“Saya terlahir River Plate, namun diadopsi Estudiantes,” ucap Sabella di awal dia menukangi Argentina. Apa yang coba dibangun olehnya tercermin dari kutipan pendek tersebut.

Misi yang diemban Sabella yang pertama kali adalah kembali memberi identitas pada Argentina, sesuatu yang dianggap hilang semenjak era Batista ataupun Maradona. Dia ingin tim lebih mempunyai kebanggaan dan kebersamaan, daripada hanya terfokus bagaimana cara menyerang dan membuat banyak gol. Dua hal yang membedakan filasofi antara Estudiantes dengan River Plate.

Pragmatisme yang coba dibawa Sabella mengundang banyak kritik, karena tim yang ada di tangannya sekarang justru mempunyai lini serang paling buas di dunia. Namun itulah yang menurut mantan pemain Leeds United ini dibutuhkan Argentina. Beberapa performa apik di laga awal dengan menang atas Nigeria dan Venezuela mampu meredam pandangan negatif terhadap timnya.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?