List of feeds URL

Moyes Sukses Membuat Guardiola Tidak Tampak Jenius

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Pasukan setan merah di luar dugaan berhasil mengimbangi Bayern Munchen dalam laga leg pertama fase perempat final Liga Champions Eropa di Old Trafford. Secara keseluruhan pertandingan berjalan menarik dengan beberapa perubahan taktik yang dilakukan oleh David Moyes untuk mengimbangi level sang juara bertahan.

mm

Sebelum memasuki laga ini Moyes dihadapkan kepada beberapa masalah internal dan eksternal, diantaranya dua fullback reguler yang harus absen dan bagaimana menghentikan sadisnya Bayern sendiri. Patrice Evra masih dalam masa hukuman dan Rafael diberitakan cedera sebelum laga dimulai. Alexander Buttner akhirnya turun lagi sebagai fullback kiri setelah sebelumnya dia juga sempat tampil melawan Aston Villa, sedangkan Phil Jones kembali berpindah posisi sebagai fullback kanan.

Gerbong Pep Guardiola sendiri juga tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya. Dante masih terkena akumulasi kartu sehingga Javi Martinez menggantikannya sebagai bek tengah. Cedera yang dialami Thiago Alcantara minggu lalu memaksa Guardiola kembali memakai tenaga Philipp Lahm sebagai single pivot. Sang kapten kali ini diharapkan tampil dengan kaki yang segar setelah tidak dimainkan di akhir pekan.

Bayern memegang kendali permainan tapi United kelihatan lebih berbahaya. Beberapa poin menarik dari laga kali ini adalah:

1. Skema bertahan 4-4-2 dan pressing agresif dua fullback Manchester United

David Moyes memakai 4-4-2 sebagai formasi dasar timnya ketika harus bertahan, ketika menyerang bisa berubah menjadi 4-3-3. Wayne Rooney dan Danny Welbeck sebagai dua orang terdepan akan bergantian turun mengisi lubang di lini tengah jika aliran umpan Bayern merusak bentuk pertahanan. Tiga lapis ini berusaha rapat dan defensive line selalu menyesuaikan dengan dimana lini depan menempatkan posisi.

Walaupun rapat, Moyes tidak melengkapi timnya dengan power ketika melakukan pressing. Pemain United hanya melakukan covering ketika bola terus mengalir diantara mereka di area tengah. Mereka sabar menunggu Bayern melakukan kesalahan walaupun harus sampai di dalam kotak penalti.

Terkait:  Pep Guardiola Menjelaskan Perubahan Posisi Messi

Tapi pressing lunak ini tidak berlaku di dua area fullback. Moyes sepertinya tidak ingin dua sayap Bayern bisa masuk terlalu dalam dari flank. Jones dan Buttner agresif sekali melakukan pressing jika Ribery dan Arjen Robben menerima bola di area mereka.

2. Free Role Robben Dan Ribery

Sejak awal pertandingan, Ribery sudah cenderung bergerak ke tengah daripada lama di flank. Robben pun tidak berbeda jauh, walaupun tidak ekstrem seperti rekannya itu. Tidak terlalu aneh pergerakan dua pemain yang dijuluki Robbery ini, tapi apa yang ditampilkan tadi malam agak berbeda dari biasanya karena mereka tidak menunggu di final third dulu untuk ke tengah.

Jika melihat terakhir kekalahan United di Old Trafford ketika melawan Manchester City, ada kemungkinan Guardiola mencoba mencuri ide Pellegrini untuk laga ini. City sukses membuat pertahanan United compang-camping melalui kombinasi David Silva dan Samir Nasri yang keluar masuk flank dan tengah. Dengan mendorong Robben dan Ribery ke tengah, pelatih jebolan La Masia ini berharap efek yang sama.

Tapi Munchen bisa dibilang gagal mengkonversi strategi ini untuk menjadi keuntungan. Kombinasi duo Robbery yang menusuk masuk lewat tengah dan dibantu Muller di depan, gagal melukai United. Attempts terbanyak malah didapatkan oleh Robben jika dia dari flank melakukan cutting inside ke tengah dan mencoba melepaskan tembakan sendiri.

Cara yang dipakai Guardiola ini ada beberapa perbedaan dengan pendekatan Pellegrini sebelumnya. City memiliki Jesus Navas yang tetap di flank, tapi Bayern tidak, setidaknya Bastian Schweinsteiger dan Rafinha tidak cukup naik jika berada di flank. Bayern kesulitan mendapatkan sudut yang bagus untuk overrun backline United dalam momen yang tepat. Dari 16 shot yang didapat klub Bavaria ini, United berhasil melakukan blocking tujuh diantaranya. Moyes juga kali ini memakai empat gelandang, daripada ketika melawan City yang cuma tiga.

Di pertengahan laga Guardiola coba mengembalikan Ribery ke flank lagi. Tapi agresifnya Jones menutup areanya mempersulit Bayern untuk kembali ke permainan yang diinginkan.

3. Fellaini overload flank kanan

Tidak sering United menguasai bola. Ketika mendapatkan kesempatan, mereka mencoba memanfaatkan kecepatan Welbeck untuk melakukan serangan balik. Strategi ini juga berkaitan dengan pendekatan bertahan yang menunggu Bayern sampai kotak penalti, sehingga barisan depan United memiliki ruang yang cukup untuk adu sprint.

Yang menarik adalah Moyes hanya mengaktifkan flank kanan ketika menyerang, sedangkan Ryan Giggs di kiri cukup pasif dan cenderung menjadi provider dengan bola panjang. Selain itu Fellaini sangat cepat untuk naik. Bahkan lebih sering dia adalah pemain pertama yang naik setelah duet striker.

Fellaini selalu bergerak ke kanan dan menarik pressing Alaba ke dirinya. Hal ini membuat Valencia selalu bebas ketika mendapatkan bola di final third. Skema ini menghasilkan peluang pada menit 55.

Strategi ini memberikan waktu cukup cepat bagi United untuk mengkonversi serangan menjadi peluang. Tapi sekaligus menguras stamina Fellaini yang tetap bertugas membantu Carrick di tengah. Gol balasan Bayern terjadi karena kelalaian Fellaini menutup Schweinsteiger, dan momen itu tepat setelah dia sprint balik ke belakang setelah menyerang.

4. Kagawa menggantikan Giggs

Moyes membuat skema serang United lebih kuat di awal babak kedua dengan masuknya Kagawa menggantikan Giggs. Ketika bertahan Kagawa masih menutup area kiri sama seperti pemain yang digantikan. Tapi ketika menyerang dia berperan sebagai trequartista dan mencoba melakukan link-up serangan United, peran yang tidak dipakai di babak pertama.

Kehadiran mantan pemain Dortmund ini membantu timnya mendapatkan ritme kembali sampai mendapatkan gol pertama oleh Nemanja Vidic dari tendangan sudut. Hal ini sekaligus mengganggu dominasi umpan Munchen yang menurun dari 468 di babak pertama menjadi hanya 299 di babak kedua. Aksi Kagawa pula lah yang menghasilkan tendangan sudut sebelum gol United.

Terkait:  Goals And Full Highlight AFF U19 2013: Indonesia 1 - 2 Vietnam

Kesimpulan

Moyes menunjukkan kapasitasnya dengan membuat Pep Guardiola tidak tampak jenius, walaupun skuad Manchester United kalah mentereng daripada lawannya. Laga ini mungkin penampilan terbaik United melawan tim besar musim ini. Tapi ini masih setengah jalan untuk kedua tim, laga selanjutnya Bayern mendapat keuntungan tampil di kandang dan United dibantu absennya Thiago Alcantara dan Bastian Schweinsteiger.

Apa Pendapatmu?