List of feeds URL

Melihat Pola Serangan Brazil Dari Laga Kontra Panama

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Ramires masih memainkan tipikalnya seperti di Chelsea sebagai gelandang box to box yang mengandalkan eksplosifitas, daripada menjadi pivot yang mengandalkan passing. Karena dia naik, otomatis Oscar sekarang lebih turun mendekati posisi Gustavo untuk melakukan link up.

Pemain Panama sendiri juga lebih cenderung melakukan tracking terhadap Ramires yang naik, daripada Oscar yang turun. Selain Brazil kehilangan peran Oscar sebagai no. 10, pertahanan Panama yang semakin menumpuk yang juga mempersulit trio Neymar, Fred dan Hulk mendapatkan ruang di depan.

Walaupun tidak bermain bagus dan hanya mendapat empat peluang, tapi Brazil masih beruntung memperoleh gol dari freekick cantik Neymar dan tendangan akurat Dani Alves dari luar kotak 16 meter.

Duet Pivot Hernanes Dan Luiz Gustavo

Di babak kedua, Scolari mengganti dua fullback dengan masuknya Maxwell dan Maicon, disertai Hernanes[cse] yang menggantikan Ramires. Sekarang Oscar bisa naik lagi dan menjadi no. 10, karena Hernanes menggantikanya sebagai pivot.

Perubahan ini membuat Brazil tampil lebih apik. Neymar yang terus bergerak di depan, sekarang lebih mudah ditemukan oleh Oscar. Hanya dalam tempo 18 menit, tim Samba sudah mendapat satu tambahan gol oleh Hulk dari total lima peluang. Setidaknya skema seperti inilah yang membuat mereka perkasa di Piala Konfederasi, dengan memberi Oscar keleluasaan mengatur serangan.

Neymar Sebagai No. 10

Di menit 63, Scolari mencoba sesuatu yang baru lagi dengan mengganti Oscar dengan [cse]Willian. Pergantian sesama pemain Chelsea ini ternyata diikuti beberapa perubahan posisi di lini depan. Willian bermain di flank kanan, Hulk sekarang permanen di kiri dan Neymar kali ini berperan menjadi no. 10, menggantikan Oscar sebelumnya.

Dengan berada di tengah dan mempunyai area main lebih luas, ternyata permainan Neymar juga menjadi lebih buas. Mantan pemain Santos tersebut bisa menggantikan Oscar dengan baik untuk membagi bola, namun sekarang juga dibumbui dengan kemampuan dribble melewati pemain Panama yang mengawal di depannya.

Terkait:  Inter Milan 0 - 3 AS Roma: Efisiensi Permainan AS Roma

Atraksi yang dilakukan Neymar di tengah berhasil menarik pertahanan Panama lebih merapat ke tengah dan membuat sisi lain lain lapangan lebih longgar. Di 25 menit waktu tersisa saja, Brazil mendapat tambahan delapan peluang dan satu gol tambahan oleh Willian. Neymar juga yang mengkreasi terciptanya gol ini dengan keypass yang ditujukan ke Maxwell yang bebas melakukan overlap dari sisi kiri.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?