List of feeds URL

Manchester United 1 – 0 Arsenal: United Membendung Di Tengah Lalu Drop Deep

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Perjuangan skuad Manchester United untuk kembali ke kasta atas Liga Inggris berjalan mulus setelah membungkam pimpinan klasemen Arsenal dengan sebiji gol dari heading Robin Van Persie di babak pertama. Dari level permainan mungkin United tidak unggul, tapi David Moyes sukses membuat timnya mengawali dan menutup laga dengan pendekatan yang lebih tepat daripada milik Arsene Wenger.

ma

 

Dominasi Manchester United

United yang menggunakan skema 4-4-1-1 mengawali laga dengan baik. Mereka mendominasi sampai menit 30 dan mendapatkan satu gol dari Robin Van Persie melalui prosesi set piece. David Moyes menempatkan Kagawa di winger kiri dan Valencia di winger kanan dalam laga ini. Mereka berdua mempunyai peranan penting untuk dominasi dari United ketika menyerang di awal laga.

Ketika United menguasai bola, seketika itu pula Kagawa dan Valencia dengan cepat naik dan menekan Sagna dan Gibbs di dua posisi fullback Arsenal. Rooney, Carrick dan Jones mencoba mengontrol serangan di tengah memanfaatkan space yang ditinggal Flamini dan Arteta yang turun cukup dalam. Turunnya dua gelandang bertahan Arsenal ini adalah hasil dari movement Kagawa dan Valencia yang membuat fullback Arsenal sulit merapat ke tengah membantu Vermalen dan Koscielny. Situasi ini yang membuat defensive line Arsenal cepat sekali turun.

Jones dan Carrick sebagai dua jangkar di tengah seperti biasa mengambil posisi cukup dalam ketika timnya menguasai bola. Hanya Rooney yang terus bergerak mencoba melakukan link-up serangan United di semua sisi lapangan. Dengan double pivot yang cukup statis, United sangat mengandalkan pergerakan agresif dari fullback-nya. Tapi hanya Evra yang cukup efektif karena Kagawa sering bergerak masuk ke tengah dan memberinya ruang untuk naik. Di sisi kanan terjadi situasi yang berbeda dengan Valencia yang terus dekat dengan touchline, yang membuat smalling tidak seagresif Evra.

Walaupun berhasil menekan Arsenal cukup dalam dan dalam waktu yang cukup lama, United hanya berhasil membuat dua tembakan. Beruntung satu heading Van Persie menjadi gol, sedangkan satu tembakan Rooney berhasil diamankan Szczesny. Sedikitnya attempt united ini kombinasi situasi dari cara dua gelandang bertahan Arsenal yang cepat turun dan membuat Van Persie terisolir, hanya Rooney yang aktif bergerak, dua pivot United yang statis serta role Valencia yang hanya mempunyai satu tugas yaitu crossing. United mendapatkan ruang di tengah tapi kesulitan membuka defence Arsenal di depan penalty box.

Terkait:  Fiorentina 0 - 1 Juventus: Solusi Tidak Komplit Montella

Serangan Arsenal Terkunci Di Tengah

Hal lain yang membantu United mendapatkan dominasi di 30 menit awal adalah taktik Moyes yang berhasil membuat Arsenal tidak bisa memasuk final third pertahanan mereka dan tidak bisa membuat satu tembakan pun. United memainkan high defensive line ketika bertahan dengan two banks of four, sedangkan Rooney dan Van Persie mencoba menutup aliran bola dari belakang ke tengah. Peran penting dimainkan Evra dan Smalling yang sangat naik untuk melakukan pressing di kedua flank.

Dua fullback united ini cepat menutup winger Arsenal ketika menerima umpan. Ketika pemain tersebut bergerak ke tengah, mereka melepasnya dan berganti melakukan pressing terhadap fullback Arsenal yang berusaha naik. Tekanan yang diberikan Kagawa dan Valencia ketika menyerang sepertinya membuat Sagna dan Gibbs cukup nervous untuk naik ketika timnya menguasai bola. Beberapa kali mereka melakukan overlap dan berhasil masuk, tapi frekuansinya terhitung sangat jarang.

Dengan winger yang bukan tipe pemain yang biasa menyisir touchline dan membuat defensive line lawan turun, dengan mudah United mengunci serangan Arsenal di flank dengan empat atau lima pemain. Performa kurang bagus juga ditampilkan duet pivot Arsenal, Flamini dan Arteta. Mereka berdua tidak terkoneksi dengan baik dan gagal menyeimbangkan serangan Arsenal dari kedua sisi lapangan. Flamini sering bergerak ke depan atau ke flank, sedangkan Arteta kesulitan melakukan link-up sendirian. Mereka berdua juga minim sekali bergerak mencari ruang di tengah ketika Rooney dan Van Persie mencoba menutup area itu.

Terkait:  Real Madrid 3 - 4 Barcelona: Sama Tajam Di Depan Rapuh Di Belakang

Setelah tertinggal, barulah Gibbs dan Sagna berani untuk melakukan overlap secara agresif ketika Arsenal menyerang. Di 15 menit terakhir babak pertama Arsenal mulai bisa mendorong masuk garis pertahanan United dan berhasil mendapatkan dua attempt. Tapi Arsenal tetap belum mendapatkan ritme passing yang baik karena double pivot-nya belum berfungsi seperti semestinya.

Arsenal Overload Sisi Kanan

Dengan cederanya Vidic di akhir babak pertama, Moyes memasukkan Cleverley dan mendorong Jones sebagai bek tengah. Sedangkan Wenger ingin membuat lini tengahnya bekerja dengan baik dengan menarik keluar Flamini dan memasukkan Jack Wilshere. Dengan masuknya Wilshere, sekarang Ramsey menemani Arteta di tengah. Hasil dari perubahan ini membuat ritme passing Arsenal di tengah bisa didapatkan lagi.

Dengan kontrol serangan Arsenal kembali ke tengah, dua fullback United tidak bisa lagi memainkan strategi pressing seperti babak pertama. Mereka terpaksa mengambil posisi lebih narrow, yang akhirnya memberi Arsenal ruang untuk masuk lewat flank dan situasi ini membuat defensive line United jadi turun cukup dalam.

Serangan yang dilakukan Arsenal sendiri lebih banyak dilakukan melalui sisi kanan. Ozil sekarang lebih banyak bergerak ke kanan daripada ke kiri seperti babak pertama. Santi Cazorla yang posisi aslinya di winger kiri juga lebih sering berada di tengah dan tidak jarang juga bergerak ke kanan. Wilshere yang memulai dari kanan akan bergerak ke tengah ketika bola mulai masuk area attacking third. Arsenal pernah sukses dengan skema seperti ini ketika membekap Napoli di ajang Champions League dan Napoli tidak mampu menutup semua pemain Arsenal yang mencoba memenuhi sisi kanan.

Terkait:  Bournemouth 0 - Liverpool 4: Kemenangan Yang Terlalu Mudah Untuk The Reds

United Drop Deep

Berbeda dengan Napoli, pasukan David Moyes cukup baik melindungi pertahanan kirinya tanpa harus kehilangan superioritas di dalam kotak penalti. Kagawa, Cleverley dan Evra melakukan tracking dengan disiplin terhadap semua movement pemain Arsenal yang keluar masuk sisi kiri pertahanan United. Carrick bertugas menutup ruang yang ditinggal salah satu bek tengahnya ketika melakukan marking terhadap Giroud. Beberapa kali juga Van Persie melakukan tracking terhadap Ramsey yang sering mencetak gol karena tidak terkawal ketika dia bergerak naik. United bisa melakukan tiga block terhadap tembakan pemain Arsenal di dalam kotak penalti dengan sistem ini.

Arsenal sendiri hanya menghasilkan empat crossing dari sisi kanan serangan mereka. Di 15 menit akhir, Wenger mencoba menyerang total dengan menambah suplai bola masuk ke kotak penalti United dan menyiapkan pemain yang pas untuk mengeksekusinya. Bendtner menggantikan Cazorla dan Gnabry menggantikan Arteta. Moyes sendiri merespon dengan memasukkan Giggs dan Fellaini menggantikan Kagawa dan Van Persie. Hasilnya Arsenal bisa menambah empat crossing dari sisi kanan, tapi United berhasil mempertahankan keunggulan mereka sampai akhir.

Kesimpulan

Arsene Wenger melakukan pendekatan yang kurang tepat di awal pertandingan dan membiarkan pemain United mengurung mereka terlalu lama walaupun hanya sedikit peluang yang didapat. Baru memasukkan Wilshere pada menit 60 untuk mengganti Flamini pun patut disayangkan, melihat lini tengahnya tidak bekerja dengan baik sejak awal. Sedangkan Moyes berhasil membuka dan menutup laga dengan strategi lebih baik walaupun harus kehilangan dominasi di babak kedua. Bagaimanapun cara mainnya, tetap skor akhir yang dihitung.

 

 

Apa Pendapatmu?