List of feeds URL

Manchester City 1 – 3 Bayern Munich: Blunder Taktik Pellegrini

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Pasukan Pep Guardiola tampil superior di Etihad Stadium dengan mencetak tiga gol terlebih dahulu atas Manchester City. Pasukan Manuel Pellegrini sendiri kesulitan menguasai lini tengah sebelum akhirnya mampu mengimbangi ketika hanya menggunakan satu penyerang.

cbm

Pendekatan Pellegrini

Pellegrini memakai flat 4-4-2 untuk laga kali ini dengan Fernandinho dan Yaya Toure sebagai double pivot diapit Samir Nasri di kiri dan Jesus Navas di kanan. Di depan dia memilih duet Aguero dan Edin Dzeko dan membangku cadangkan David Silva dan Negredo.

Pellegrini berusaha menetralisir flank kiri Bayern dengan memasang dua pemain cepat Navas dan Micah Richards. Di depan kehadiran Dzeko akan memberi physical challenge terhadap crossing dari sayap kanan ini. Di sayap kiri Samir Nasri yang lebih sering cut in ke dalam diupayakan untuk melakukan link up dari double pivot ke duet striker.

Pendekatan Guardiola

Pep Guardiola memakai 4-3-3 atau yang lebih sering disebut 4-1-4-1 dengan tiga pemain tengah diisi Schweinsteiger, Lahm dan Toni Kroos. Di sayap kanan dan kiri Robben dan Ribery telah mematenkan posisinya. Sedangkan di pucuk serangan, Guardiola memilih Muller daripada Mario Mandzukic.

Seperti format Bayern biasanya, Robben dan Ribery tidak memiliki fixed position walaupun mereka memulai dari flank. Ketika mereka berdua mendapatkan bola, Alaba dan Rafinha akan sangat cepat naik untuk membebaskan mereka dari double marking.

Dari awal laga, Bayern sudah melakukan high up pressing dengan ekstrem high defensive line. Tempo pertandingan langsung jadi sangat cepat dan ini membuat double pivot City kelabakan. Tempo cepat tentu bukan makanan enak buat Yaya Toure yang sering tertinggal dan Fernandinho kesulitan menutupnya dengan melakukan beberapa pelanggaran keras.

Terkait:  Melihat Cara Jurgen Klopp Mematikan Serangan Bayern

Bayern Kuasai Lini Tengah

Bayern unggul di semua posisi di laga ini. Walaupun serangan mereka banyak masuk lewat flank, semua diawali dari ketidak mampuan City mengontrol lini tengah. Terjadi 3 vs 2 di lini tengah dengan Schwensteiger, Kroos dan Lahm melawan Fernandinho dan Toure. Hal ini memaksa dua winger City masuk untuk membantu yang akhirnya City kehilangan defensive width.

City tidak bisa melakukan transisi horizontal dengan rapi karena perubahan posisi dari dua wingernya ini, ketika Bayern mengubah sisi permainan defence City langsung terbuka. Gol Ribery menunjukkan lubang dari defence City ketika tidak rapi melakukan transisi dan tidak bisa menutup  dengan baik Ribery yang melakukan cut in.

Dengan pemain yang lebih banyak di tengah, Bayern juga lebih cepat ketika melakukan pressing di semua posisi pemain City memegang bola. Memakai dua striker yang seharusnya hanya melawan dua bek tengah Bayern, City kesulitan mendapatkan momentum karena Lahm dan Schwensteiger dengan cepat membantu melakukan pressing setiap City melakukan serangan balik.

Babak Kedua

Di babak kedua Pellegrini menginstruksikan Aguero untuk menempel Lahm. Hal ini membawa beberapa efek untuk permainan Bayern. Toni Kroos dan Schwensteiger harus lebih turun untuk membantu build up serangan Bayern yang akhirnya mengurangi pressing Bayern di depan ketika mereka kehilangan bola.

Menurunnya level pressing Bayern menyebabkan tempo permainan menjadi lebih pelan dan mulai bersahabat dengan Yaya Toure. Dia mulai terlibat dalam permainan dan mengontrol serangan City dari posisi cukup dalam dengan membagi bola ke kedua flank. Babak pertama Yaya Toure hanya membuat 10 umpan dan meningkat jadi 40 di babak kedua.

Terkait:  Preview Brazil vs Meksiko: Backthree Akan Memberi Meksiko Kesempatan Melawan

Bermain lebih ke dalam membuat Bayern bermain lebih direct dengan bola-bola diagonal dan penguasaan bola City yang lebih baik membuat serangan Bayern menjadi lebih bersifat counter attack. Transissi pertahanan City sekarang diuji secara vertical daripada horizontal. Gol kedua Bayern menunjukkan City gagal menyusun rapi offside trap ketika defensive line harus naik lagi ke atas dan Clichy tertinggal untuk menyusun garis offside dan di eksploitasi oleh Muller lewat umpan diagonal Dante. Gol ketiga hasil dari blunder Fernandinho yang berakibat Bayern dapat break dan Nastasic gagal menghentikan Robben.

City Tactical Change

Baru pada menit ke 69 Pellegrini melakukan perubahan taktik secara mendasar dengan menarik keluar Nasri dan Aguero, memasukkan Milner dan Silva. Ini membuat mereka bermain 4-2-3-1 dan dengan posisi awal Silva yang di tengah, mereka baru bisa mengimbangi lini tengah Bayern karena ada situasi di tengah sekarang menjadi 3 vs 3.

Silva dengan cerdik selalu mengambil posisi diantara Lahm dan Kirchhoff, hal ini berhasil menarik mereka untuk melakukan cover terhadap dirinya. Situasi ini membuat Fernandinho unmarked oleh pemain tengah Bayern dan beberapa kali melakukan sprint ke depan ketika City menguasai bola. Aksi Fernandinho ini berkontribusi terhadap gol Negredo dan kartu merah yang diterima Boateng.

Kesimpulan

Pellegrini berusaha memaksakan gayanya di laga ini dengan 4-4-2 flat khas miliknya selama ini. Tapi dengan cara main City yang possession based dan harus bertarung dalam kontes possession ball dengan tim yang sangat baik menguasainya, 4-4-2 flat yang dipakai tidak bekerja sejak peluit awal pertandingan. Sayang sekali cukup lama bagi dia untuk merubah taktik menyesuaikan kondisi tim di lapangan.

Terkait:  Real Madrid 3 - 1 Barcelona: Enrique Masih Hijau Untuk Clasico

 

Apa Pendapatmu?