List of feeds URL

Kenapa Maroko Bisa Balikkan Keadaan vs Timnas U23?

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Berhasil unggul di awal laga dan bertahan cukup nyaman sepanjang babak pertama, akhirnya Indonesia U23 harus mengakui keunggulan Maroko yang berhasil comeback dengan dua gol di babak kedua. Keikutsertaan pertama kali Timnas di ajang Islamic Solidarity Games gagal berbuah medali emas.

 

Kenapa Maroko Bisa Balikkan Keadaan vs Timnas U23?

High up pressing yang dilakukan Timnas U23 di babak pertama bisa dikatakan sangat sukses. Memaksa Maroko membuat blunder yang menghasilkan hadiah tendangan pinalti, membuat banyak break yang jadi peluang dan sekaligus mematikan poros utama serangan Maroko yang ada di double pivot mereka, kapten Al Ashabi Anas dan El Jaaouani. Andik dan Bayu Gatra mendapat keuntungan dengan tidak naiknya fullback Maroko ketika build up sehingga mereka juga bisa melakukan pressing ke double pivot Maroko sekaligus.

Tapi di babak kedua situasi sedikit demi sedikit berubah. Turunnya defence line Timnas U23 membuat Rasyid yang sebelumnya melakukan covering bersama Ramdhani kepada double pivot Maroko harus ikut turun. Maroko juga mulai memaksa dua fullbacknya untuk naik dan jauh dari dua bek tengahnya. Kondisi ini juga mengharuskan Andik dan Bayu Gatra ikut tertarik turun. Di depan Timnas U23 mulai kehilangan pressure karena terjadi situasi 2 vs 4 dimana Timnas U23 hanya menyisakan Ramdhani dan Sunarto.

Situasi lebih buruk lagi ketika pertengahan babak kedua Sunarto dan Ramdhani kelihatan sudah kehabisan tenaga karena intensitas pressing dan jarak counter attack yang cukup jauh dari gawang lawan. Sering berada di final third Indonesia, bola dengan mudah di distribusikan Al Ashabi Anas ke flank karena memang dari situ serangan mereka akan masuk pertama kali sebelum diselesaikan di tengah.

Terkait:  Catatan Dari Laga Perdana Sea Games 2013 Timnas U23 Lawan Kamboja

Kesimpulan

Contoh yang baik ditampilkan Maroko dengan menaikkan dua fullback mereka agar jauh dari centerback ketika build up untuk memaksa winger lawan mundur dan mengurangi pressure. Perubahan taktik yang terbilang cukup sederhana tapi jadi sangat efektif karena Indonesia gagal merespon dengan cara yang tepat.

Mulai drop deep buat mempertahankan keunggulan seperti yang dilakukan Timnas U23 merupakan hal yang umum di sepakbola. Tapi kehilangan pressure di tengah jadi sangat fatal ketika lawan main sangat lebar. Memberikan konteks kepada defence actions Sunarto dan Ramdhani seperti melakukan man marking kepada double pivot Maroko harusnya dipakai sejak awal. Pergantian pemain yang disia-siakan juga bukan keputusan yang baik melihat kondisi harus bertahan cukup dalam seperti ini.

Note: Artikel ini adalah video analysis. Tanpa melihat video di atas artikel, akan sulit memahami keseluruhan ide yang coba disampaikan.

Apa Pendapatmu?