List of feeds URL

Kenapa Barkley Tidak Cukup Bagus Untuk Hodgson

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Roy Hodgson tetap memakai 4-2-3-1 ketika Inggris melakukan ujicoba melawan Ekuador, setelah sebelumnya juga memakai skema yang sama melawan Peru. Belum ada pertanda the Three Lions akan bermain dengan cara lain di Brazil nanti, walaupun Liverpool sebagai penyumbang pemain terbanyak tidak pernah memakai formasi tersebut.

Di pertandingan yang berakhir sama kuat dengan skor 2-2 tersebut, Hodgson mengganti semua starting line-up dari laga sebelumnya, kecuali Wayne Rooney. Tapi kali ini Hodgson ingin menguji pemain Manchester United tersebut di posisi yang lain. Kali ini Rooney tidak bermain di belakang striker, namun di kedua sisi flank, yang di babak pertama di kiri dan berpindah ke kanan di babak selanjutnya.

Starting line up Inggris vs Peru

Starting line up Inggris vs Peru

Starting line up Inggris vs Ekuador

Starting line up Inggris vs Ekuador

 

Komposisi baru Inggris ini tidak bermain bagus, tapi tidak juga bisa dikatakan buruk. Walaupun turun dengan 10 pemain berbeda, cara mereka bermain cukup identik dengan starting line up ketika melawan Peru yang berakhir 3-0. Masing-masing memakai 4-2-3-1 yang cukup simpel, dengan winger yang bergerak masuk ketika fullback overlap.

Perbedaan dari keduanya terdapat pada tim pertama untuk melawan Peru yang lebih bagus ketika bertahan, namun ketika menyerang tidak mampu menghasilkan banyak peluang untuk dikonversi menjadi gol. Dua dari tiga gol yang dibuat, berawal dari skema set piece. Sedangkan satu gol dari open-play yang dikreasikan dan diselesaikan sendiri oleh Daniel Sturridge, setelah mendapat bola throw-in di area lawan. Total Inggris hanya membuat 10 peluang selama 90 menit kala itu.

Sedangkan tim kedua untuk melawan Ekuador, yang juga plus Rooney, terlihat tampil lebih tajam. Mereka berhasil membuat dua gol hasil team play dari 13 peluang yang didapat. Tapi sisi buruk dari tim kedua ini adalah mereka sangat buruk ketika bertahan. Antonio Valencia dan kawan-kawan berhasil membahayakan gawang Ben Foster 13 kali dan berhasil mencetak dua gol.

Terkait:  Indonesia U19 3 - 2 Korea Selatan U19: Lebih Kuat Di Tengah Dan Flank

Perbandingan Lini Serang

Cukup mengejutkan jika ternyata lini depan komposisi tim kedua lebih ganas daripada tim pertama. Perbedaan sangat jelas terjadi pada posisi no. 10, dimana Ross Barkley lebih bisa menghubungkan ketiga rekannya di depan, daripada ketika Rooney di posisi itu. Barkley berhasil membuat satu assist, empat dribble dan satu shot. Sedangkan Rooney di laga sebelumnya dengan posisi yang sama, hanya membuat satu dribble dan satu shot. Selain itu, movement Alex Oxlade-Chamberlain dan Rickie Lambert lebih efisien daripada Adam Lallana dan Danny Welbeck.

Rooney terlihat lebih efektif di flank, walaupun tidak spektakuler. Kali ini dia berhasil melakukan empat shot, daripada hanya satu ketika menjadi no. 10 di laga sebelumnya. Kekhawatiran jika pemain Manchester United ini malas melakukan trackback juga tidak terbukti. Rooney cukup rajin turun bertahan dan dua gol Ekuador juga tidak berasal dari sisi flank di posisinya berada.

Perbandingan Double Pivot

Posisi peran sentral untuk bertahan dan menyerang ini menjadi kunci perbedaan mencolok keseimbangan antara skuad pertama dan kedua. Tim yang diturunkan melawan Peru bisa dikatakan terlalu balance, sedangkan tim untuk berhadapan dengan Ekuador, tidak bisa menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Hodgson berhasil mengunci posisi Jordan Henderson, sehingga pemain Liverpool tersebut tidak liar naik seperti yang dilakukannya di klub. Henderson selalu dekat dengan Steven Gerrard yang berposisi cukup dalam ketika melawan Peru. Duet ini cukup bagus menghadang serangan balik lawan di tengah, ataupun ketika bertahan di depan kotak penalti.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?