List of feeds URL

Jerman 1 – 0 Argentina: Pendekatan Brilian Jogi Low Di Kondisi Tidak Ideal

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Sebenarnya komposisi ini tidak efektif untuk Jerman, karena tidak ada satupun tembakan yang dihasilkan sampai berakhirnya waktu normal dan extra time babak pertama. Rotasi yang dilakukan tidak terlalu menggoyang bentuk pertahanan Argentina yang selalu mengambil garis pertahanan rendah.

Gol baru hadir di extra time babak kedua, setelah untuk pertama kalinya Gotze bergerak sampai flank kiri dalam skema serangan yang cukup cepat. Pablo Zabaleta yang sejak awal head to head dengan Schurrle, tidak terlalu waspada ketika Gotze bergerak ke tengah. Sedangkan Martin Demichelis ragu-ragu antara mengikuti Muller yang turun atau menutup pergerakan Gotze.

Demichelis terlambat mengambil keputusan dan akhirnya terlambat untuk menutup Gotze. Sedangkan rekan duetnya, Ezequiel Garay, secara mengejutkan berada di posisi yang cukup jauh di tengah, padahal semua forward Jerman sedang berada di area kiri.

Kesimpulan

Persiapan yang kurang ideal, ternyata tidak menghalangi Jerman untuk memenangi laga ini. Tidak jelas apakah cedera mendadak Khedira yang membuat Jerman melakukan high press sejak awal. Jika memang begitu, maka pujian harus diberikan kepada Joachim Low, karena solusi dadakan dan pendekatan yang dipilih cukup tepat, sehingga Kramer tidak menjadi kelemahan, terutama saat bertahan.

Kejelian oleh Low membaca jalannya duel juga cukup terlihat dengan gol kemenangan yang diperoleh dari kreasi dua pemain pengganti. Keputusannya menahan pergantian terakhir juga berbuah manis, dengan memasukkan Per Mertesacker ketika sudah unggul.

Stamina yang cukup untuk melakukan high press sejak awal juga menjadi catatan bagus untuk tim Panser, apalagi ini adalah laga ke tujuh dalam tempo kurang dari sebulan. Namun mereka juga diuntungkan karena Argentina yang sebelumnya harus bermain sampai adu penalti melawan Belanda.

Terkait:  Atletico Madrid 1 vs 1 Barcelona: Simeone Mengunci Busquets

Sepertinya Sabella sudah melakukan yang terbaik untuk negaranya, walaupun berakhir dengan kekalahan. Hambatan waktu recovery yang lebih pendek dan cedera Angel Di Maria, membuatnya tidak memiliki banyak pilihan cara main.

Selama 112 menit Argentina bermain cukup baik walaupun tidak terlalu sering menyentuh bola. Pendekatan memakai low block membuat Sabella bisa memaksimalkan potensi semua pemain bertahannya. Walaupun akhirnya level konsentrasi mereka menurun dan harus Gotze berhasil mencuri gol.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?