List of feeds URL

Jerman 1 – 0 Argentina: Pendekatan Brilian Jogi Low Di Kondisi Tidak Ideal

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Mungkin Sabella berpikir jika timnya bermain cukup nyaman di babak pertama, sehingga tidak masalah mencoba skema yang lebih offensive. Tapi ternyata hasil di lapangan tidak jauh berbeda dari sebelumnya karena Low pun merespon dengan menyesuaikan cara main timnya.

Low ingin bermain aman dengan menarik Kroos lebih ke belakang dan lebih dekat dengan Schweinsteiger, yang membuat formasi Jerman dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1. Dia tidak ingin serangan balik Argentina, yang sekarang memakai dua striker, menjadi 3 vs 3 dengan lini belakang. Dengan pendekatan ini, Jerman tetap mempunyai satu pemain lebih dan tetap bisa melakukan double cover terhadap Messi.

Perubahan oleh sang lawan juga mempengaruhi cara menyerang Jerman. Trio Messi, Higuain dan Aguero berdiri cukup rapat jika dalam fase bertahan, dan membuat peran Schweinsteiger menjadi pivot cukup terganggu. Alhasil, kali ini Jerman lebih cepat memindah serangan ke flank, baik kanan maupun kiri.

Perubahan cara menyerang ini memberi Jerman lebih banyak tembakan ke gawang Romero, namun tidak terlalu mengancam karena lebih banyak dari luar kotak penalti. Dari sisi penguasaan bola justru lebih berkurang, karena mereka sekarang kesulitan memindah serangan ke flank jauh yang disebabkan terkuncinya posisi Schweinsteiger.

Inisiatif memakai dua striker ternyata tidak menambah ketajaman Argentina. Tempo mereka yang semakin lambat justru memudahkan Jerman menutup semua serangan yang dilakukan. Keluarnya Lavezzi, yang berakibat Messi harus bekerja sendiri mengangkut bola ke depan, menyebabkan penurunan tempo yang dimainkan.

Terkait:  Timnas U23 Menelan Malaysia U23 Walaupun Sempat Limbung

Sabella melakukan penyegaran dengan menarik keluar Higuain dan memasukkan Rodrigo Palacio. Cukup menarik jika ternyata Argentina tidak melakukan perubahan formasi dengan pergantian ini, yang berarti mereka tetap bermain dua striker, namun tanpa satupun bertipe poacher.

Palacio sempat memberi kejutan di awal, ketika Hummels tiba-tiba salah mengantisipasi umpan diagonal, dan pemain Inter Milan tersebut gagal menaklukkan Neuer. Namun tidak ada momen bagus lain setelahnya, dan bahkan komposisi duet penyerang baru ini gagal menghasilkan satupun peluang ketika mereka tertinggal.

Mario Gotze Dan Gol Kemenangan

Di menit 88, Low akhirnya melakukan pergantian kedua, dengan memasukkan Mario Gotze dan menarik keluar Klose. Perubahan ini membuat Muller sekarang mengawali di posisi tengah, karena Gotze cenderung mengawali posisi dari kanan. Tapi kedua pemain ini cukup sering juga bertukar posisi. Schurrle jadi satu-satunya forward yang statis karena area mainnya permanen di kiri.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?