List of feeds URL

Jerman 1 – 0 Argentina: Pendekatan Brilian Jogi Low Di Kondisi Tidak Ideal

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Tapi itu bukan masalah besar untuk mereka karena trio forward Jerman seringkali gagal mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan dengan telak, walaupun beberapa diantaranya dari dalam kotak penalti. Javier Mascherano dan Lucas Biglia juga terus menjaga jarak sempit dengan backline di belakangnya.

Argentina relatif lebih berbahaya dengan serangan balik yang dilakukan. Schweinsteiger lebih sering cepat turun ke belakang karena Messi yang seharusnya satu area dengannya, terus bergerak ke kanan.

Turunnya pemain Bayern Munchen ini bertujuan agar Mats Hummels bebas melakukan tracking terhadap Messi. Walaupun sering kalah ketika diajak adu lari oleh pemain terbaik dunia empat kali tersebut, tidak ada gol oleh Argentina karena antisipasi yang tepat oleh Schweinsteiger dengan lebih cepat turun.

Pujian juga harus diberikan kepada pemain Jerman lain yang selalu lebih cepat memenuhi area bertahan mereka, daripada pemain Argentina ketika naik. Intensitas luar biasa dari tim Panser ini sudah terlihat di laga sebelumnya, dan kali ini mereka masih mempunyai tenaga yang cukup untuk melakukannya lagi.

Pergantian Kramer Dan Schurrle

Hambatan yang diterima Low dengan cederanya Khedira ternyata belum selesai, karena Kramer, pemain yang mengisi posisi Khedira sudah harus keluar lapangan di pertengahan babak pertama karena cedera. Low mempunyai opsi untuk kembali menggeser Lahm ke tengah, namun dia lebih memilih memasukkan Andre Schurrle untuk menggantikan Kramer.

Pergantian ini memaksa Ozil kembali ke tengah, karena Schurrle menempati pos sayap kiri. Perubahan ini sebenarnya terlalu riskan, mengingat kemampuan bertahan Ozil yang lebih minim daripada Kramer. Namun Low cukup berani mengambil resiko ini.

Terkait:  Membedah China Bagian 2: Melihat Lebih Dekat Gelandang Bertahan China

Walaupun lebih lemah ketika bertahan, Ozil tidak terlalu agresif melakukan overload kotak penalti dengan peran barunya. Efek positif dari situasi ini, Jerman berhasil mengurung Argentina di defensive third mereka, karena Ozil yang selalu di luar kotak penalti lawan, membantu memutus alur umpan serangan balik ke Messi.

Die Nationalmannachaft mendapat momentum yang bagus di akhir babak pertama, dengan beberapa peluang bagus. Gelombang serangan mereka diakhiri tandukan Benedikt Howedes yang membentur tiang setelah tidak terkawal menerima umpan tendangan sudut.

Masuknya Aguero

Setelah masa jeda, Sabella mengubah struktur serangan timnya, dengan menarik keluar Lavezzi dan memasukkan Aguero. Perubahan ini membuat tim Tango berubah menjadi 4-3-1-2, yang juga merupakan skema favorit Messi karena jumlah rekan di depannya cukup banyak.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?