List of feeds URL

Inter Milan 0 – 3 AS Roma: Efisiensi Permainan AS Roma

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Pertandingan yang sangat menarik dari dua tim yang sedang on fire dan dua pelatih yang sedang pamer kejeniusan di awal musim. Sebenarnya kualitas kedua tim tidak terlalu jauh sampai ketika pemain Inter mulai melakukan beberapa error dan pemain Roma menunjukkan betapa efektifnya lini depan mereka.

introm

Laga ini mempertemukan 3-5-1-1 melawan 4-3-3 yang di atas kertas akan cukup sulit menemukan spareman untuk masing-masing tim dan pertandingan akan berlangsung ketat. Tapi tidak terjadi di pertandingan ini karena Walter Mazzarri menyusun Palacio, Alvarez dan Guarin sangat dinamis. Palacio dan Alvarez terus bergerak ke semua area bertahan Roma, sedangkan Guarin mengisi ruang-ruang yang kosong dari tengah, flank kanan dan depan.

Rudi Garcia mencoba menyeimbangkan permainan timnya dengan De Rossi yang dekat sekali dengan backfour dibantu oleh Strootman di tengah dan Pjanic mengontrol dari kanan. Di awal laga Florenzi di kiri cepat sekali turun untuk membantu Balzaretti ketika harus bertahan, sedangkan Gervinho berada di kanan dan jarang turun untuk bertahan. Roma tidak terlalu fluid ketika tidak menguasai bola, hanya Totti yang bergerak ke semua tempat. Sedangkan ketika bola di depan baru tiga pemain depannya melakukan transisi untuk membuka ruang tembak.

Pressing

Kedua tim sama-sama melakukan pressing sejak lawan melakukan goal kick, tapi Inter melakukannya jauh lebih baik. Roma langsung menaikkan Torosidis di kanan dan hanya Balzaretti di kiri menemani bek tengah ketika build up serangan dari bawah, sedangkan di tengah ada De Rossi dan terkadang ditemani Strootman. Ketika bola diumpan ke posisi Balzaretti, Nagatomo dan Guarin cepat melakukan cover kepada Balzaretti dan Strootman. Hal ini membuat Roma sulit sekali mengirimkan bola ke depan. Dengan Palacio dan Alvares bergantian menutup Castan dan De Rossi, Inter memaksa Roma masuk lewat sisi kanan yang crowded dengan adanya Pereira, Taider dan Cambiasso.

Terkait:  Fiorentina 0 - 1 Juventus: Solusi Tidak Komplit Montella

Inter dapat banyak break hasil dari menahan serangan Roma di sisi kiri pertahanannya. Walaupun cukup jauh dari gawang Roma, Inter bisa melakukan counter attack dengan lima pemain, terutama pemain yang di sisi kanan seperti Guarin dan Nagatomo yang memang melakukan high up pressing. 30 menit awal Inter bisa melakukan enam shot sedangkan Roma sendiri hanya tiga.

Roma juga melakukan pressing sejak Inter bangun serangan dari bawah. Roma memakai 4-1-4-1 untuk melakukan ini dengan De Rossi tetap dekat backfour mereka. Tapi Inter dengan backthree-nya mudah untuk membentuk triangle dan pemain Roma tidak pernah bisa benar-benar menyentuh pemain Inter. Di tengah De Rossi malah kesulitan menutup Alvares dan Guarin yang terus bergerak. Di belakang Roma juga kesulitan menutup Palacio yang terus menarik Benatia dan Castan keluar dari posisinya.

Kelebihan Dan Kekurangan Serangan Inter

Inter menguasai  bola dan menyerang dengan sangat baik, dua pemain depannya membuka ruang dan membuat lini tengah Roma kelabakan untuk menutup gerakan mereka. Dengan Pereira dan Nagatomo coba memaku dua fullback Roma di flank, Alvares dan Palacio terus-menerus membuat De Rossi, Strootman dan Pjanic out of position dan memberi Inter banyak peluang.

Tapi Inter kesulitan mendapat peluang dengan jarak yang cukup dekat dengan gawang. Hanya satu dari tujuh tembakan Inter yang dari dalam kotak penalti. Mereka kesulitan mendapatkan momentum memasukkan pemain ke dalam kotak pinalti karena tempo yang mereka pakai memang sangat cepat. Hanya Guarin yang beberapa kali coba berada di dalam kotak penalti. Roma pun menyegel kotak penalti mereka dengan baik, De Rossi sering sejajar dengan backfour mereka jika Inter bisa masuk. Selama babak pertama Inter hanya melakukan lima crossing dan dua menemui sasaran.

Terkait:  Laos U19 Energetic Pressing Vs Indonesia U19

Defence Error

Inter bisa dibilang bertahan cukup nyaman di 15 menit awal. Menutup rapat sisi kiri Roma dan bertarung dengan baik di sisi Kanan terutama melawan Gervinho. Beberapa kali counter attack masuk namun Roma hanya bisa membuat dua tembakan. Tapi Ranocchia tiba-tiba membuat bad clearence di sisi kiri Roma ketika Nagatomo terlanjur naik, Balzaretti dengan cepat mengirimkan umpan ke tengah yang di akhiri oleh tembakan Totti yang jadi gol pertama.

Error kedua terjadi ketika Juan Jesus mencoba naik melakukan dribbling melewati beberapa pemain tengah Roma yang akhirnya bisa direbut dan Gervinho terpaksa dijatuhkan Pereira di kotak penalti. Dengan gol terakhir oleh Florenzi, total Roma hanya melakukan lima tembakan dan dua on target. Dari dua yang on target semua menjadi gol, menunjukkan betapa efisien dan tajamnya tim asuhan Rudi Garcia ini.

Babak Kedua

Mudah ditebak jika Roma tidak terlalu bernafsu menyerang di babak kedua, tapi malah yang terjadi Mazzarri sendiri yang menyudahi perlawanan Inter di babak ini. Mazzarri mengacak formasi Inter seperti sebagai ajang ujicoba daripada mencoba mengejar ketertinggalan.

Perubahan pertama ketika Icardi menggantikan Pereira. Inter berubah menjadi 4-3-3 dengan trio Alvarez, Icardi dan Palacio di depan. Backfour diisi oleh Nagatomo, Rolando, Ranocchia dan Juan Jesus. Formasi ini cukup baik, dalam 10 menit mendapat empat shot, tiga diblok di dalam kota penalti.

Perubahan kedua ketika Kovacic menggantikan Taider, Inter sekarang memakai 4-2-3-1. Guarin jadi winger kanan dan Palacio di belakang Icardi. Formasi ini terbilang gagal menghadapi 4-1-4-1 karena tiga pemain tengah Inter di posisi yang sama dengan pemain tengah Roma. Hanya menghasilkan dua shot off target di luar kotak penalti dalam 15 menit.

Terkait:  Brazil 3 vs 1 Kroasia: Niko Kovac Kurang Detail Dan Kurang Beruntung

Perubahan terakhir dengan Milito menggantikan Guarin. Inter sekarang memakai 4-4-2 dengan duet striker Milito dan Icardi, winger Palacio dan Alvarez. Rudi Garcia merespon ini dengan menggantikan Florenzi dengan Marquinho untuk membantu tengah dimana De Rossi semakin ke belakang dekat dengan bek tengah. 20 menit skema ini Menghasilkan enam shot, satu on target dan satu diblok di kotak penalti.

Kesimpulan

Rudi Garcia menunjukkan kematangannya di laga kali ini. Inter melakukan pressing sangat baik dan membuat Roma tertekan, tapi tidak ada tanda kepanikan berlebihan dari dia. Malah sempat terjadi perubahan cukup menarik ketika  mencoba memanfaatkan space yang ditinggal Nagatomo dengan menaruh Gervinho di kiri. Beberapa kali Gervinho menciptakan peluang karena langsung berhadapan dengan Rolando dan mengirim passing berbahaya ke tengah.

Seperti yang dikatakan Walter Mazzarri seusai laga kalau skor akhir tidak menunjukkan perbedaan sebenarnya dari kedua tim, sepertinya benar. Absennya Campagnaro tidak memberikan Inter ketenangan di belakang sehingga beberapa blunder fatal sampai terjadi.

Apa Pendapatmu?