List of feeds URL

Indonesia U23 1 vs 0 Brunei U23: Garuda Muda Masih Kesulitan Menyelesaikan Serangan

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Ini pertandingan ketiga Rahmad Darmawan (RD) menangani Timnas U23 setelah sekali draw dan sekali kalah melawan Singapura. Karena masih seleksi untuk persiapan Sea Games, RD mencoba beberapa pemain baru. Andik Vermansah dan Bayu Gatra tidak masuk skuad. Beberapa pemain baru dicoba pada laga ini. Ada nama Alfian Tuasalamoni, Syamsir Alam, David Laly dan beberapa pemain lain.

707

 

Pasukan Garuda muda menunjukkan bagaimana seharusnya 4-2-3-1 dimainkan dalam build up serangan. Tapi mereka kesulitan memecah superioritas Brunei di dalam kotak penalti.

Membangun Serangan

Indonesia menikmati space yang longgar di area sendiri dengan Pelatih Brunei Kwon Oh Son menyusun anak asuhnya tidak melakukan pressing dari atas. Hanya dua strikernya yang coba merebut bola di area Indonesia melawan empat bek dan double pivot, Rizky Pellu dan David Laly. Tapi Brunei menyusun two bank of four yang cukup compact di areanya sendiri. Defence Brunei cukup rapi, defence line naik turun untuk tidak menyisakan space diantara lini tengah dan belakang. Tapi defence mereka kurang cepat transisi dari satu sisi ke sisi lain sehingga sering membiarkan dua winger Indonesia, Okto dan Ramdhani, masuk.

Ada empat pemain yang berperan besar dalam suksesnya prosesi ini. Rizky Pellu dan David Laly menunjukkan energi yang besar untuk terus memindah bola dari kanan atau kiri. Hal ini sering membuat dua winger Indonesia terbebas dari marking pemain Brunei. David Laly pun terlihat hampir di semua sisi lapangan, Rizky lebih berperan membagi bola dengan long pass-nya.

Terkait:  Analisa Pertahanan Juventus Vs Real Madrid: Lebih Lambat Lebih Baik

Pemain lain yang berperan adalah agresifnya Alfian untuk naik overlap winger kanan. Aksi alfian ini yang mendorong defence line Brunei mundur. Aksi serupa tidak terlalu banyak dilakukan Diego Michels di kiri. Satu pemain terakhir adalah Aldaeir yang terus bergerak ke arah flank tempat bola berada dan mengoverload sisi itu. Movement Aldaeir dan Alfian ini membuat tempo yang dimainkan Timnas menjadi sangat cepat. Tekanan di flank ini juga sering langsung diteruskan menjadi crossing daripada menahan bola dulu.

Final Third Problem

Gerak diagonal Aldaeir bisa membelah dua lapis pertahanan Brunei dengan baik. Aksi ini juga membuka space buat David Laly buat naik sampai depan kotak pinalti. Tercatat David Laly melakukan tiga long range shot, walaupun tidak membuahkan hasil. Sekali Aldaeir mengeksekusinya sendiri ketika defence Brunei terbuka.

Tapi hanya sampai disitu pasukan Rahmad Darmawan ini bisa bergerak, selebihnya Brunei menempatkan minimal lima pemain di kotak penalti. Syamsir Alam yang bermain cukup statis di laga ini seringkali hanya sendirian. Tentu saja crossing selalu gagal. Ketika Aldaeir atau Ramdani bisa masuk pun seringkali tidak punya space yang bagus buat shot. Sampai akhir babak pertama, Timnas mengalami deadlock.

 

Perubahan Komposisi

Babak Kedua Syamsir Alam keluar diganti Nico Malau. Nico Malau jauh lebih aktif bergerak, seringkali dia turun dan switching position dengan Aldaeir. Hal ini membuat serangan Timnas mulai bervariasi dan diawali dari tengah. David Laly pun sekarang lebih naik dari Rizky Pellu. Defence Brunei lebih merapat ketengah dan beberapa kali winger Indonesia yang menikmati space untuk langsung masuk ke kotak pinalti dan membuat peluang.

Terkait:  Belanda (4) - (3) Kostarika: Waspada Jadi Kunci Van Gaal Taklukkan Pinto

Tempo menjadi lebih lambat karena serangan menjadi narrow. Tapi ini malah sedikit memperbaiki masalah kekurangan orang di kotak pinalti karena Aldaeir dan Ramdhani sekarang punya waktu untuk bergerak masuk. Walaupun dimensi serangan timnas lebih baik, tapi belum cukup untuk menggetarkan jala gawang Brunei. Gol akhirnya pun datang dan lahir lewat tendangan sudut oleh Andri Ibo.

Masuknya beberapa pemain seperti Fandi Eko Utomo dan Syahroni pun merubah cara bermain Timnas. Terutama Fandi yang sebetulnya seorang trequartista dan di tempatkan RD di winger kiri, secara alamiah di terus cut in masuk ke tengah. Hal yang sebelumnya tidak dilakukan oleh Okto dan Ramdhani. Fandi juga selalu masuk kotak pinalti bila ada crossing, yang tidak dilakukan oleh okto.

Cara bertahan Brunei ini memang membuat situasi sulit bagi barisan depan Garuda muda. Tapi juga membuat mereka sulit keluar dari tekanan dan membuat barisan belakang Indonesia jarang mendapatkan tekanan.

Akhirnya

Memakai 4-2-3-1 dengan second striker bergerak ke flank yang dipakai RD ini mirip dengan 4-2-3-1 Madrid era Mourinho dengan Aldaeir memerankan role Ozil. Tapi bedanya winger Madrid lebih sering cut in ke dalam menfaatkan space di tengah. Madrid juga punya Kheidira dengan tenaga kuda dari tengah ke kotak pinalti, Laly memang naik tapi jarang masuk kotak pinalti. Kekurangan ini membuat Timnas kesulitan menciptakan peluang mutlak di babak pertama.

Babak kedua menunjukkan kekayaan tipe pemain dari skuad seleksi Sea Games ini. Rahmad Darmawan mempunyai banyak pilihan, tapi juga akan lebih sulit menentukan tipe pemain yang benar-benar dibutuhkan.

Apa Pendapatmu?