List of feeds URL

Indonesia U19 1 – 1 Malaysia U19: Momentum Maldini Jadi Penyelamat

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Indonesia U19  lolos ke knockout round AFF U19 2013 setelah bermain seri melawan Malaysia U19. Walaupun harus berada dalam nervous moment selama babak pertama, Indonesia akhirnya bisa keluar dari tekanan di babak kedua untuk mengklaim satu tempat di semifinal.

Formasi

inamal19

Indra Sjafri terpaksa harus kehilangan dua pemain belakangnya, Hansamu dan Fatchurohman karena akumulasi kartu. Di fullback kiri Indra Sjafri memasang Mahdi Fahri, di fullback kanan memasang Dimas Sumantri, sedangkan Putu Gede digeser ke tengah mengisi posisi Hansamu. Di depan cedera yang dialami Muchlis Hadi memaksa Indra Sjafri menggeser Dinan Yahdian ke tengah dan memasang Hendra Sandi sebagai outside forward kanan.

Pelatih Malaysia Aminuddin Hussin menggunakan 4-4-2 dengan M. Jafri dan Thanabalan sebagai ujung tombak. Double pivot diisi oleh Adam Nor dan Faris Rosli serta dua sayap oleh Alif Haikal dan Adam Syafiq. Malaysia menerapkan high defensive line walaupun tidak ekstrem seperti Myanmar.

Timnas Kehilangan Kontrol

Malaysia menggunakan formasi yang sama dengan Thailand yang memakai 4-4-2, namun Malaysia tidak hanya bergantung kepada winger saja untuk memasok bola ke depan. Duet striker Malaysia yang mempunyai fisik yang bagus selalu dalam posisi yang berdekatan di tengah, dari sisi manapun ketika pemain Malaysia mempunyai ruang untuk melakukan umpan, bola akan langsung dikirim ke depan dan duet ini yang mengerjakan sisanya.

Strategi yang cukup sederhana dari Malaysia tapi harus membuat Indra Sjafri memutar otak untuk menutupnya. Dengan duet striker Malaysia ada di tengah, mereka bertarung langsung dengan bek tengah Indonesia Putu Gede dan M. Sahrul. Striker kembar Malaysia yang berdekatan dan terkoneksi dengan baik, bisa menahan bola atas dan bertarung merebut bola bawah dengan baik. Situasi ini membuat duet bek tengah Indonesia selalu dalam posisi sulit karena jika mereka berhasil lewat, maka tinggal berhadapan dengan kiper.

Terkait:  Membedah China Bagian 3: Melihat Defensive Work China Dan Cara Membongkarnya

Dengan kondisi ini dua fullback Indonesia tidak bisa berada dalam jarak yang jauh dengan bek tengah. Hal ini menimbulkan masalah baru buat Indonesia karena dua winger Malaysia yang mengambil posisi mendekati touchline jadi tidak tercover. Indra Sjafri menukar posisi Dinan dan Ilham, menarik mundur Hendra Sandi dan Dinan untuk menutup dua winger Malaysia.

Perubahan ini membuat defence Indonesia kehilangan tekanan di depan. Fullback Malaysia yang sekarang ganti tidak tercover terus mengirim masuk lagi bola yang keluar dari final third mereka ke depan. Indonesia juga kesulitan membuat counter attack menjadi efektif karena terlalu jauhnya posisi wide forward di belakang. Setelah ketinggalan Indra Sjafri merubah formasi menjadi 4-3-1-2 dengan Dinan dan Ilham duet di depan, Evan Dimas di belakang mereka serta Hendra Sandi menjadi gelandang kanan.

Salah satu hal yang membuat Indonesia sulit berkembang adalah mereka tidak mampu memainkan bola dengan temponya sendiri. Dengan dua debutan di lini belakang dan sekali lagi dalam tekanan seperti ketika melawan Vietnam, Indonesia membuang kekuatan utama mereka untuk attack by numbers dengan tempo sedang yang membuat pemain lawan turun jauh di belakang. Bola dari belakang terus di dorong cepat ke depan dan terperangkap tempo cepat Malaysia. Dari semua gol Indonesia, hanya sekali gol didapatkan dengan cara seperti ini yaitu ketika melawan Myanmar. Gol lain lebih banyak terjadi ketika mereka mendapat break setelah mengurung lawan dengan high defensive line.

Maldini

Cedera Hendra Sandi memaksa Indra Sjafri memasukkan Maldini lebih cepat. Mungkin memang benar dia adalah monster buat bek lawan kalau sedang fit seperti juga perannya atas gol Evan Dimas ke gawang Thailand setelah masuk sebagai pemain pengganti. Indonesia cepat kembali ke 4-3-3 dan kemampuan dribble Maldini berhasil menarik winger kiri Malaysia mundur untuk cover fullback-nya. Selain mendapat momentum menekan dan mencetak gol, serangan Malaysia juga berkurang karena dukungan dari winger-nya menghilang.

Terkait:  Utak Atik Skuat Timnas Untuk AFF 2014

Malaysia 4-3-3

Karena butuh menang, Malaysia menarik Alif Haikal digantikan oleh Arif Anwar dan sekarang memakai 4-3-3. Bukannya menambah penetrasi ke defence Indonesia, Malaysia malah kehilangan attacking threat dari ketika mereka memakai striker kembar sebelumnya. Tiga midfielder mereka pun tidak bisa cover lapangan tengah dengan baik sehingga beberapa kali Evan Dimas bebas dan menjadi kreator peluang Indonesia.

Kesimpulan

Mungkin pilihan yang sulit buat Indra Sjafri ketika harus menurunkan pemain baru di lini belakang, tapi kalau bertemu lagi dengan Vietnam di final dengan kondisi seperti ini, Indonesia akan kehilangan gelar di depan mata sekali lagi.

 

Highlight Pertandingan

 

Apa Pendapatmu?