List of feeds URL

Hakan Calhanoglu: Bakat Turki Yang Hilang

Author: Aun Rahman (twitter: @aunrrahman)

11 February 2009, pemuda kelahiran Gelsenkirchen yang memiliki darah Zonguldak, sebuah etnis kuno di Turki memulai debut untuk negara yang telah menjadi tempat tinggalnya sejak lahir, Jerman. Mesut Ozil nama pemuda tersebut. Berlari dengan lincah, mengoper bola, sekaligus menunjukan bahwa di usianya yang kala itu masih 21 tahun dirinya seakan ditakdirkan untuk menjadi dirigen lini tengah Die Nationalmanschaft di masa mendatang.

Jerman menemukan bakat emas, sementara disi lain Turki jelas telah kehilangan bakat yang akan membuat sepakbola mereka berkembang ke arah yang lebih baik. Setahun kemudian di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, dimana Turki tidak berhasil lolos Pefroma spesial, Ozil pada turnamen 4 tahunan tersebut bersama Jerman, menunjukan betapa besar apa yang dilewatkan oleh negara yang terkenal dengan kebabnya ini. Dirinya menjadi salah satu sensasi Jerman sepanjang turnamen bersama pemain muda lain asal Bavaria, Thomas Muller yang kala itu bahkan menjadi pencetak gol terbanyak.

Ozil memilih Jerman, karena dirinya merasa sudah menjadi orang jerman. Dirinya merupakan generasi ketiga keluarganya yang sudah menetap di Gelsenkirchen setelah bermigrasi dari Turki pasca Perang Dunia 2. Pilihan yang tentunya tidak bisa disalahkan karena Jerman jelas akan memberikan kehidupan sepakbola yang lebih prospektif dibandingkan Turki. Bahkan 4 tahun setelah piala dunia pertamanya. Ozil berhasil membawa Jerman menjuarai Piala Dunia di Brasil, tepat tahun lalu.

Tetap di sisi lain Turki jelas sangat sangat kehilangan potensi sempurna yang bisa membuat pesepakbolaan mereka lebih baik. Namun kekecewaan tersebut nyatanya tidak berlangsung terlalu lama, Setahun sebelum Ozil mempersembahkan gelar Juara Dunia kepada Jerman, tepatnya pada 6 September 2013. Turki memperkenalkan kepada publik sepakbola Internasional seorang gelandang serang muda mereka yang dipercaya akan melebihi Mesut Ozil. Adalah Hakan Calhanoglu yang masuk pada pertangahan babak kedua untuk memulai pertandingan perdananya berbalut kaus putih bergaris merah  warna kebesaran Ay Yildizlilar, Julukan tim nasional sepakbola Turki.

Terkait:  Dortmund 0 - 3 Munchen: Pep Menghancurkan Two Banks Of Four Klopp

Sama seperti Ozil, Hakan Calhanoglu lahir di Jerman. Calhanoglu lahir pada 8 Februari 1994 di Mainheim, Negara Bagian Baden-Wurttemberg, Jerman. Memulai karir sepakbola profesionalnya di Kalsruher SC pada 2011, kemudian hengkang ke Hamburg SV semusim kemudian. Calhanoglu yang pada awal musim ini menandatangani kontrak 5 tahun dengan Bayer Leverkusen setelah ditransfer dari Hamburg dengan nilai transfer sebesar 14.5 Juta Euro ini, sudah mengemas 19 gol dari tiga musimnya perdananya di Bundesliga 1.

Apa yang membuat Calhanoglu dianggap bisa melebihi Ozil, dan bahkan membawa Turki ke level yang lebih baik?

Ozil dan Calhangolu sama sama beroperasi sebagai gelandang serang, keduanya lincah, cerdas dan memiliki operan yang bagus, akan tetapi ada sesuatu yang tidak dimiliki oleh Ozil tetapi merupakan sesuatu yang spesida dimiliki oleh Calhanoglu. Mungkin bagi para penikmat sepabola yang mengikuti Bundesliga dalam beberapa tahun terakhir mengetahui senjata apa yang membuat Hakan Calhanoglu menjadi begitu mematikan. Ya Tendangan Bebas, Dengan usia yang masih sangat muda dirinya sudah menjadi Free Kick King di Bundesliga selama 2 tahun terakhir. Musim ini saja bersama Leverkusen dirinya mencatatkan 7 dari 8 gol yang berhasil dicetak berasal dari tendangan bebas.

Para penjaga gawang top Bundesliga sudah ditaklukan oleh dirinya mulai dari Yann Sommer, Diego Benaglio, Roman Weidenfeller hingga pemain yang disebut sebut sebagai penjaga gawang terbaik dunia saat ini, Manuel Neuer dari FC Bayern sudah merasakan betapa dashyatnya sepakan bola mati yang dilepaskan oleh Calhanoglu, dimana dirinya mengaku sangat terinspirasi oleh eksekutor bola mati asal Brasil, Juninho Pernambucuano.

Penjaga gawang Borussia Dortmund , Roman Weidenfeller mungkin adalah korban paling sensasional dari peluru kendali yang ditembakan Calhanoglu melalui sepakan bola mati.

Terkait:  Banyak Pelajaran Dari Kekalahan Timnas U19 Atas Myanmar

Pada lanjutan Bundesliga musim lalu, Hamburg SV berhadapan dengan Dortmund di Imtech Arena, di menit menit akhir menjelang akhir pertandingan, Der Dinosaurier julukan Hamburg SV mendapatkan tendangan bebas di jarak 40 yard. Bola tersebut diambil oleh Calhanoglu. Dan yang mengejutkan adalah dirinya tidak memutuskan untuk mengumpan kepada rekannya, tetapi Calhanoglu melepaskan tendangan bebas dari jarak sejauh itu yang menghujam gawang Die Borussien tanpa mampu dihalau Weidenfeller, yang mana gol tersebut mengundang reaksi tawa kecil dari pelatih Jurgen Klopp yang seakan tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Calhanoglu. Dan tentu saja gol tersebut menjadi Goal of The Year Bundesliga tahun 2014.

Free Kick Sorcerer atau Free Kick King begitulah bagaimana Calhanoglu disebut saat ini, Ozil juga bisa melakukan tendangan bebas, tapi tidak sespesial yang dilakukan oleh Calhanoglu, setiap tendangan bebasnya adalah Masterpiece.kemampuan spesialnya ini juga yang membuatnya masuk nominasi European Golden Boy musim lalu

Dengan usia muda Calhanoglu jelas memiliki masa depan yang terbentang luas dihadapanya. Apabila di usianya yang belia ini saja sinar kebintangannya sudah mulai terasa apalagi jika nanti apabila dirinya sudah menjadi pemain pemain yang benar benar matang. Ditambah dengan suasana kondusif klubnya saat ini, Bayer Leverkusen. Yang bermain stabil di papan atas Bundesliga dalam beberapa musim kebelakang.

Turki jelas menaruh harapan kepada bakat spesial Calhanoglu, setelah lepasnya Mesut Ozil ke tangan Jerman. Dan tidak berkembanganya performa Arda Turan, Calhanoglu jelas memikul ekspetasi yang cukup besar. sekaligus berharap dirinya tidak berakhir seperti gelandang serang kelahiran Jerman lain, Yildiray Basturk yang gagal memenuhi ekspektasi atas potensinya.

Apa Pendapatmu?