List of feeds URL

Fiorentina 4 – 2 Juventus: Conte Gagal Menangkap Perubahan Montella

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Pasukan Fiorentina melakukan comeback luar biasa setelah tertinggal dua gol dari Juventus di babak pertama. Artemio Franchi menjadi saksi duel taktik dan mental yang sangat luar biasa antara dua tim yang masing-masing dipimpin oleh pelatih muda Italia, Vicenzo Montella dan Antonio Conte.

fj

Menguasai Lini Tengah Tapi Tumpul

Montella menggunakan 3-5-1-1 di pertandingan kali ini dengan trio Ambrosini, Pizarro dan Borja Valero di tengah. Sebagai wingback berdiri Cuadrado di kanan dan Pasqual di kiri. Sedangkan di depan Montella meninggalkan Giuseppe Rossi sendirian, Aquilani di deploy untuk menghubungkan tengah, flank dan Rossi.

Memakai Aquilani untuk menemani Rossi merupakan tambahan pemain yang bagus untuk menguasai lini tengah, karena di sisi lain Juventus hanya memiliki trio Pirlo, Pogba dan Marchisio. Dominasi Fiorentina di tengah jadi tidak terbendung dengan Cuadrado yang menjadi wingback kanan terus masuk ke tengah ketika mencoba menusuk.

Ketika build up serangan, Fiorentina menggunakan Pizzaro dan Ambrosini sebagai double pivot. Sedangakan Borja Valero dan Cuadrado langsung naik ke area Juventus. Dengan double pivot mudah sekali Fiorentina mendikte permainan di tengah karena Pogba harus turun menutup Valero dan posisi dari Marchisio terlalu jauh untuk bertarung dengan mereka.

Juventus membiarkan Fiorentina lama memegang bola. Sedangkan mereka sendiri mencoba membuat defensive block yang solid dari depan kotak penalti sampai garis tengah lapangan menggunakan 10 pemain dengan Teves dan Llorente juga di area sendiri. Elemen terpenting dari pressing Juventus ini adalah bagaimana mereka membuat Fiorentina kehilangan sudut serangan yang bagus. Padoin dan Asamoah tidak membiarkan Pasqual dan Cuadrado naik terlalu jauh, mereka langsung melakukan pressing jika keduanya masuk area pertahanan Juventus.

Dengan Pogba yang bisa menutup Borja Valero dengan baik, otomatis hanya Aquilani sendiri yang bebas. Aquilani bergerak ke semua sisi pertahanan Juventus namun dia kesulitan mendapatkan teman yang bebas dari marking. Situasi ini membuat Rossi terisolasi terutama ketika Aquilani bergerak turun. Dia baru bisa mendapat bola ketika mencoba turun untuk lepas dari marking, tapi dengan Juventus memakai tiga bek dan hanya Aquilani pemain paling dekat yang bebas, Fiorentina tidak pernah mendapat momentum yang bagus dengan cara ini.

Terkait:  Preview Italia vs Inggris: Semua Tergantung Roy Hodgson

High Up Pressing Yang Cepat Kehilangan Tekanan

Fiorentina melakukan high up pressing dengan defensive line cukup tinggi. Mereka menekan di area Juventus dengan tujuh pemain dan meninggalkan backthree-nya menjaga Teves dan Llorente. Tapi menekan tim yang menggunakan backthree tidak lah mudah. Tiga bek di belakang otomatis bisa membuat triangle untuk terus memutar bola, sedangkan dua wingback memberikan solusi lebar lapangan dan membuat lawan harus melakukan pressing di area yang cukup luas.

Juventus sendiri cukup mudah untuk membuat pressure Fiorentina berkurang ketika Pogba dan Marchisio bergerak naik dan melebar. Situasi ini membuat Ambrosini dan Borja Valero ikut turun dan otomatis memaksa defensive line Fiorentina bergerak turun menyesuaikan posisi dan melakukan transisi.

Di lini depan Juventus, kombinasi Llorente dan Teves memberi Fiorentina banyak masalah dan konstan terjadi selama 45 menit. Teves sering lebih turun dari Llorente. Ketika umpan datang, Llorente bergerak ke kanan dan menarik Rodriguez yang akhirnya memberi space untuk Teves. Garis pertahanan yang cukup tinggi membuat backthree Fiorentina kesulitan menutup duet striker Juventus yang cukup cepat ini dengan area yang cukup luas di belakangnya.

Movement melebar dari Marchisio dan Pogba juga membuat lini tengah Fiorentina mudah terbuka dan hanya menyisakan Pizarro. Dengan jarak bek dan striker Juventus yang tidak terlalu jauh karena high defensive line Fiorentina, bola dari belakang dengan mudah menemukan Teves dan Llorente dan mengeksploitasi pertahanan Fiorentina.

Unbalance Fiorentina

Di menit 22, Montella menarik keluar Ambrosini dan memasukkan Mati Fernandez. Di awal dia masuk, dia masih menempati posisi sama dengan Ambrosini di kanan. Tapi kemudian Montella memindahnya ke kiri untuk overload sisi kanan Juventus. Sedangkan untuk menggantikan di kanan, Montella membuat Roncaglia untuk lebih advance naik ketika menyerang padahal dia adalah stopper kanan.

Terkait:  Preview Brazil vs Meksiko: Backthree Akan Memberi Meksiko Kesempatan Melawan

Perubahan ini membuat serangan Fiorentina lebih baik, Mati Fernandez dan Borja Valero membuat Pogba kesulitan melakukan covering sendiri dan memaksa Barzagli ikut naik membantu dan membuat defence Juventus terbuka. Tapi situasi ini juga berakibat fatal ketika tidak ada pemain yang menutup posisi Cuardado di kanan dan membuat dia blunder karena kerepotan menutup counter attack Juventus dalam prosesi gol kedua.

Menusuk Di Sisi Padoin

Di babak kedua Montella membuat Aquilani tidak lagi bergerak bebas dan membuat dia fixed di kanan bersama Cuardado untuk menghindari situasi seperti gol kedua Juventus. Tapi serangan Fiorentina lebih berat di kiri, adanya Mati Fernandez membuat Borja Valero bisa menyerang Barzagli daripada Pogba. Situasi ini membuat pressing Juventus turun dan serangan Fiorentina dalam posisi yang lebih baik. Ini juga membuat Juventus kesulitan keluar dari tekanan karena Teves juga tertarik turun cukup jauh dan Fiorentina juga bisa langsung melakukan pressing kepada backthree Juventus.

Pergantian pemain kedua oleh Montella juga membawa perubahan signifikan terhadap taktik yang dipakai Fiorentina. Joaquin masuk menggantikan Aquilani, diteruskan dengan pertukaran posisi Mati Fernandez dan Cuardado. Joaquin sendiri menjadi gelandang kanan menggantikan Aquilani. Montella ingin menyeimbangkan serangan Fiorentina dari sebelumnya yang hanya lewat kiri.

Sepuluh menit dari perubahan ini Fiorentina mendapat gol pertama dari akselerasi Mati Fernandez di sisi kanan. Gol kedua juga didapat dari perubahan ini. Backthree Juventus tidak bisa melakukan covering terhadap Rossi yang turun karena Cuardado di kiri dan Joaquin di kanan berada dalam posisi yang bagus.

Perubahan Conte

Cukup lama Conte tidak bereaksi dengan manuver Montella, baru setelah skor imbang dia memasukkan Vidal dan menarik keluar Marchisio. Masuknya Vidal membuat Pogba berpindah posisi ke kiri. Tapi sayang sekali, Vidal langsung melakukan blunder di tengah sehingga counter attack Fiorentina membuat mereka unggul oleh gol dari Joaquin yang tidak terjaga di kanan.

Terkait:  Belajar Taktik: Mendominasi Sepakbola Modern Memakai Formasi 3-4-2-1

Setelah gol keempat Fiorentina, barulah Conte melakukan perubahan taktik yang cukup mendasar. Conte membuat Juventus memainkan 3-4-3 dengan menarik keluar Asamoah dan menggantikan dengan Giovinco. Pogba sekarang mengisi posisi wingback kiri. Tapi terbatasnya waktu tersisa dan Fiorentina yang semakin nyaman untuk bertahan membuat skor tidak berubah.

Kesimpulan

Luar biasa Montella! Kata-kata apa lagi yang cocok buat dia selain luar biasa. Dia seperti menari di depan Conte dan memindah posisi pemain selayaknya bermain catur tanpa Conte tahu harus berbuat apa.

Montella sendiri sebenarnya bermain nothing to lose di babak kedua dengan taktik yang sangat menyerang. Defence Fiorentina sebenarnya sangat lemah dan Juventus mendapat banyak peluang bagus. Tapi sayang para pemain Juventus tidak pernah bisa bermain dengan kaki yang sama lagi dari babak pertama karena tekanan yang sangat tinggi dari Fiorentina dan organisasi permainan mereka yang cukup kacau di babak kedua.

Apa Pendapatmu?