List of feeds URL

Chelsea 1 – 3 Atletico Madrid: Manuver Tak Terbendung Simeone Untuk Mourinho

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Babak Kedua

Di babak kedua dengan skor yang tidak menguntungkan timnya, Mourinho barulah berniat mengganti komposisi timnya menjadi lebih menyerang. Dia memasukkan Samuel Etoo, menarik keluar Cole dan mengembalikan Azpilicueta ke pos fullback kiri. Sekarang Chelsea memakai 4-4-2 dan Hazard diberikan kebebasan untuk bergerak dari kiri ke tengah. Tidak lama kemudian, Etoo, pemain yang diharapkan memberi perubahan justru memberi Atletico hadiah penalti setelah menjatuhkan Diego Costa.

Simeone merespon perubahan sang rival yang lebih menyerang, dengan memodifikasi pola bertahan memakai 4-5-1. Tapi dia melakukannya dengan sangat cerdas, memanfaatkan perpindahan posisi Azpilicueta yang sekarang tidak lagi sebagai winger kiri. Pria 44 tahun ini sekarang menempatkan Koke dan Arda Turan bersebelahan di kiri, sedangkan Adrian di tarik mundur sebagai winger kanan. Perubahan ini memberi Atletico banyak merengguk peluang matang di dalam kotak penalti, diantaranya oleh Filipe, Diego Costa maupun Arda Turan.

Tapi ternyata gol justru datang ketika mereka sekali lagi melakukan serangan yang hampir serupa dengan prosesi gol pertama, memanfaatkan bentuk pertahanan Chelsea yang berantakan dan cenderung tertarik ke sisi Ivanovic, yang diakhiri memberi Juanfran crossing matang di flank berlawanan yang relatif kosong.

Kesimpulan

Walaupun bermain di kandang, hasil leg pertama membuat Mourinho memiliki pilihan yang agak rumit. Dia akhirnya memilih memulai kontes ini dengan  bertahan lebih dulu. Hasilnya tidak terlalu jelek karena masih bisa mencetak satu gol, tapi juga tidak bisa dikatakan bagus karena lawan mendapat gol away. Chelsea memegang kontrol, tapi komposisi pemainnya tidak tepat dan sebenarnya arah permainan ditentukan Atletico.

Terkait:  Arab Saudi 1 - 0 Indonesia: Bertahan, Bertahan, Kebobolan Dan Kalah

Keberuntungan juga tidak di pihak publik Stamford Bridge. Sesaat ketika berniat berganti ke strategi menyerang, Atletico justru mendapat hadiah penalti dan membuat posisi Chelsea bertambah sulit. Belum juga penyelamatan luar biasa Courtois atas tandukan David Luiz yang sebelumnya sempat mencium tiang gawang, menambah daftar kesialan The Blues.

“Pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil, penyelamatan Courtois dan penalti Costa. Tapi itu memang penalti” jelas Mourinho seusai laga. “Kami mengontrol pertandingan sampai insiden penalti terjadi,” lanjutnya.

Memang banyak sekali detail yang ditanamkan Simeone dan sepertinya Mourinho memang tidak siap mengikutinya. Perpindahan posisi pemain yang dimiliki Atletico tidak seperti milik tim lain, yang sering memberi pemainnya free role untuk mendapatkan fluidity. Setiap perpindahan pemain milik Atletico sangat terstruktur dan jelas, semuanya untuk mengeksekusi tajamnya Simeone melihat kelemahan lawan. Sangat pantas mereka mencapai partai final, melihat begitu detailnya Simeone mempersiapkan tim ini.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?