List of feeds URL

Chelsea 1 – 3 Atletico Madrid: Manuver Tak Terbendung Simeone Untuk Mourinho

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Pemilihan flank mana yang harus ditekan juga sepertinya sudah diperhitungkan oleh Simeone. Dia memilih menekan dari sisi kiri daripada kanan, yang akhirnya membuat Arda Turan juga dari posisi bertahan di kanan banyak bergerak  ke kiri. Hal ini sedikit aneh, karena sebenarnya di sisi kiri Atletico, Chelsea cenderung lebih kuat dengan adanya Ivanovic dan Azpilicueta. Tapi jika dilihat cara Chelsea melalukan serangan balik, ternyata cenderung mengarah diagonal ke posisi kiri terus berusaha mencari posisi Hazard berada. Hal ini membuat sisi Filipe Luiz yang luar biasa agresif overlap, tetap tidak terekspos. Serangan balik Chelsea jadi sangat lambat ketika bergerak diagonal dan tidak membahayakan. Atletico berhasil mengurangi dampak buruk serangan balik Chelsea, tTapi tetap ada harga yang harus dibayar. Mereka butuh waktu lebih lama untuk bisa menembus dari sisi kiri, daripada jika memilih menyerang dari sisi kanan.

Vine: Arah serangan balik Chelsea diagonal ke kiri

Tapi strategi Simeone ini tidak berjalan sendirinya tanpa didukung aliran bola vertikal yang cepat. Selain itu inti dari pola ini adalah adu cepat dengan lawan untuk menyuplai pemain ke sisi flank yang dituju. Situasi ini tidak bisa di dapat dengan serangan tempo lambat dan banyak umpan horizontal. Dari sini Simoene membuat pertahanan Atletico turun lebih cepat jika tidak menguasai bola, membiarkan Chelsea menyerang dan membuat garis pertahanannya naik.

Entah sudah diperhitungkan Simeone sebelumnya atau tidak, pendekatan lebih bertahan Mourinho juga menguntungkan strategi Atletico dengan lebih cepat turun, karena sekarang Chelsea dipaksa menyerang dengan komposisi pemain bertahan. Serangan Atletico lebih cepat dan lebih direct dari milik Chelsea, yang juga otomatis membuat Atletico lebih cepat kehilangan bola juga. Situasi ini membuat di babak pertama Chelsea lebih dominan dengan 53% penguasaan bola, padahal sebelumnya hanya 41% di pertemuan pertama.

Terkait:  Susah Payah Ancelotti Mengantar Madrid Meraih La Decima

Pertandingan mungkin tidak berjalan sesuai rencana awal Mourinho, tapi dia sepertinya masih nyaman dengan kodisi ini, apalagi belum ada gol tercipta. Dia berusaha menyesuaikan dengan tidak membuat Ashley Cole dan Ivanovic naik terlalu jauh. Tanpa playmaker, pola serangan Chelsea cukup sederhana dengan lebih sering memakai Hazard di kiri untuk menusuk masuk. Beberapa kali Hazard berhasil lepas jika membawa bola ke sisi luar, tapi jadi tidak efektif karena hanya Torres yang sedang terisolasi sendirian di kotak penalti yang siap menyambut crossing.

 

Azpilicueta di kanan ternyata jauh lebih efektif dengan tidak terlalu lama membawa bola. Dengan winger lebih cepat melepas bola, Chelsea juga lebih cepat menemukan celah dari cara bertahan Atletico yang memakai fullback sangat melebar dan jauh dari posisi bek tengahnya. Ramires beberapa kali menemukan celah ini, tapi baru ketika giliran Willian lepas yang akhirnya membuahkan gol yang dibuat Fernando Torres.

Gol Chelsea cukup mengejutkan karena Atletico sebelumnya bertahan relatif nyaman. Setelah gol ini, Simeone menukar posisi awal Arda Turan dan Koke, sehingga Arda Turan sekarang menyerang dan bertahan sama-sama di posisi kiri. Koke tidak terlalu ekstrem seperti Arda Turan untuk menyebrang flank kiri, dia hanya bergerak sebatas sampai area tengah.

Efek dari perubahan Atletico ini, jika sebelumnya Cole relatif tidak ada pemain lawan yang dijaga, sekarang dia harus melakukan marking terhadap Koke. Tidak terlalu sering, tapi sekalinya terjadi berakibat sangat fatal karena dia terlalu jauh ke tengah mengikuti Koke, yang akhirnya membuat Juanfran bebas tak terkawal menerima crossing terukur di area kiri kotak penalti Chelsea dan memberi assist untuk Adrian.

Terkait:  Perjudian Brilian Van Gaal Untuk Belanda Dengan Skema Tiga Bek

Dalam proses gol pertama Atletico ini sebenarnya tidak jelas apakah Hazard harus menutup Juanfran atau tidak, karena sebelum unggul, sepertinya pemain asal Belgia ini tidak diberi Mourinho tugas untuk bertahan, ataupun secara khusus menutup Juanfran. Hazard kelihatan lebih difungsikan sebagai senjata utama melakukan serangan balik.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?