List of feeds URL

Cerminan Dan Refleksi Pembinaan Sepakbola

Author: febiaji (twitter: @Ajifebi)

Ini sebuah cerita yang menjadi cerminan dan refleksi bagi saya dan semua insan yang peduli terhadap pembinaan sepakbola usia muda di Indonesia. Sudah pertama di bahas sebelumnya oleh Ganesha Putera tentang “11 Dosa Mematikan Sepakbola Usia Muda Indonesia”.

Banyak sekali yang pembina yang menghalalkan cara dalam melakukan pembinaan usia muda di indonesia, termasuk saya, sendiri kadang merasa berdosa kepada anak-anak jika apa yang saya berikan tidak semestinya tidak di lakuakan oleh anak-anak usia muda. Dalam hal ini saya akan mencoba membahas 11 dosa dalam pembinaan usia muda di indonesia beserta pengalaman yang saya alami dalam membina pemain usia muda.

Menang adalah segalanya, dosa pertama ini yang baru saja saya alami ketika membawa tim U12 mengikuti turnamen di luar kota. Sebelum saya memutuskan untuk membawa tim U12 saya selalu mewanti-wanti pada orang tua bahwa dengan umur yang masih muda saya sebagai pelatih tidak menargetkan bahwa anak-anak main harus menang dan juara, tetapi target saya adalah melihat dari sisi peningkatan dan pengalaman anak-anak dalam hal permainan sepakbola itu sendiri. Walapun hasil akhir tim saya tidak bisa memenangkan pertandingan, kalah 3 kali dan tidak bisa melaju ke babak selanjutnya, tetapi saya melihat secara permainan anak-anak main penuh semangat dan ada peningkatan walaupun hanya sedikit. Yang membuat bangga adalah ketika pertandingan terakhir anak-anak sudah tahu jika menang atau kalah mereka tidak akan malaju ke babak selanjutnya tapi mereka bermain penuh semangat dan di akhir pertandingan harus mengakui keunggulan lawan, tapi mereka masih memperlihatkan wajah senyum dan happy seraya salah satu anak mengganggat termos es berkata “kita juara..juaraaa,” dengan muka ceria. Setelah pertandingan banyak sekali pesan yang masuk ke ponsel saya menanyakan “Gimana coach menang kalah?” saya langsung jawab “Saya bangga liat anak-anak main.” Jawabannya agak sedikit tidak nyambung tapi memang begitu adanya. Karena untuk usia muda kalah menang bukan menjadi ukuran. Coba kalau pertanyaannya “Gimana coach permainan anak-anak?” Pengampunan dosa; cetak pemain, bukan mencari piala.

Salah pilih pemain, dosa kedua ini juga sering saya lihat dalam sebuah proses pembinaan yakni lebih memilih pemain yang mempunyai kontribusi hari ini. Padahal dalam proses pembinaan belum bisa dikatakan pemain harus memenangkan suatu pertandingan, tetapi lebih penting lagi bagaimana pemain tersebut bisa berkembang dan mengerti tentang permainan sepakbola itu sendiri. Seorang pemain yang bersinar di level muda belum tentu bisa bersinar di level senior dan sebaliknya. Bukan tidak mungkin jika di level muda tidak bersinar tetapi di level senior pemain tersebut bisa bersinar. Berikanlah pengalaman bertanding kepada semua pemain usia muda agar pemain tersebut mempunyai pengalaman dalam sepakbola dan kesampingkan kemenangan dalam level usia muda tetapi coba kita analisis perkembangannya. Pengampunan dosa; pilih pemain berbakat, bukan cepat dan kuat.

Terkait:  Spanyol Menatap Brazil 2014 Dengan Gaya Lama

Terlalu banyak terlalu dini, dosa ketiga berkaitan dengan program latihan yang sering digunakan oleh sebagian pelatih. Kadang pelatih berfikir lebih banyak latihan akan lebih baik tetapi faktanya tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan bahkan lebih buruk dari yang dipikirkan sebelumnya, kenapa? Pada level usia muda jangan terlalu banyak latihan karena akan berpengaruh pada kondisi anak. Resiko yang akan di alami anak akan kelelahan serta rentan cedera, jika anak sudah mengalami cedera yang di khawatirkan anak tersebut trauma dengan sepakbola. Solusinya agar latihan bisa efektif dengan cara lebih mengedepankan  kualitas latihan dari pada kuantitas latihan. Selain soal terlalu banyak latihan, sering juga latihan yang di berikan untuk anak-anak ialah latihan untuk orang dewasa seperti: lari lari dan lari, plyometrik, sprint bukit. Berikanlah anak menu latihan yang sesuai dengan usianya itu akan menjadi lebih baik untuk anak tersebut. Pengampunan dosa; latihan sesuai usia dan pertumbuhan.

Lebih banyak tidak selalu lebih baik, dosa keempat seperti yang sudah dibahas sebelumnya kualitas latihan lebih penting daripada kuantitas latihan. Jika pemain terlalu banyak latihan maka akan mengalami kelelahan. Perlu diketahui bahwa kelelahan adalah musuh utama dalam sepakbola, kenapa? Karena semua aksi penting dalam sepakbola eksplosif yang menuntut pemain harus segar. Dalam kondisi pemain yang kelelahan makan aksi pemain tersebut dalam suatu pertandingan akan berkurang yang berdampak pada permainan yang menurun, sehingga mempengaruhi hasil pertandingan. Intinya atur waktu yang baik untuk latihan serta memanfaatkan latihan tersebut agar bisa bermanfaat untuk para pemain. Pengampunan dosa; latihan berkualitas.

Tidak ada progres di latihan, dosa kelima. Salah satu prinsip latihan adalah penambahan progres latihan secara bertahap (progressive overload).

Terkait:  Banyak Pelajaran Dari Kekalahan Timnas U19 Atas Myanmar

download

Pada gambar diatas menjelaskan bahwa tidak adanya progres dalam latihan. Pada U14 melakukan latihan dengan area yang sama dengan latihan senior.

download (1)

Pada gambar di atas menunjukan adanya progres dalam proses latihan. Pada U14 melakukan latihan dengan area yang berbeda pada saat menginjak level senior. Pada level senior area di persempit agar tekanan yang terjadi akan lebih tinggi dan pemain di tuntut untuk berfikir cepat memindahkan bola dan tidak di rebut oleh pemain yang lain.

Kesimpulannya jika kita berlatih sepakbola berjam-jam atau terus menurus tidak menjamin  meningkatkan kemampuan dalam bermain sepakbola, penyebabnya karena tidak ada progres dalam setiap latihan. Pengampunan dosa; latihan dengan progres.

Melupakan sepakbola fokus pada hal lain, dosa keenam. Dengan semakin berkembangnya sports science maka kita akan lebih mempermudah kita dalam kegiatan olahraga prestasi, tetapi kita sering mengesampingkan hal yang utama dalam bidang olahraga tersebut. Hal yang utama dalam sepakbola itu ialah menyerang, bertahan, dan transisi. Selain dari hal utama yang disebutkan sebelumnya maka bisa kitakan hal pendukung dalam sepakbola, seperti teknik, fisik, psikologi, nutrisi, statistik, fisioterapi, atletik, kedokteran, dll. Maka yang perlu kita garis bawah ialah fokus dalam hal utama dalam sepakbola tetapi tidak menyampingkan hal pendukung dalam sepakbola itu sendiri. Pengampunan dosa; kembali ke sepakbola.

Miskin wawasan taktik sepakbola, dosa ketujuh. Selain pelatih merancang secara tim seyogyakanya pelatih juga bisa memberikan wawasan taktik bagis setiap individu. Hal itu sangat penting karena taktik tim akan berjalan lancar jika taktik perindividu bisa berjalan dengan lancar pula. Pengampunan dosa; belajar taktik sepakbola.

Berikan kenyamanan, bukan ajar kenyamanan dalam ketidaknyamanan. Dosa kedelapan, seringkali pelatih atau manager memberikan keistimewaan kepada pemain yang berbakat seperti contohnya keistimewaan dalam hal kedisiplinan dan taktik tanpa mempertimbangkan dampak yang akan terjadi kedepannya. Dalam permainan sepakbola semua situasi itu tidak nyaman. Sepakbola itu permainan tim maka jangan sampai ada salah satu pemain yang mendapat perlakuan yang berbeda. Ciptakan kondisi tidak nyaman dan buat pemain merasa nyaman. Fleksibel dalam disiplin dan taktik bikin pemain berbakat nyaman, prestasi maksimal, tapi mentok di level yang lebih tinggi. Pengampunan dosa; ajarkan pemain nyaman dalam ketidaknyamanan.

Terkait:  Persib Goes To Asia: Mengukur Persiapan Persib Untuk Laga 16 Besar

Pembinaan sepotong-sepotong, dosa kesembilan. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan di negeri ini pembinaan yang sepotong-sepotong. Pada usia muda berlatih di SSB beranjak dewasa berlatih di diklat/PPLP/Asprov/Pengcab serta terakhir klub ISL. Akan lebih baik jika pembinaan dilakukan dalam satu wadah atau  klub agar program yang di berikan jelas dan terorganisir dengan baik. Contohnya seperti Xavi Hernandes yang semanjak usia dini sampai senior berada di club Barcelona. Pengampunan dosa; pembinaan menyeluruh.

Banyak tangan satu objek, dosa kesepuluh. Banyak sekali tim melakukan pembinaan seperti tim SSB/Academy, tim sekolah (popda/LPI), tim kota/provinsi (pengcab/asprov), tim PON remaja, Popda, dll. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pembinaan lebih baik dilakukan dalam satu wadah, kenapa? Jika setiap tim melakukan pembinaan dengan objek (pemain) sama maka akan berdampak buruk pada pemain itu sendiri. Pemain tersebut akan mengalami kelelahan, overtraining, cedera dengan jadwal yang berbeda dengan tim berbeda pula serta pelatih yang berbeda. Pengampunan dosa; tata kelola pembinaan.

Kompetisi hura-hura, dosa kesebelas. Banyak sekali kompetisi di negeri ini hanya mencari tim juara nasional dengan biaya yang mahal pertandingan sedikit, tim harus bermain dengan jadwal yang padat yang menyebabkan kualitas pertandingan buruk yang berakibat pada pemain mengalami kelelahan dan cedera. Disamping itu banyak SSB/Academy melakukan tur keluar kota bahkan tur keluar negeri hanya untuk melakukan kompetisi yang sebagian besar tim negeri kita sendiri yang mengikuti kompetisi tersebut. Daripada untuk tur keluar negeri lebih baik membuat kompetisi yang berkualitas di tingkat lokal mungkin hasilnya akan lebih bermanfaat dan tidak akan lebih besar membuat uang. Pengampunan dosa; kompetisi kualitas di tingkat lokal.

One Response to Cerminan Dan Refleksi Pembinaan Sepakbola

  1. adi says:

    Saya suka artikelnya penuh wawasan dan membuat kita tuk intropeksi. Tq ya. Semoga adalagi yg lebih khusus dlm membina usia dini.

Apa Pendapatmu?