List of feeds URL

Celtic 0 – 1 Barcelona: Performa Bagus Rusak Oleh Kartu Merah

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Dibayangi kekalahan di tempat yang sama musim lalu dan juga absennya Lionel Messi, Barcelona tidak mencoba banyak hal untuk memenangi pertandingan ini. Tapi peruntungan mereka tiba-tiba berubah setelah Scott Brown mendapat kartu merah di menit 59 yang akhirnya membantu Barcelona mendapat kemenangan ke sembilan musim ini dari sembilan laga.

celbar

Pendekatan Neil Lennon

Membatasi ruang buat para pemain Barcelona memainkan bola masih merupakan cara terbaik untuk menghentikan alur bola mereka, Hal ini juga dipraktekkan oleh Celtic. Dari beberapa model pertahanan seperti ini, milik Celtic lebih mirip dengan cara Dortmund menghentikan Bayern Munchen dengan fleksibel dan transisi yang bagus daripada cara Atletico Madrid menghentikan Barcelona di ajang Supercopa De Espana lalu yang mematok defensive line di depan kotak penalti.

Tanpa kehadiran Messi dan hanya Neymar yang kelihatannya akan konsisten meneror gawang Celtic, Neil Lennon memasang dua fullback kanan sekaligus, Lustig dan Matthews.

Pendekatan Gerardo Martino

Tata Martino tidak melakukan banyak perubahan terhadap lineup Barcelona. Dia memilih Fabregas daripada Alexis Sanchez untuk menggantikan posisi Messi. Sedangkan di belakang Tata Martino memilih duet Pique dan Bartra untuk meladeni ancaman bola atas Celtic daripada duet Pique Mascherano.

Memakai Fabregas di pertandingan ini sepertinya tidak terlalu efektif. Fabregas lebih berperan untuk menghubungkan bola dari tengah dan flank untuk bisa ke depan, tapi terkuncinya Neymar di kiri dan statisnya Pedro di kanan tidak menghasilkan impact yang diharapkan untuk menggantikan peran Messi.

Celtic Defence

Transisi defensive line dari tinggi ke rendah yang terorganisir dan menggunakan offside line dengan efektif adalah senjata utama Celtic untuk menghadapi Barcelona. Ketika menyusun defensive line tinggi, Samaras dan Stokes akan berusaha mengurung Xavi dan Busquets yang akhirnya membuat Dani Alves tidak bisa langsung naik. Ketika bola mulai masuk ke area mereka, skema Celtic berubah dari 4-4-1-1 menjadi 4-5-1 dengan Samaras di depan sendirian.

Terkait:  Taktik Timnas U19 Gagal Menembus Two Banks Of Four Lebanon

Jika bola bisa masuk lebih jauh lagi, defensive line Celtic mulai turun bertahap menyesuaikan posisi bola dan tetap menjaga jarak pemain bertahan dan tengah tidak terlalu jauh. Bahkan jika pemain tengah Barcelona mendapat momentum untuk masuk kotak penalti, tracking yang dilakukan pemain tengah Celtic tidak membuat mereka overlap dengan pemain bertahannya dan masih bisa mempertahankan offside line yang dibentuk.

Celtic Attack

Yang menarik dari Celtic adalah cara pandang mereka tentang counter attack yang berbeda dengan tim lain ketika menghadapi Barcelona. Celtic tidak menggunakan counter attack sebagai senjata untuk mencetak gol.  Dengan bola yang langsung di tujukan ke Samaras di depan yang langsung dibawa ke flank dan lambatnya support dari pemain lain, counter attack yang mereka lakukan sepertinya hanya untuk memberi waktu defensive line mereka untuk naik lagi. Tapi ini juga memberi efek posisif dimana Barcelona kesulitan memanfaatkan recovery jika berhasil merebut bola lagi karena delapan pemain Celtic masih dalam posisi bertahan.

Celtic lebih memanfaatkan bola hasil kickoff yang dikirim ke tengah untuk mendapat kesempatan menyerang. Di situasi ini mereka bisa memasukkan banyak pemain ke area lawan dan memanfaatkan keunggulan fisik untuk mendapatkan bola. Di awal laga mereka mendapatkan peluang melalui Samaras dan Commons melalui prosesi ini. Setelahnya Barcelona bisa membaca serangan Celtic lebih baik yang memang agak monoton selalu melalui Samaras.

Messi Effects

Melawan tim dengan level seperti di Champions League ini sepertinya Barcelona masih kehilangan kemampuan seorang Lionel Messi. Fabregas yang menggantikannya sebenarnya cukup baik melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan Messi. Turun ke bawah untuk melakukan link up dan lepas dari marking lawan ataupun mencetak gol selayaknya pemain nomer 9.

Terkait:  Barcelona Training Session

Tapi satu hal yang tidak bisa diperankan oleh Fabregas adalah melakukan dua hal itu secara bersamaan seperti yang dilakukan Messi. Ketika Fabregas turun untuk melakukan link up, dia tidak bisa cepat berada di depan lagi untuk menjadi finisher. Hal ini membuat pemain Barcelona lain terus bergantian mengisi posisi penyerang tengah ketika Fabregas turun. Tercatat Xavi, Iniesta, Pedro dan Neymar pernah di posisi itu. Tapi tentu saja efek yang didapatkan tidak seperti yang diharapkan, hanya sembilan shot yang dibuat lima pemain ini dan Neymar membuat lima diantaranya.

Red Card

Setelah kartu merah yang di terima Scott Brown, Neil Lennon menggeser Mulgrew dan Commons lebih ke kanan serta Samaras sekarang sebagai winger kiri. Tidak ada perubahan signifikan dari Celtic kecuali mereka tidak bisa lagi memakai tenaga Samaras untuk memberi waktu defensive line mereka untuk naik lagi dari counter attack.

Samaras baru kembali sebagai ujung tombak ketika Neil Lennon mengganti Stokes dengan Beram Kayal. Kekurangan pemain membuat attack Celtic semakin direct dengan bola panjang langsung ke depan. Barcelona sedikit kelabakan dengan hal ini dan Celtic mendapat dua peluang dari set piece. Masuknya Alexis Sanchez menggantikan Pedro memberi Barcelona raw pace untuk counter attack yang akhirnya dia memberi assist buat gol yang dicetak Fabregas.

Kesimpulan

Celtic masih sandungan buat Barcelona dengan kelebihan mereka menutup ruang di tengah dan rapi menyusun garis offside. Barcelona sendiri seperti kehabisan cara di babak kedua dengan minimnya perubahan taktik dan pergantian pemain yang mendekati akhir.

Apa Pendapatmu?