List of feeds URL

Cardiff 3 – 2 Manchester City: Telat Panas Harus Dibayar Mahal Pellegrini

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Sebagai tim promosi, Cardiff City berhasil menuai sukses besar dengan mengalahkan runner up Barclays Premier League musim lalu, Manchester City. Cardiff mempunyai semua modal yang dibutuhkan untuk mengalahkan tim yang lebih superior: energi, tajam saat set piece dan menutup ruang dengan efektif.

703

 

City Build Up Attack

Manuel Pellegrini seperti biasa memakai 4-4-2 dalam skema yang dimainkan oleh City. Kali ini Yaya Toure menjadi single pivot di tengah, Fernandinho di depannya. Sedangkan David Silva dan Navas berada di posisi winger dan sangat lebar. Arsitek Cardiff, Malky Mackay, memakai 4-4-2 saat bertahan dan 4-2-3-1 saat menyerang.  Pemain gaek Craig Bellamy main jadi winger kiri.

Cardiff bertahan dengan terorganisir memakai 4-4-2. Dua pemain terdepan Campbell dan Bo-Kyung Kim berusaha selalu di depan Toure. Mereka tidak tertarik untuk naik jika bola dikuasai dua bek tengah City, Lescott dan Garcia. Dengan posisi ini Cardiff berhasil membuat Toure dan Fernandiho tidak terhubung dengan baik karena posisi Fernandinho sedikit di depan Toure. Ketika bola berhasil masuk ke area sendiri pun dua pemain Cardiff ini tetap berusaha berada di depan Toure. Cardiff bertahan dengan sepuluh pemain di semua area dan membuat Toure keluar dari permainan.

Build up serangan yang dilakukan City jadi lambat ketika Pellegrini tidak bisa mendorong naik dua fullback-nya, Zabaleta dan Clichy. Dari awal City memang menempatkan dua wingernya sangat lebar dan ini menutup ruang buat dua fullback-nya cepat melakukan overlap ke depan. Backfour Cardiff melakukan cover terhadap Silva, Dzeko dan Navas. Sedangkan Aguero yang sering turun ke tengah besama Fernandinho harus berhadapan dengan empat pemain tengah Cardiff.

Terkait:  Rahmad Darmawan Menguji Mourinho

Kondisi 5 vs 8 di depan membuat City tidak bisa dengan cepat mengalirkan bola ke depan. Bola bisa masuk ketika Aguero, Navas dan Silva turun mengambil bola karena City cenderung memakai umpan pendek dan jarang mengirim bola diagonal dari belakang ke winger. Hal ini membuat tiga baris pertahanan Cardiff ini mempunyai waktu yang cukup untuk menyusun pertahanan di posisi yang lebih dalam. Defence Cardiff dipersiapkan sangat baik dan pressing dengan 10 pemain yang dilakukan selalu mempunyai konteks. Hal ini membuat City hanya mendapat tiga shot dan cuma satu yang on target di babak pertama.

Cardiff Attack

Dengan total ball possession 37% Cardiff tidak terlalu banyak build up serangan. Yang menarik adalah arah serangan Cardiff lebih berat ke kanan di posisi Craig Bellamy. Bellamy sangat aktif bergerak, dia adalah satu dari empat pemain terdepan Cardiff yang selalu turun ambil bola. Dengan space yang kosong, Bo Kyung dari tengah ke kanan dan Whittingham dari kiri ke tengah, bahkan overload di kanan juga.

Yang membuat sulit City dari serangan satu dimensi ini yaitu gerakan Whittingham ke kanan yang tidak bisa dicover Toure dan Fernandinho. Sering kali harus Garcia dan Lescott yang bergerak untuk menutup padahal masih ada Campbell yang juga tidak kalah aktif pindah posisi cari space.

Ketika melakukan counter attack, Cardiff juga masih cenderung bergerak ke kanan. Salah satu yang membuat mereka pantas menang atas City adalah counter attack yang tersusun rapi dan tidak terbuang percuma dengan bola panjang. Ini juga terbantu dengan City yang ketika attack menyusun pemain tengahnya melebar. Mereka kesulitan dengan cepat melakukan recovery ketika kehilangan bola. Di babak pertama total lima attempt dan dua on target oleh Cardiff.

Terkait:  Preview Brazil vs Meksiko: Backthree Akan Memberi Meksiko Kesempatan Melawan

Babak Kedua

Campbell lepas dari pandangan backfour City

Campbell lepas dari pandangan backfour City

Kedua tim tidak melakukan perubahan di babak kedua. Tapi dengan sedikit keberuntungan dan teknik luar biasa, City langsung leading lewat gol spektakuler Dzeko dari through pass Toure yang membelah empat pemain tengah Cardiff.  City tidak lama unggul, Cardiff yang terus mencoba menekan lewat kanan bisa membalas dengan gol Gunnarsson. Diawali dari Whittingham yang menarik Lescott ke kanan yang membuat Campbell bebas di tengah. Diteruskan oleh dribble cantik Bo Kyung melewati Toure – Fernandinho – Clichy, lalu umpannya menemukan Campbell yang bisa mendahului Zabaleta dan Garcia.

Perubahan terjadi ketika Nasri masuk menggantikan Navas. Nasri sekarang di kiri dan cut in ke tengah, Silva konstan di tengah. Zabaleta dan Clichy ada space buat overlap dan dua winger Cardiff sekarang harus cover mereka. Lebih longgar di tengah membuat Fernandinho lebih berkembang. Sekarang City mempunyai dimensi serangan yang lebih baik. Total City berhasil mendapat 10 attempt di 30 menit akhir dan tiga on target. Tapi di rentang waktu itu City kecolongan dua gol oleh Campbell dari dua corner kick.

Kesimpulan

City mengawali pertandingan dengan buruk dan membuang waktu 45 menit untuk unggul lebih dulu. Serangan City lebih baik di babak kedua, perubahan yang dilakukan oleh Pellegrini berhasil membuat City mendapat peluang lebih banyak. Tapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan City dari kekalahan karena Cardiff memiliki modal lengkap dari awal hingga peluit akhir untuk mengalahkan tim yang lebih superior.

Apa Pendapatmu?