List of feeds URL

Cardiff 0 – 3 Arsenal: Cardiff Bermain Seperti Yang Diinginkan Wenger

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Arsenal berhasil mencuri poin di kandang Cardiff, tempat yang relatif cukup berat untuk ditaklukkan karena Manchester City dan Manchester United sebelumnya gagal pulang membawa tiga poin dari tempat ini. Arsenal memetik kemenangannya relatif cukup mudah karena Malky Mackay membuat Cardiff bermain seperti yang diinginkan Wenger.

ca

Malky Mackay hanya membuat satu perubahan di starting eleven-nya dan berbeda dengan ketika mereka menjamu Manchester United di pekan sebelumnya. Bo Kyung sekarang menjadi starter dan menggantikan Odemwingie sebagai winger kiri. Selebihnya tidak ada perubahan susunan pemain dari Cardiff dan mereka bisa memainkan skuad terbaiknya.

Di pihak Arsenal, Arsene Wenger masih belum bisa menurunkan Rosicky dan Podolski yang masih cedera. Walaupun Theo Walcott sudah bisa diturunkan, namun Wenger masih nyaman dengan lima gelandang dengan tipe passer untuk mengisi starting eleven-nya. Dengan memilih lima pemain yang bagus sebagai pengumpan, Arsenal bermain dengan 4-1-4-1 dan Arteta menjadi single pivot di depan empat bek.

Cardiff Drop Deep

Mackay memilih cara yang sangat konservatif untuk memulai pertandingan. Dia membuat Cardiff turun sangat dalam dan bertahan dengan sembilan pemain. Ketika Arsenal melakukan build-up serangan, Cardiff mencoba menutup Arteta dengan dua pemain, Campbell dan Mutch. Tapi Arsenal masih punya dua bek tengah dan dibantu Ramsey yang membantu turun untuk membagi bola ke kedua flank. Di tengah, Arsenal selalu unggul pemain dalam situasi 4 vs 3 dengan Wilshere dan Cazorla seringkali masuk ke dalam ketika memberi space untuk Gibbs dan Sagna naik.

Bergerak ke tengahnya Wilshere dan Cazorla direspon dengan sangat pasif oleh Cardiff. Dua fullback melepas marking terhadap dua sayap Arsenal ini dan memilih sangat rapat dengan bek tengahnya. Sedangkan dua winger Cardiff terdorong sejajar defensive line ketika melakukan marking terhadap dua fullback Arsenal yang bergerak naik menjadi solusi lebar lapangan. Ketika Théophile membantu Cowie menghadapi Ozil dan Gibbs di kanan, Medel langsung berada sangat dekat dengan dua bek tengahnya dan tidak sedikitpun memberi ruang untuk pemain Arsenal memainkan bola disana.

Terkait:  Barcelona 2 -1 Manchester City: Beberapa Kesalahan Halangi The Citizen Balas Dendam

Pola pertahanan Cardiff ini bisa dibilang sukses membendung serangan Arsenal dari flank. Dengan defensive width memakai enam sampai tujuh pemain, yang bisa dibilang lebih dari cukup, Arsenal hanya mampu membuat empat crossing di babak pertama. Tapi di lain pihak, pertahanan Cardiff kehilangan tekanan di tengah dan membiarkan Arsenal mengontrol serangan dengan nyaman di area yang menjanjikan.

Arsenal berhasil membuat tiga attempt di depan kotak penalti dan satu shot oleh Gibbs membentur mistar. Tapi yang lebih berbahaya lagi untuk Cardiff, Arsenal bisa mengirim bola yang cukup akurat di belakang defensive line dengan bola diagonal yang sulit diantisipasi kiper. Satu assist dibuat oleh Ozil dengan prosesi seperti ini, dengan umpan diagonal yang berhasil menemukan Ramsey berdiri bebas ketika offside trap Cardiff belum sempurna.

Selain tidak mampu membendung serangan Arsenal dengan sempurna dan dengan dua winger turun terlalu dalam, Cardiff kesulitan melakukan counter attack. Sebelum gol Ramsey di menit 29, Cardiff hanya membuat 95 umpan dan hanya satu shot dari open play. Arsenal sendiri beratahan memakai 4-4-2, dengan Giroud dan Ozil terus melakukan pressing ke backfour Cardiff. Lambat naiknya fullback Cardiff membuat Whittingham dan Mutch kesulitan melawan empat pemain Arsenal di tengah. Sedangkan Medel sering turun dekat dengan backfour dan Bo-Kyung ke depan menemani Campbell.

Cardiff High Up Pressing

Di babak kedua Mackay merubah cara bertahan Cardiff. Kali ini mereka memakai high up pressing dengan langsung menekan di area Arsenal, walaupun ketika bola di kuasai Mertesacker ataupun Koscielny. Ketika bola berhasil masuk ke area mereka, fullback Cardiff tidak lagi melepas pressing ke winger Arsenal. Dengan perubahan skema bertahan ini, Cardiff berhasil membuat Arsenal cukup bekerja keras untuk masuk final third.

Terkait:  Inggris 1 - 2 Italia: Prandelli Tahu Semua Rencana Hodgson

Arsenal sendiri memindah arah serangan ke kanan dengan Ozil yang overload ke sisi itu. Perpindahan Ozil dengan bergerak ke kanan di babak kedua, seperti sudah menjadi trademark Arsenal, sama seperti ketika mereka menghadapi Manchester United. Dengan di ikuti Cazorla yang bergerak ke tengah, Arsenal overload sisi kanan dan sekarang giliran Sagna yang agresif naik.

 

Dengan Cardiff yang melakukan high up pressing, Arsenal dipaksa bermain lebih direct. Mereka masih kesulitan mengkonversi counter attack menjadi peluang, karena lima gelandangnya yang bertipe passer memang membuat Arsenal kehilangan vertikalitas. Disinilah skema dengan overload ke sisi kanan membuat Arsenal masih bisa menusuk ke depan dengan kombinasi passing di antara lima gelandang dan di bantu Sagna.

Perubahan oleh Cardiff memang tidak menghentikan peluang yang di dapat oleh Arsenal, tapi kini mereka bisa mengimbangi dalam hal ball possession. Untuk bisa melakukan build up yang bagus, sekarang Medel sering ke belakang sejajar dua bek tengah dan bisa mendorong dua fullbacknya naik. Peluang yang di dapat pun meningkat dari tiga menjadi tujuh. Uniknya serangan Cardiff juga dengan melakukan overload sisi kanan. Mereka juga sering melakukan model serangan seperti ini, seperti ketika mengalahkan Manchester City. Cardiff melepas delapan crossing, tapi kurang efektif karena Campbell terisolasi di depan. Peluang yang di peroleh banyak dari long range shot yang memanfaatkan kelemahan Arteta menjadi single pivot.

Senjata Kedua Wenger

Di menit 76 Wenger berusaha melakukan proteksi untuk backfour mereka dengan menarik Cazorla dan memasukkan Flamini. Sejak pergantian ini Cardiff hanya mampu menambah dua attempt. Sedangkan untuk mengimbangi overload Cardiff disisi kiri pertahanannya, Wenger mengganti Wilshere dengan Monreal. Yang terakhir Wenger mengganti Ozil dengan Walcott.

Terkait:  Liverpool 4 - 3 Manchester City: Klopp Sukses Mengganggu Build Up The Citizen

Serangkaian pergantian ini membuat formasi Arsenal ketika menyerang menjadi 4-2-3-1. Tapi berbeda dengan komposisi pemain sebelumnya, sekarang mereka punya tiga pemain yang bisa di ajak bermain dengan bola-bola vertikal dan cepat dengan nyaman. Kekurangan Arsenal dalam memanfaatkan counter attack sebelumnya, sekarang malah menghasilkan dua gol penutup pertandingan ini.

Kesimpulan

Beruntung sekali Wenger ketika Mackay menggunakan pola yang cocok dengan rencana Arsenal bermain. Ketika Arsenal memakai lima passer, Cardiff drop deep dan memberikan posisi yang nyaman untuk Arsenal mengontrol serangan. Selanjutnya ketika di bench Arsenal tinggal berisi pemain yang memiliki kecepatan lebih baik, Cardiff baru berusaha menyerang total untuk menyamakan skor. Tentu ini membuat Wenger tidak perlu berpikir panjang untuk mengganti pola main timnya, yang akhirnya menang dengan tiga gol.

Apa Pendapatmu?