List of feeds URL

Brazil 1 – 7 Jerman: Serangan Balik Berdarah Ala Joachim Low

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Memakai komposisi yang sama dengan laga sebelumnya, pasukan Jerman  bermain dengan cara yang serupa. Cuma kali ini ternyata Brazil sangat tidak responsif dan jauh lebih rapuh daripada Perancis.

Jerman tetap memakai high defensive line dan tidak begitu tertarik untuk merebut bola di area lawan jika Brazil sedang melakukan build up serangan. Dua baris pertahanan berdiri sangat rapat dan hampir mustahil di bongkar oleh Brazil dari tengah, apalagi kali ini tanpa Neymar.

Alhasil Brazil pun melakukan apa yang juga dimainkan Perancis sebelumnya, yaitu dengan memakai bola panjang dan coba mencuri ruang yang cukup luas di belakang bek Jerman. Sebenarnya cara ini tidak telalu buruk, beberapa kali umpan berhasil menemukan Hulk di flank kiri dan dilanjutkan sukses membuka beberapa peluang di awal laga.

Tapi hal tersebut tidak terjadi setiap saat, karena seringkali serangan akan didelay untuk menunggu rekan lain naik. Dan di fase ini, hampir pasti bola akan berpindah ke kaki pemain Jerman, karena mereka menurunkan defensive line dengan sangat terorgansir dan disiplin, yang membuat pemain Brazil yang memegang bola langsung terisolir.

Skema dasar Jerman adalah 4-3-3 namun akan menjadi 4-5-1 jika bertahan, dengan Mesut Ozil dan Thomas Muller yang turun sejajar para pemain tengah. Klose sendirian di depan dan coba melakukan pressing bek tengah Brazil.

Ozil dan Muller sangat disiplin, mereka tidak melakukan pressing naik karena dua fullback Brazil juga cukup agresif. Yang lebih sering naik justru Khedira dan Kroos untuk mengikuti Gustavo, Fernandinho atau Oscar yang coba turun melakukan link up.

Dengan pendekatan ini, Jerman selalu siap menjepit pemain Brazil bila bola berada di flank, terutama di sisi kanan tempat Hulk berada dan juga merupakan sisi flank yang sering menjadi target tuan rumah.

Terkait:  Indonesia U19 1 - 1 Malaysia U19: Momentum Maldini Jadi Penyelamat

Walaupun Ozil dan Muller sangat disiplin turun, tapi mereka juga sangat cepat jika harus kembali naik melakukan serangan balik. Dua pemain beda klub ini selalu lebih cepat dari dua fullback Brazil ketika kembali ke posisi bertahan.

Ozil selalu naik merapat ke tengah dan dekat dengan posisi Klose. Sedangkan Muller lebih cenderung dekat dengan touchline, sebelum juga masuk ke tengah untuk memberi ruang untuk Philipp Lahm melakukan overlap.

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?