List of feeds URL

Bayern Munich 7 – 6 Chelsea: Guardiola Dipaksa Kejar Manuver Mourinho

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Bayern Munich berhasil membawa pulang trofi UEFA Super Cup 2013 setelah mengalahkan Chelsea lewat adu penalti. Episode baru rivalitas antara Pep Guardiola dan Mourinho dengan klub barunya masing-masing ini berlangsung tidak mudah untuk keduanya. Bayern dipaksa harus terus mengejar keunggulan Chelsea hampir sepanjang pertandingan. Tapi Chelsea juga harus bekerja ekstra keras membendung Bayern dengan sepuluh pemain di extra time.

Formation

31

Guardiola tidak melakukan perubahan terhadap formasi reguler Bayern 4-1-4-1 atau 4-2-4 saat menyerang dan 4-3-3 saat bertahan. Tapi dia harus merombak lini tengahnya setelah kehilangan Bastian Schweinsteiger dan Thiago Alcantara. Toni Kross dipilih sebagai gelandang bertahan sedangkan Philip Lahm di dorong maju menjadi gelandang tengah. Rafinha menggantikan posisi Lahm sebagai bek kanan.

Mourinho tetap memakai 4-2-3-1 tapi merombak lini depannya setelah eksperimennya gagal ketika melawan Manchester United. Schurrle tidak lagi menjadi striker tapi kembali menjadi pemain sayap bersama Eden Hazard. Torres kembali dipercaya Mourinho untuk jadi striker tunggal dan disokong Oscar di belakangnya.

Pattern

Walaupun punya lini tengah dengan kualitas bagus, Mourinho memilih untuk tidak fight lawan Bayern dalam hal penguasan bola. Chelsea memilih counter attack cepat atau menunggu mendapat break untuk mulai menyerang. Untuk mendukung taktik ini, babak pertama Mourinho memakai man marking di beberapa posisi. Sepanjang babak pertama jarang defence Chelsea terlihat rapi  karena harus terus menyesuaikan pergerakan beberapa pemain Bayern.

Man marking pertama ada pada Oscar yang menjaga Kross. Di atas kertas dari posisi masing-masing dua pemain ini memang akan sering terlibat duel langsung. Peran yang diemban Oscar ini cukup penting karena Kross adalah sentral permainan Bayern di tengah.

Man marking kedua berada di posisi tengah dan kiri Chelsea. Ramires vs Muller, Lampard vs Lahm dan Cole vs Robben. Tiga penjagaan Chelsea di sisi ini sukses besar menahan serangan Bayern. Dari 41 shot yang dilakukan Bayern sepanjang laga, tiga pemain Bayern ini hanya menyumbang delapan. Dalam hal crossing juga hanya 12 kesempatan.

Terkait:  Definisi Ulang Peran Double Pivot Oleh Pellegrini Di Manchester City

Man marking selanjutnya terjadi di kana area Chelsea, Schurrle vs Alaba dan Ivanovic vs Ribery. Di awal laga Chelsea cukup berhasil menutup posisi ini. Tapi berubah total ketika Mourinho menukar posisi Schurrle dengan Hazard. Ribery sukses melakukan sembilan crossing, sembilan shot dan satu gol. Alaba tercatat sepuluh crossing dan dua shot.

Chelsea High Up Pressing

Sejak peluit awal pertandingan Chelsea langsung melakukan high up pressing dengan man marking seperti uraian di atas sebagai basisnya. Empat pemain depan Chelsea akan mengejar bola dengan agresif walaupun jika bola sedang dikuasai Neuer. Mourinho juga cukup percaya diri dengan taktiknya ini. Di belakang dengan defence line yang cukup tinggi Chelsea berani dalam situasi 2 vs 2 tanpa spareman melawan dua pemain terdepan Bayern.

Bayern cukup kesulitan mengalirkan bola ke depan, mereka terpaksa mempercepat tempo untuk menghindari pressing yang dilakukan Chelsea. Bermain tidak dalam temponya sendiri membuat Bayern cukup nervous dan banyak salah umpan. Chelsea akhirnya mendapat satu gol pada menit ketujuh setelah dribbling brilian Hazard dari tengah lapangan dan defensive error dari Alaba ketika membiarkan Schurrle bebas memberi umpan kepada Torres.

Bayern Attack

Bayern tidak terkunci sama sekali di areanya. Memakai bola-bola panjang jika bola bisa dikuasai, defence Chelsea langsung terekspos dan Bayern dapat beberapa attempt. Semakin jauh Bayern bisa masuk, Chelsea juga semakin sulit membalikkan serangan. Build up serangan Bayern sering di mulai di kanan. Ketika Kross pegang bola, pemain yang mudah dijangkaunya adalah Lahm yang juga cenderung ke kanan. Dengan Mandzukic dan Muller yang juga bergerak ke kanan, area itu jadi sangat padat.

Padatnya area kanan membuat pemain Bayern memindah bola ke kiri dimana Ribery lebih bebas. Alaba cepat melakukan overlap cukup membantu dan Ribery mulai mendapatkan peluang. Tapi Schurrle cukup baik melakukan double up kepada Ivanovic untuk cover area ini. Duet Alaba dan Ribery cukup agresif di depan. Ini juga mendatangkan efek negatif ketika counter attack Chelsea terus masuk dari sisi mereka. Di sisi kanan Rafinha tidak ikut naik membantu attack Bayern.

Terkait:  Petr Cech dan Kesukesan Seperti Van Der Sar

Sekitar menit 20 Mourinho menukar posisi Hazard dengan Schurrle, entah untuk menahan biar Alaba tidak terlalu naik atau untuk memanfaatkan lubang di sisi itu. Karena Chelsea sudah kehilangan ritme, perubahan ini malah menjadi negatif untuk Chelsea. Hazard tidak se-enerjik Schurrle ketika bertahan, dia sering tertinggal dalam menjaga Alaba. Ivanovic sekarang harus berkompromi dengan Alaba dan akhirnya Ribery bisa punya space lebih. Langsung bisa berhadapan dengan Cahill di posisi yang berbahaya, Ribery mulai membuka kran peluang Bayern untuk mengejar gol.

 

Mourinho menyadari ini dan hanya sepuluh menit Hazard di kanan. Schurrle kembali ke posisi awal dan Ivanovic mendapatkan tameng lagi. Sekitar menit 36 ganti Guardiola yang bermanuver. Dia mendorong Mandzukic untuk mengoverload sisi kiri dan akhirnya sering langsung berhadapan dengan Ivanovic. Situasi ini kembali membuat Ribery tak terjaga dan Bayern mendapatkan beberapa peluang lagi. Tak ada perubahan di awal babak kedua sampai akhirnya Ribery mencetak gol. Mourinho merespon dengan menggeser Ramires lebih ke kanan untuk bantu sisi itu walaupun harus melepas man marking terhadap Muller.

Masuknya Javi Martinez dan Gotze menggantikan Rafinha dan Muller membuat Lahm kembali jadi bek kanan. Hal ini menghidupkan permainan Robben karena Lahm yang terus overlap membuat Robben lepas dari marking Cole. Robben mulai cut in ke dalam dan menambah variasi serangan Bayern. Tapi Chelsea cukup baik melakukan transisi defence dari kiri ke kanan, tidak ada peluang yang jadi gol buat Bayern. Bahkan ketika Ramires diusir keluar dan Chelsea main dengan sepuluh orang, defence Chelsea masih sangat solid. Mourinho menutup lubang dengan mengganti Schurrle dengan Obi Mikel.

Terkait:  Cardiff 3 - 2 Manchester City: Telat Panas Harus Dibayar Mahal Pellegrini

Extra Time

Unggul pemain Bayern tidak coba mengambil keuntungan dengan attack tempo cepat ke pertahanan Chelsea. Bahkan Chelsea yang hanya menyerang dengan Oscar – Torres – Hazard bisa mendapat satu gol. Tanpa ada Schurrle, Mourinho mendorong Oscar ke kanan, memasukkan John Terry menggantikan Hazard. Guardiola mengganti Robben dengan Shaqiri. One way traffic terjadi selama 25 menit dan Bayern mencoba melepaskan 16 kali tembakan sebelum Javi Martinez menyelamatkan Bayern dengan golnya di menit akhir extra time.

Kesimpulan

Di saat banyak tim menggunakan dua baris pertahanan yang berdekatan untuk membendung lawan seperti Bayern ini, Mourinho punya cara sendiri untuk menghentikannya. Memakai man marking walaupun hanya sampai area tertentu dan cukup berhasil. Cara ini juga sulit menjebak Bayern dalam posisi offside karena defense line yang tidak rata dan serangan Bayern bisa masuk mudah ke kotak pinalti. Tercatat hanya sekali Bayern offside. Mourinho bisa memakai cara ini karena Chelsea memang bagus kalo harus bertahan sampai di depan gawang atau parkir bus. Mungkin cuma Chelsea sekarang top level team yang bisa melakukan ini dengan sangat baik setelah Napoli tidak lagi dipegang Mazzari.

Guardiola masih mempunyai pekerjaan rumah yang belum selesai juga. Hanya dengan ball possession 25% Chelsea bisa melakukan 14 tembakan merupakan lampu kuning buat sistem yang dibangunnya ini. Terlihat Kross tidak bisa cepat melindungi backfour. Tapi Guardiola butuh pemain di posisi ini punya umpan yang bagus baik itu pendek atau diagonal seperti kemampuan Kross atau Schweinsteiger . Kalau memilih Martinez, Guardiola mendapatkan cover yang bagus untuk pertahanan tapi kehilangan pembagi bola. Memakai dua pemain untuk memenuhi kebutuhan ini juga sepertinya bukan favorit Guardiola.

 

Apa Pendapatmu?