List of feeds URL

Bayern Munchen Dan Lima Hal Yang Membuat Mereka Menyerah Di Allianz Arena

Author: Dimas Andi Sulistyo (twitter: @dimsulistyo)

Lima adalah total jumlah gol yang dibuat para pemain Real Madrid ke gawang FC Bayern musim ini. Ada yang salah dengan FC Bayern? Tidak. Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Pep Guardiola kepada FC Bayern di masa perdana ia melatih club barunya itu.

Apa yang dilakukan Pep musim ini dengan FC Bayern adalah evolusi yang baik, pertama ia memaksimalkan peran Javi Martinez yang di musim lalu sudah accomplished di centre-back dengan mengambil alih posisi Badstuber karena cidera semusim dan Van Buyten yang out of form apabila harus bermain di level tertinggi Eropa. Kedua, Pep melakukan rotasi untuk dapat memainkan Rafinha di wing-back dengan menempatkan Lahm di posisi defensive midfielder dimana ia juga cukup menguasai posisi tersebut secara natural. Jadi kenapa Bayern harus kebobolan lebih dari empat goal saat melawan Madrid di Champions league?

Pertama, Rafinha adalah natural wing-back yang secara skill mumpuni, tetapi apa yang dilakukan Pep di 1st leg saat tandang ke Madrid membuat ia sangat over confidence dengan taktiknya, bukan menggali apa yang dibutuhkan club saat harus menghadapi club berkelas seperti Real Madrid yang memiliki formasi 4-3-3 narrow, saat dimana Madrid melakukan counter-attack dengan cepat, saat itulah side pitch Bayern benar-benar di bombardir oleh pace level para pemain Madrid. Bayern yang biasa kita lihat memaksimalkan side pitch sebagai attacking movement mereka pada masa Jupp, menjadi seakan memakan kata-katanya sendiri, bahwa apa yang dilakukan Alaba pada 1st leg Bayern saat tandang ke Juventus di Champions League tahun lalu adalah kekuatan sinergi explosive wing-back yang di support oleh winger yang cepat.

Terkait:  David Soria: Kinclong Bersama Sevilla Menawan di Liga Eropa

Kedua, Lahm adalah defensive midfielder yang baik, tetapi pemberdayaan wing-back yang menjadi legacy masa Jupp adalah harta yang tidak bisa kita lupakan, Pep lebih memilih mempersiapkan Rafinha untuk dapat merotasi klubnya dengan lebih baik dengan menempatkan Martinez di posisi centre-back, tapi tidak dengan posisi Lahm di defensive midfielder kali ini. Urgent dan important adalah pakem dalam menggali in-depth tactical. Penempatan Lahm di defensive midfielder itu “important” untuk pengembangan si pemain & rotasi club secara menyeluruh tetapi tidak dalam posisi “urgent” dalam meraih suatu kemenangan 1st leg yang saya yakin apabila ia ditempatkan di wing-back maka cerita akhir mungkin bisa berbeda.

Ketiga, possession football is not the result. Possession football dengan Tiki-taka ala Pep sudah sangat familiar kita dengar dimana-mana, sebagai pecinta sepakbola indah, saya sangat menghargai apa yang Pep coba tanam dan investasikan, tetapi sepakbola adalah evolusi, mereka yang menang dari Pep di musim ini atau di pertandingan berikutnya adalah mereka yang memilih untuk belajar dari kekalahan, pelajaran bahwa di dunia sepakbola tidak ada yang abadi, bahkan pakem taktik yang sudah merajai dunia sekalipun dapat mereka hancurkan dengan evolusi taktik dan pemain yang tepat.

Keempat, balance vs explosive. “Balance” adalah kata-kata tepat untuk menggambarkan bagaimana Pep mengembalikan Lahm ke posisi awalnya sebagai wing-back yang di support oleh duet Schweinsteiger atau Kroos di holding midfielder. “Explosive” adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa Don Carlo ingin menghancurkan Tiki-taka seorang Pep Guardiola dengan menempatkan trio Benzema, Bale dan CR7 dengan tactical narrow di garis akhir yang di support oleh Di Maria dan Modric sebagai balancer lini tengah sesungguhnya. Bayern tidak cukup explosive? Kali ini saya setuju.

Terkait:  Kenapa Barkley Tidak Cukup Bagus Untuk Hodgson

Kelima, urgent dan important. Apa yang penting belum tentu hal tersebut adalah hal yang mendesak bagi kebutuhan klub, begitupun sebaliknya. Apa yang dilakukan Pep dalam beberapa hal termasuk memaksimalkan Javi Martinez di hampir satu musim ini adalah langkah tepat untuk kebutuhan klub. Memaksimalkan Lahm di posisi defensive midfielder adalah langkah yang kurang tepat dalam memaksimalkan ambisi klub dalam meraih kemenangan, bahkan untuk Timnas Jerman sekalipun yang sekarang ini sedang dalam masa panen para pemain muda yang ingin sekali mencicipi pengalaman bermain di international level. Sampai sekarang Bayern sudah membukukan dua pemain barunya untuk musim baru mereka nanti: Lewandowski (CF) & Sebastian Rode (CM/DM), apakah mereka adalah jawaban dari kebutuhan Bayern?

Lima adalah total jumlah goal yang dibuat para pemain Real Madrid ke gawang FC Bayern musim ini.

Oleh : @dimsulistyo (Penikmat Bundesliga & sepakbola Jerman), part of @BIGREDS_IOLSC & @EyeEm Contributor – Instagram.com/dimsulistyo

Apa Pendapatmu?