List of feeds URL

Banyak Pelajaran Dari Kekalahan Timnas U19 Atas Myanmar

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Akhirnya Timnas U19 harus menyerah di game kedua atas Myanmar di stadion Gelora Bung Karno. Dua gol Myanmar di ujung laga yang salah satunya dari hukuman penalti, membuyarkan keunggulan satu gol Garuda Jaya di babak pertama. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari laga kali ini, termasuk yang paling krusial, meredam high press lawan.

Ini adalah kekalahan Timnas yang kedua dari tujuh laga selepas Tur Nusantara yang mereka jalani sebelumnya. Kedua kekalahan ini didapat dari tim yang sama melakukan high press, Oman dan kali ini Myanmar. Sebelumnya, satu-satunya kekalahan dalam ajang AFF Cup dan Pra Piala Asia tahun lalu juga dihasilkan dari laga melawan Vietnam yang juga bermain dengan cara tersebut. Melawan tim dengan cara main seperti ini memang tidak pernah mudah bagi anak asuh Indra Sjafri yang sangat intensif memakai umpan pendek untuk menyusun serangan dari belakang.

Walaupun kalah, game ini adalah laga yang sangat bermanfaat buat Timnas. Pendekatan baru Indra Sjafri untuk meredam high press Myanmar berjalan relatif baik. Tapi sayang di awal babak kedua, Garuda Jaya harus bermain dengan 10 pemain karena diusirnya Ichsan Kurniawan karena dianggap mengulur waktu.

Sebenarnya jauh lebih ideal jika Indra Sjafri mendapat kesempatan 90 menit untuk mencoba resepnya tersebut, guna mengetahui benar-benar efektif atau tidak. Tapi kesempatan itu tidak terjadi. Kartu merah Ichsan dan disusul beberapa menit kemudian juga diterima pemain Myanmar, Nan Wai Lin, membuat jalannya pertandingan berubah.

Adaptasi High Press

mi

Setelah dua hari sebelumnya Garuda Jaya menjalani laga terburuknya melawan tim yang sama, Indra Sjafri kali ini mencoba beberapa perubahan untuk mencari solusi atas masalah strategi lawan yang berniat menekan penguasaan bola sejak dari area Timnas. Target objektif yang harus dicapai adalah mengurangi kesalahan kehilangan bola di area sendiri, yang membuat lawan mudah melakukan break dan menemukan backfour Timnas yang tidak terlindungi.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?