List of feeds URL

Australia Mengangkangi Sepakbola Asia

Author: Aun Rahman (twitter: @aunrrahman)

30 Juni 2005, Badan eksekutif FIFA Menyetujui kepindahan Australia dari OFC (Oceania Football Confederations) menuju konfederasi asia AFC, kepindahan keanggotaan konfederasi ini mulai berlaku per 1 Januari 2006.

Banyak alasan yang menyebabkan Australia memutuskan pindah dari OFC ke AFC, salah satunya seperti yang disebutkan oleh mantan kapten tim nasional Australia, Jhonny Warren, bahwa satu satunya cara agar sepakbola Australia berkembang, adalah dengan meninggalkan Zona Oseania, dan bergabung ke konfederasi yang lebih kompetitif,

Maka setelah perundingan panjang dipilih lah Asian Football Confederations atau AFC sebagai destinasi baru, dikarenakan faktor geografis yang lebih dekat. Alasan lain mengapa Australia memutuskan migrasi ke AFC adalah agar lebih mudah mendapatkan tiket langsung menuju Piala Dunia, dibandingkan jika tetap berada di OFC yang mengharuskan juara kualifikasi konfederasi Oseania bertemu dengan peringkat 5 kualifikasi zona Conmebol (Konfederasi Amerika Selatan) di babak play off terlebih dahulu.

10 tahun berselang, si anak baru perlahan mulai beradaptasi dengan sepakbola Asia, walaupun pada mulanya agak sulit, puncaknya adalah AFC Champions League 2014 ketika klub asal Australia, Western Sydney Wanderers yang biasa disebut sebagai WSW berhasil menggondol gelar juara dengan mengandaskan perlawanan wakil Arab Saudi Al-Hilal di Final yang berlansung 2 leg. Di pertemuan pertama WSW berhasil mengalahkan Al-Hilal di kandang sendiri dengan skor tipis 1-0, Sementara di Leg kedua yang berlangsung di stadion megah King Fahd Stadium, WSW menahan Imbang Al-Hilal tanpa gol, sekaligus memastikan diri sebagai Tim asal Australia pertama yang menjadi jawara Liga Champions Asia.

Awalnya banyak pihak sepakbola australia agak terkejut, ternyata tidak semudah itu menjadi superpower di persepakbolaan Asia. Sekalipun dalam 2 pagelaran Piala Dunia semenjak Australia pindah ke AFC. Yaitu Afrika Selatan 2010 dan Brasil 2014, Australia selalu  mampu untuk lolos dari babak kualifikasi dan menjadi salah satu kontestan dari 4 wakil Asia di Piala Dunia.

Terkait:  Selamat Datang King Arturo

Debut Kompetisi Australia di AFC adalah di Piala Asia 2007. Di turnamen yang digelar serentak di 4 negara yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia dan Vietnam, performa Australia tidak terlalu mengesankan, bahkan Soceroos saat itu diperkuat generasi emasnya yang berisikan Mark Viduka, Harry Kewell, dan Tim Cahill hampir saja tidak dapat lolos ke fase gugur, setelah dihajar 3-1 oleh Irak, beruntung di partai penentuan Australia berhasil mengalahkan Thailand dengan skor telak 4-0. Perjuangan Australia akhirnya terhenti di babak perempat-final, setelah dikandaskan Jepang melalui Adu Penalti.

4 tahun kemudian di Turnamen selanjutnya yang diadakan di Qatar, Australia tampil jauh lebih baik, masih diperkuat oleh generasi emasnya minus Mark Viduka yang sudah memutuskan pensiun dari tim nasional, Socceroos menjadi tim yang paling produktif dengan 13 gol, dan bahkan melaju ke partai puncak, sayang gelar juara yang sudah di depan mata, akhirnya melayang, setelah Australia kembali dikalahkan Jepang, kali ini melalui gol tunggal Tadanari Lee pada masa perpanjangan waktu.

Kesuksean WSW tentunya akan menjadi tambahan motivasi besar bagi perkembangan sepakbola Australia, terutama terkait kiprah di konfederasi Asia. Kesuksesan ini akan terasa lengkap apabila Tim Nasional Australia yang akan bertanding di babak final Piala Asia 2015 berhasil membawa pulang gelar juara. Australia sendiri bahkan diuntungkan dengan status sebagi tuan rumah pada laga yang digelar di Australia Stadium, Sydney.

Apabila Hal ini benar benar terjadi maka, Australia saat ini benar benar sedang mengangkangi persepakbolaan Asia.

Apa Pendapatmu?