List of feeds URL

Apa Jerman Sedang Terjebak Strategi Tanpa Striker

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Setelah hanya mendapat hasil imbang 2-2 dalam ujicoba melawan Kamerun, Joachim Low mencoret tiga pemain dan menciutkannya menjadi 23 untuk dibawa ke Brazil. Kesempatan ujicoba selanjutnya melawan Armenia berakhir lebih baik dengan kemenangan 6-1. Walaupun begitu, sepertinya ada yang kurang pas dari komposisi yang pemain yang akan mewakili Jerman di Piala Dunia.


Walaupun termasuk jajaran tim dengan pemain paling berbakat di Piala Dunia nanti, tugas Low untuk menentukan mana saja pemain yang dibawa tidak berlangsung mudah. Jerman mengalami badai cedera yang cukup parah. Tercatat Ilkay Gundogan, Mario Gomez dan Bender bersaudara tidak bisa dibawa. Sementara pemain lain seperti Bastian Schweinsteiger dan Sami Khedira masih berlomba dengan waktu untuk fit sebelum kickoff pertama 16 Juni melawan Portugal.

Tapi Jerman tetap bisa mengambil keuntungan dari baiknya regenerasi dalam tim. Masih setumpuk nama bagus yang bisa menjadi opsi. Masih ada pemain yang mulai matang seperti Marco Reus dan Thomas Muller, atau bintang muda semisal Julian Draxler dan Kevin Volland. Selain itu masih ada jajaran pemain kenyang pengalaman dalam diri Miroslav Klose dan Philipp Lahm.

Dengan masih banyaknya potensi yang ada, Low masih bisa sedikit leluasa memilih 23 dari 26 pemain tersisa, agar timnya bisa maksimal memainkan apa yang dia inginkan. Defender Sampdoria, Shkodran Mustafi dicoret karena kalah bersaing. Bek kiri Borussia Dortmund, Marcel Schmelzer, yang masih cedera juga tersingkir. Yang agak kontroversial adalah juga tidak dibawanya striker belia, Kevin Volland.

Keputusan Low mencoret Volland tersebut jadi sangat kentara karena pertimbangan taktikal, karena sebenarnya di dalam tim cuma tersisa Klose yang berposisi sebagai penyerang tengah. Dengan hanya membawa satu striker murni, komposisi tiap lini jadi terlihat timpang. Jerman ke Brazil membawa tiga kiper, tujuh defender, 12 midfielder dan hanya satu striker.

Terkait:  Seedorf Dan Masalah Yang Akan Dihadapinya Di Milan

Evolusi Tanpa Striker

Selama di bawah komando Low sejak 2006, Jerman identik dengan skema 4-2-3-1, dengan posisi penyerang diisi bergantian oleh Klose ataupun Mario Gomez. Dengan formasi ini juga Jerman mencapai semifinal World Cup 2010 dan Euro 2012. Selama babak kualifikasi, mereka juga masih memakai formasi ini dan berhasil menjadi yang tersubur diantara negara lain setelah mencetak 36 gol dari 10 laga.

Namun sejak bulan maret 2014, Low punya ide untuk mengganti taktik bermain Jerman menjadi tanpa striker. Ide tersebut berawal dari tidak terlalu berfungsinya pemain depan ketika Jerman berujicoba melawan Belanda tahun sebelumnya dan Perancis sebulan sebelumnya.

“Idenya adalah untuk memiliki pemain yang berbeda-beda untuk mengancam di depan gawang lawan,” ucap Low waktu itu. “Bukan saya suka tidak punya striker, tapi akan bagus jika lawan tidak bisa hanya bersiap untuk menjaga satu striker saja. Tentu saja saya tetap senang punya Klose ataupun Gomez dalam tim.”

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?