List of feeds URL

Taktik Timnas U19 Gagal Menembus Two Banks Of Four Lebanon

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Timnas Indonesia U19 kembali menemukan lawan tangguh dalam diri Lebanon. Garuda jaya gagal memenangi duel dalam 90 menit, walaupun unggul satu pemain di 10 menit terakhir. Evan Dimas dan kawan-kawan lebih menguasai laga, tapi Lebanon sukses menentukan bagaimana game dimainkan.

Pertemuan kedua tim ini dihelat setelah Timnas melakoni dua laga melawan Yaman. Mereka berhasil memenangi laga pertama 3-0 dengan memakai komposisi pemain inti, namun hanya imbang di laga kedua setelah Indra Sjafri memainkan pemain lapis kedua. Tipikal main Yaman mirip Uni Emirat Arab dan Korea Selatan, tapi dengan kualitas di bawahnya. Oleh karena itu tidak mengejutkan jika tim inti di laga pertama bisa menang mudah.

Setelah melalui laga eksebisi yang terhitung enteng, Lebanon mengajak Garuda jaya melalui game yang benar-benar berbeda. Berikut catatan dari pertandingan ini:

1. Formasi 4-4-2 Flat Dari Lebanon

Negara bekas jajahan Perancis tersebut memakai skema 4-4-2 yang cenderung bertahan untuk menghadapi 4-3-3 Timnas. Sudah lama Garuda jaya tidak menghadapi cara main seperti ini, terakhir bisa ditemui ketika berhadapan dengan Thailand dan Malaysia di gelaran AFF 2013. Di kedua laga tersebut, tidak ada yang berlangsung mudah untuk mereka. Thailand baru bisa ditaklukkan di menit akhir setelah tim Gajah putih menerima satu kartu merah, sedangkan Malaysia berhasil menahan Timnas draw.

Dengan gambaran seperti itu, jelas laga ini akan berjalan tidak mudah, apalagi Lebanon memainkannya lebih apik dari dua negara tetangga tersebut.

Negara berpenduduk tidak sampai 5 juta jiwa ini tidak tertarik menekan Timnas jika tidak di area mereka. Hargianto dan dua fullback mereka lepas dan biarkan bebas bermain di area sendiri. Sedangkan satu striker coba melakukan tracking ke Evan Dimas atau Paolo Sitanggang jika coba masuk garis tengah.

Terkait:  Zulfiandi Is A Boss

Hal yang sangat menyulitkan dari pendekatan Lebanon ini adalah mereka sangat advance menentukan defensive line di belakang. Two banks of four yang dipakai tidak pernah berjauhan, diikuti dua striker juga selalu hanya sedikit lebih ke depan untuk mengganggu tiga gelandang Timnas jika mendapat bola.

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?