List of feeds URL

Spanyol 1 vs 5 Belanda: Back Three Ala Van Gaal Menghancurkan Tim Matador

2014-06-13T204944Z_1233373977_TB3EA6D1OHYPX_RTRMADP_3_SOCCER-WORLD-M03-ESP-NED
Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Tim oranye Belanda bisa berdiri gagah di depan para pemain Spanyol, setelah berhasil membalaskan dendam empat tahun silam di final Piala Dunia 2010. Pembalasan yang dilakukan tidak tanggung-tanggung, mereka menggelontor gawang Iker Casillas lima gol dan hanya mampu dibalas satu.

 

Pertandingan berjalan sesuai keinginan tim Matador di awal. Mereka berhasil unggul terlebih dahulu setelah Xabi Alonso sukses mengeksekusi penalti, akibat Diego Costa dijatuhkan Stefan De Vrij di dalam kotak 16 meter. Namun sebelum babak pertama usai, umpan diagonal Daley Blind berhasil disambut diving header oleh Robin Van Persie dan bola berakhir di jala gawang Casillas. Belanda sukses memaksa reset di awal babak kedua, yang setelahnya mampu sepenuhnya mereka genggam.

Pertarungan kali ini kembali menghadirkan tiki-taka ala Spanyol, melawan skema backthree yang diusung Louis Van Gaal. Dalam sejarahnya memang Spanyol kesulitan jika melawan tim yang memakai tiga bek. Apalagi kali ini Belanda memainkannya cukup apik, terutama di babak kedua. Permainan tim negeri kincir angin di babak pertama tidak terlalu buruk, namun masih muncul beberapa lubang di belakang yang disebabkan organisasi bertahan yang kurang rapi.

spain-netherland

Pendekatan Kedua Tim

Vicente Del Bosque bisa menurunkan skuad terbaiknya mulai menit pertama. Mantan pelatih Real Madrid tersebut memutuskan untuk memakai striker  dengan memilih Diego Costa sejak awal. Sedangkan di tengah, dia memakai double pivot daripada single pivot, seperti yang banyak diberitakan sebelumnya. Xabi Alonso dan Sergio Busquets berdampingan di tengah, dengan Xavi sedikit di depan mereka.

Tim matador bermain dengan cara reguler mereka, memakai high defensive line untuk mengakomodasi high press yang dilakukan mulai pemain paling depan sampai pemain belakang, guna merebut bola secepat mungkin.

Terkait:  Belajar Taktik: Mendominasi Sepakbola Modern Memakai Formasi 3-4-2-1

Tapi ada sedikit perubahan ketika menyerang. Diego Costa tidak lagi pasif, namun lebih pro-aktif bergerak untuk lepas dari marking yang seringkali dilakukan oleh Ron Vlaar. Hal yang sama juga dilakukan oleh David Silva, tapi hal ini memang sudah menjadi cara main reguler pemain Manchester City tersebut. Yang berbeda, mereka berdua cukup intens menguji offside trap Belanda, hal yang sebelumnya jarang terlihat selama ujicoba.

Di pihak Belanda, Van Gaal cukup konsisten dengan skema 3-4-1-2 dan line-up yang diumumkan jauh sebelum laga dimulai. Yang menarik adalah pelatih Manchester United tersebut memakai taktik yang cukup agresif sejak awal. Sama seperti Spanyol, tim Oranye juga memakai high press dengan garis pertahanan yang tinggi. Keberanian Van Gaal juga tercermin dari duet Arjen Robben dan Van Persie yang juga melakukan pressing ke dua bek tengah Spanyol, Gerard Pique dan Sergio Ramos.

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?