List of feeds URL

Seberapa Penting Lisensi Pelatih?

Author: febiaji (twitter: @Ajifebi)

Akhir-akhir ini federasi gencar melaksanakan kursus lisensi pelatih, itu merupakan langkah yang baik untuk masa depan persepakbolaan di negeri ini. Tanpa pelatih, pemain mungkin tidak akan bisa berkembang dan sebaliknya jika tanpa pemain, pelatih pun tidak akan berkembang.

Jadi keduanya antara pelatih dan pemain saling membutuhkan untuk menjadikan sepakbola menjadi lebih indah dan menghibur untuk di nonton. Dulu federasi sempat mengirim beberapa pemain dari negeri ini untuk berlatih keluar negeri, saya sempat begitu kurang setuju dengan program tersebut karena akan memakan biaya yang cukup besar serta yang paling penting kebiasaan dan karakter pemain kita butuh waktu lama untuk membiasakan di negeri orang dan dipimpin oleh pelatih yang belum tahu karakter pemain Indonesia.

Hal yang paling penting dari seorang pelatih ialah mengetahui karakter dari para pemainnya agar dalam menyusun skema permainan akan lebih mudah. Mungkin sebaiknya hal yang dulu dilakukan federasi adalah dengan mengirim pelatih-pelatih negeri ini untuk berguru keluar negeri dan menerapkan ilmu yang didapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada di negeri ini. Dengan cara ini mungkin biaya yang akan dikeluarkan tidak akan begitu banyak serta akan mencakup semua daerah di negeri ini.

Bayangkan setiap provinsi ada satu pelatih yang disekolahkan keluar negeri, setelah pulang setiap pelatih membagi ilmu kepelatihan yang didapatkan kesetiap pemain yang di daerahnya. Hal ini bukan tidak mungkin daerah-daerah tidak bakalan tertinggal ilmu kepelatihan dan pemian di negeri ini bisa secara merata berkembang, daripada kita melakukan seleksi pemain untuk berlatih di luar negeri yang tidak semua pemain di negeri ini bisa ikut. Jika kalian sebagai pengurus federasi mau pilih yang mana? Pelatih yang di kirim keluar negeri atau pemain?

Terkait:  Meningkatkan Efisensi Pemanasan Sepakbola

Bagi saya pribadi lisensi pelatih itu sangat penting karena dengan lisensi salah satu syarat untuk memimpin sebuah tim di level internasional, tetapi kenapa untuk mendapatkan lisensi tersebut di negeri ini begitu sulit?

Sejak masih kuliah saya memimpikan sebelum lulus ingin mengantongi lisensi sebagai pelatih, tapi apa daya sampai sekarang belum bisa mendapatkannya. Teringat percakapan saya dengan salah satu staff pelatih Tim Nasional Indonesia U19 yang sedang TC di jogja. Waktu itu saya ngobrol santai dan saya berani untuk meminta pendapat kepada beliau tentang keinginan saya untuk meneruskan study saya dibidang sport psychology. Tetapi jawaban beliau sangat saya tidak duga “lebih baik kamu memperdalam ilmu kepelatihan saja,” dengan alasan karena dengan ilmu kepalatihan untuk mencakup semuanya termasuk sport psychology.

Jawaban itu membuat saya berfikir lebih jernih lagi untuk memutuskan apa yang di harus dilakukan untuk kedepannya. Setelah beberapa bulan saya berfikir dan mencoba menyangkut pautkan jawaban beliau dengan lisensi pelatih. Dari situ saya membuat kesimpulan bahwa memang benar jawaban dari staff pelatih tim nasional bahwa jika ingin mendapatkan lisensi itu tidak mudah. Kita harus banyak mengerti tentang ilmu kepelatihan, jika ilmu kepelatihan kita udah cukup bukan tidak mungkin kita bisa meraih lisensi pelatih. Bayangkan jika kalian punya lisensi tetapi pengetahuan tentang kepelatihan kalian sangat kurang, apakah kalian merasa malu tidak? Saya sadar pengetahuan kepelatihan saya sangat kurang jadi saya harus bekerja keras belajar terus agar bisa lebih baik lagi dan ilmu kepelatihan saya bisa meningkat. Jika ingin jadi orang hebat belajarlah dari orang-orang hebat.

Setelah saya menyelesaikan study saya memutuskan untuk pulang kampung kekota kelahiran di Bandung dengan tujuan saya ingin belajar dan memajukan sepakbola di tempat kelahiran saya. Bandung itu banyak orang hebat maka saya harus belajar dari meraka dan yang paling penting bisa lebih dekat lagi dengan keluarga. Setelah beberapa bulan tinggal di Bandung saya masih penasaran ingin mendapatkan lisensi pelatih. Mendapat kabar dari web federasi bahwa akan mengadakan kursus lisensi pelatih dari situ saya memberanikan diri untuk mengirim email kepada salah satu staff federasi yang emailnya tercantum pada jadwal lisensi pelatih tersebut.

Terkait:  Profesionalisme Dalam Membina Talenta Muda

Intinya saya meminta untuk konfirmasinya kenapa pelatih lulusan akademik begitu sulit untuk mengikuti lisensi. Tetapi jawabannya tidak memuaskan karena bukan menjawab pertanyataan saya, tetapi malah menanyakan balik, dari situ saya gak membalas dan melanjutkankan karena menurut saya tidak akan ada ujungnya dan memang seperti itu keadaannya.

Beberapa hari kemudian saya sempat memasang DP BBM memakai lambang AFC dengan menyertai dengan tulisan “Lisensi C AFC”. Beberapa teman di BBM sempat menanyakan bahwa kebenaran saya mengikuti kursus tersebut, saya jawab itu hanya menjadi motivasi saya untuk belajar lebih baik lagi agar bisa meraih lisensi tersebut. Tetapi dari semua yang menanyakan ada yang paling membuat saya terkejut, yaitu pesan BBM dari salah satu staff tim Nasional.

Beliau berkata good kamu bisa dengan emotion ibu jari yang mengacung. Lalu saya bercerita tentang apa yang menjadi unek-unek. Tapi keluar jawaban yang tidak terduga dari beliau, yang intinya jangan terlalu berharap pada lisensi sedangkan kamu mengabaikan pengetahuan tentang ilmu kepelatihan. Yang paling beliau tekankan ialah jaga silaturahmi sesama pelatih jangan sampai ada hubungan yang kurang baik karena tanpa mereka kamu tidak akan bisa brekembang.

Kesimpulannya dari semua kejadian yang pernah saya alami ialah belajar dan bekerjalah dengan ikhlas jangan terlalu mengharapkan sesuatu dari apa yang kamu kerjakan, tetap fokus dan selalu bekerja keras. Suatu saat kita mendapatkan hal yang tidak terduga sebelumnya. Negeri ini itu besar dan pasti banyak orang hebat di dalamnya.

Apa Pendapatmu?