List of feeds URL

Real Madrid 0 – 3 Barcelona: El Barca Menang Besar di Game Dua Wajah

Author: Daniel Tjirbon (twitter: @daniel_tjirbon)

Di laga yang ditunggu-tunggu oleh miliaran pecinta bola, El Clasico, di penghujung tahun 2017 ini mempertemukan dua tim yang sama-sama memainkan formasi 4-4-2. Baik Real Madrid dan Barcelona memakai diamond untuk lini tengah mereka.

Laga ini menghasilkan duel menarik antara full back (bek sayap di formasi 4 bek) melawan full back. Alba vs Carvajal dan Sergi Robertto vs Marcelo. Hal yang sangat jarang kita lihat saat kita menonton duel tim sesama 4-4-2, karena biasanya akan terjadi duel gelandang sayap yang akan melawan bek sayap.

Duel full back lawan full back ini bisa terjadi karena 4 gelandang Madrid berduel dengan 4 gelandang Barca. Duel 4 vs 4 ini terjadi di area tengah sampai halfspace dan sisi sayap diserahkan kepada full back masing-masing tim.

Alba bebas naik sangat tinggi pada saat build up, selayaknya gelandang sayap, dikarenakan posisi Iniesta si gelandang sayap yang lebih merapat ke tengah dan situasi yang relatif aman 3 vs 2 di belakang (Sergi-Pique-Vermaelen vs Ronaldo-Benzema).

Dominasi tuan rumah

Real langsung tancap gas. Menyerang dan melakukan pressing tinggi, mempersempit nafas tim tamu. Dengan ini, Build up Barca sangat terganggu, bola mudah lepas, dan akibatnya banyak situasi yang menguntungkan buat El Real.

Tim tuan rumah menyerang melalui sayap, sisi kiri utamanya, di mana Ronaldo juga beroperasi tak jauh dari situ. Melalui permainan sayap, Madrid bisa melakukan penetrasi ke dalam blok pertahanan Barca. Toni Kroos yang datang dari lini kedua terlihat bisa bebas memasuki kotak penalti tanpa ada yang mengawal.

Begitu juga di sisi kanan, permainan sayap El Real bisa membebaskan Kovacic yang melaju sampai ke dalam kotak penalti tanpa kawalan. Lagi-lagi sinyal bahaya. Beruntungnya buat Barca, Real belum bisa mencetak skor dari skema menjanjikan ini.

Madrid memang kesulitan melakukan penetrasi via jalur sentral, tapi mereka bisa dengan mudah mengakses Carvajal ketika mengalami kebuntuan dan sebagai jalan masuk lain lewat sayap. Ini dikarenakan tidak ada akses pressing kepada bek kanan Real Madrid tersebut saat Barcelona berada dalam kondisi bertahan di area sendiri (mid-low block). Iniesta yang bermain sebagai sayap kiri lebih memilih merapat ke tengah, sementara Alba tidak bisa langsung melakukan presing ke depan kepada Carvajal dikarenakan jarak yang tidak ideal.

Terkait:  Apa Yang Terjadi Cristiano?

Los blancos menggunakan serangan sayap dan mengirim crossing kepada dua menaranya (Ronaldo dan Benzema). Di pertandingan ini El Real sepertinya memang menginstruksikan pemain-pemainnya untuk sering melakukan crossing, kapan pun ada kesempatan. Skema ini beberapa cukup mengancam, membuat jantung miliaran fans Barca hampir copot.

**

Ada momen di mana aksi membawa bola ke depan oleh Pique, dengan menerabas barisan gelandang, bisa sedikit mengganggu konsentrasi man-marking dari pemain-pemain Madrid dan ini memberi Rakitic atau Busquets untuk sementara waktu bebas menerima bola, tanpa terkena pressing. Momen ini menghasilkan peluang Paulinho di dalam kotak penalti setelah menerima inswing cross dari Sergi. Sayang sepakan voli Paulinho masih bisa diblok Navas.

Dribel Pique yang menusuk ke tengah, menarik perhatian para pemain tuan rumah

Terlihat jelas raut muka Valverde sangat tegang di pinggir lapangan. Sementara Zidane terlihat menikmati. Di babak pertama ini, Los Blancos memang sangat dominan. Baik dalam fase mendapat bola maupun dalam fase tidak mendapat bola. Mereka juga banyak mendapatkan peluang yang mengancam, baik dari open play maupun set piece.

Babak Dua:

Sihir Busquets dan Rotasi Messi-Paulinho yang mengubah jalannya pertandingan

Madrid masih dominan menyerang dari sisi kiri dan dengan ini bisa menikmati ruang di posisi bek kanan (Carvajal) yang terbuka; ruang yang bisa digunakan untuk switch play (pemindahan bola) maupun penetrasi.

Kalaupun ruang tersebut tertutup, Madrid mengakalinya dengan cara seperti ini. Saat Carvajal tidak bisa melakukan penetrasi langsung dari sisi dia berada, dia akan melakukan cut-in (masuk ke dalam ke tengah), gerakan cut-in ini turut menggerakkan blok lawan ke tengah. Carvajal lalu mengoper kepada salah satu gelandang, dan baru lah si gelandang bisa mengakses ruang yang Carvajal kosongkan.

Terkait:  Pep Guardiola Menjelaskan Perubahan Posisi Messi

Gerakan cut-in Carvajal, menggerakkan blok lawan

Barca akhirnya bisa sedikit memainkan possesion saat Madrid mengendurkan pressingnya. Ini juga tidak lepas dari Messi yang turun ke bawah menjemput bola, sementara Paulinho bergerak naik ke depan. Sebaliknya saat Paulinho masih berada di area gelandang, dan Messi ada di lini serang, Barca terlihat sulit memainkan umpan.

Dengan Messi yang turun ke bawah nyaris tanpa kawalan ketat, kini Barca terlihat sedikit nyaman memainkan bola, setidaknya di area sendiri. Momen krusial ini dimanfaatkan betul oleh Barca.

Dan benar saja sejurus kemudian di fase build up, Busquets melakukan aksi super menawan yang berbuntut gol untuk Barca. Dengan kemampuan dismarking-nya (lepas dari kawalan lawan), Busquets bisa menarik perhatian dari beberapa pemain Madrid. Otomatis sedikit melonggarkan pressing man-marking pemain-pemain Madrid kepada dua rekan di depan Busquets. Singkatnya Busquets mengibuli pemain yang mengawalnya untuk kemudian melakukan passing kepada Rakitic, yang bergerak keluar dari cover shadow lawan. Momen ini melahirkan serangan balik yang berbuah gol dari Luis Suarez. Diwarnai oleh Carvajal dan Marcelo yang sedikit abai dengan lawan yang berada di zona yang mereka jaga.

Busquets mengibuli lawannya dan melonggarkan marking para gelandang Madrid terhadap dua rekannya

Gol kedua Barca tercipta dari serangan direct El Real yang gagal. Barca berbalik menyerang dan mendapat penalti karena Carvajal memblok bola dengan tangan. Carvajal pun diusir keluar lapangan. Messi menjadi algojo dan sukses mengelabui Navas. 0-2 untuk tim tamu.

Situasi yang sulit buat Madrid, tertinggal dua gol dan minus satu pemain. Sementara skor 0-2 membuat Barca mulai bisa memainkan gaya sepakbolanya, umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki.

Terkait:  Quote: Cruyff Tentang Messi Dan Neymar

Mengejar ketertinggalan, Los Blancos mau tak mau harus tetap bermain menyerang dan lakukan presing tinggi dengan 4-1-4 atau 4-2-3. Untuk meresponnya Rakitic turun ke bawah dan menjadi pemain bebas, karena Madrid kalah jumlah pemain.

Presing tinggi Madrid 4-2-3 dan Rakitic yang turun ke bawah sebagai pemain bebas

Saat serangan Barca gagal dan harus kembali kehilangan bola, Barca lebih fokus membangun blok menengah dibanding konsisten melakukan presing tinggi. Meski unggul jumlah pemain, Barca tidak mau berjudi, mereka lebih khawatir dengan serangan direct Madrid yang berbahaya. Valverde lebih memilih pendekatan pragmatis di situasi timnya unggul.

Peluit akhir pun berbunyi, El Clasico dimenangi tim tamu dengan skor besar 0-3. Ini merupakan game dua wajah, yang hanya butuh satu-dua momen untuk membalikkan keadaan. Di babak satu, Real mendominasi. Di babak dua, Barcelona bermain lebih efektif. Cerita bisa saja berbeda kalau di babak pertama Ronaldo tidak miss kick saat mendapat peluang emas. Atau kalau Carvajal tidak melakukan hal konyol yang membuat dirinya diusir wasit, mungkin saja El Real bisa mengejar ketertinggalan dua gol mengingat waktu masih panjang.

Apapun itu, selamat buat kemenangan kubu Catalan. Kini berselisih 14 poin dengan Real Madrid yang masih tertahan di posisi empat. Laju Barca di La Liga sepertinya akan mulus hingga akhir musim. Tapi dengan penampilan yang tidak istimewa di laga El Clasico ini, apakah Barca akan menjadi penantang kuat di Liga Champion? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

 

Apa Pendapatmu?