List of feeds URL

Rahmad Darmawan Menguji Mourinho

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Rahmad Darmawan (RD) sangat beruntung bisa bertemu dan menguji idolanya, Jose Mourinho. Dengan pemain yang levelnya tentu di bawah skuad Chelsea, RD mencoba meredam Mourinho.

Formasi

image

Tanpa Juan Mata dan Oscar, cukup bisa ditebak Chelsea akan bergantung kepada Hazard. Dengan Hazard di kiri dan Moses di kanan dan disokong Van Ginkel dan Ramires, skema Chelsea mirip 4-1-2-3.

RD mencoba tidak terlalu bertahan. Trio Ferdinand Sinaga – Syamsir – Andik di belakang Greg Nwokolo. Greg cenderung bergerak ke kiri jika Ferdinand Sinaga bawa bola, dan Syamsir ke kanan bila andik yang bawa bola. Yang menarik pemilihan dua fullback, dimana di kanan RD memasang M. Roby dan di kiri Maitimo.

Pressing

image

Roby di kanan dimaksudkan oleh RD untuk menahan Hazard untuk tidak leluasa mendekati kotak penalti. Setiap Hazard masuk area Indonesia, Roby langsung man marking. Roby mungkin yang paling cocok untuk tugas ini. 20 menit pertama tercatat hanya 2 kali Hazard berhasil dribble dan menghasilkan peluang.

image

Kelemahan taktik RD langsung terlihat, karena Roby adalah fullback kanan. Ketika dia naik pressing Hazard ada ruang yang luas di pos dia sebenarnya. Beberapa kali Bertrand overlap dan mudah untuk melakukan crossing, Andik sering tertinggal jauh dari Bertrand.

image

Selain masalah keseimbangan backfour-nya, RD juga kurang efektif mengatur tugas pemainnya dalam bertahan. Bustomi dan Rizky Pellu hanya mengawal Ramirez yang cenderung naik dari pada Van Ginkel. Andik dan Ferdinand mengawal dua fullback Chelsea. Sementara Syamsir Alam tidak ada tugas apapun. Beberapa kali malah Rizky yang harus jauh menutup Van Ginkel. Dan ini malah menambah rapuh sisi kanan pertahanan Indonesia.

Terkait:  Indonesia 1 - 1 Malaysia: Goals And Full Highlight AFF U19 2013

Respon Mourinho

Walaupun pertahanan Indonesia sangat rapuh, butuh waktu 20 menit bagi Chelsea untuk mendapat gol pertama. Dan butuh waktu 29 menit untuk dapat gol dari open play. Upaya RD menjaga Hazard jauh dari kotak pinalti cukup berhasil. Hal ini pun membuat Mourinho mencoba beberapa variasi.

image

Mourinho pertama mencoba menukar posisi Hazard dan Moses. Ini tidak lama karena dari awal memang skema Chelsea yang berusaha build up dari Kiri dan finishing dari tengah dan kanan, dengan Hazard berpindah ke kanan malah tidak mendapatkan bola. Moses di kiri juga tidak membawa perubahan.

image

Cara kedua Mourinho dengan meng-overload flank kiri. Hazard – Moses – Bertrand berkolaborasi apik dan berhasil membuat Hazard cukup bebas di area Penalty karena Roby harus kawal dua orang sekaligus. Efeknya cukup bagus, tapi Mourinho kehilangan peran Moses sebagai salah satu finisher dan lebar lapangan di kanan.

image

Cara ketiga Mourinho dengan mengembalikan Moses ke kanan, dan mendorong Van Ginkel ke depan untuk menopang Hazard dan Bertrand. Dengan variasi ini akhirnya Chelsea dapat gol pertama dari open play, berlanjut dengan dua gol lagi di babak pertama.

image

RD bukannya menyerah tanpa perlawanan. Akhir babak pertama dan kalah tiga gol, RD sempat mendorong Syamsir untuk melapis sisi kanan. Syamsir dipilih karena memang dari awal hanya dia yang tidak punya tugas menjaga siapapun. Kalau mungkin tugas awalnya adalah jaga Van Ginkel, toh Van Ginkel sudah pindah jauh dari posisi aslinya.

Babak Kedua

RD melakukan tiga pergantian di babak kedua. Merombak dua pemain sisi kanannya, Roby dan Andik keluar, Kipuw dan Bayu Gatra masuk. Disisi kiri RD menarik Ferdinand Sinaga dan memasukkan Tibo. Dengan perubahan ini Indonesia bermain dengan 4-3-1-2 dengan Tibo naik berdampingan dengan Greg dan Syamsir di belakangnya.

Terkait:  Arsenal 0 vs 2 Bayern Munchen: The Gunners Melewatkan Momentum

image

Tidak ada instruksi khusus buat Kipuw dan Bayu Gatra dari RD untuk menjaga Hazard. Dengan leluasa Hazard mendekati kotak pinalti dan dia berperan atas tiga gol di babak kedua.

Masuknya Tibo juga memperparah pertahanan kiri Indonesia karena Maitimo yang di cover dengan baik oleh Ferdinand di babak pertama, sekarang harus sendirian. Lahir tiga gol Chelsea dari sisi kiri Indonesia.

Kesimpulan

Rahmad Darmawan mencoba menahan laju Chelsea dengan beberapa taktik, namun sayangnya kurang menyeluruh. Seperti siapa yang menutup posisi Roby kalo dia naik. Hal ini malah membuat pertahanan Indonesia sangat tidak solid.

Apa Pendapatmu?