List of feeds URL

Preview Euro 2016: Trio Wonderkid Turki di Euro 2016

Author: Christhoper K.R (twitter: @christhoperKR)

Tidak hanya sinetron saja yang penuh drama dan diminati di Turki, tak luput juga sepakbolanya yang sarat akan gengsi di setiap pertandingan. Tak ketinggalan sang pemain juga turut hadir di lapangan hijau, seperti Yasin Oztekin, Gokhan Gonul, Olcay Sahan, Mehmet Topal dan sang kapten sekaligus mega bintang dari Catalonia, Arda Turan.

Karakter di dalam sinetron Turki selalu ada antagonis dan protagonis, begitu juga pesepakbolanya tak mau kalah. Selain diisi oleh sang senior, junior-nya tak mau dipandang sebelah mata. Superlig (nama liga sepakbola Turki) menyajikan wajah rupawan untuk pemain dibawah usia 22 tahun.

Dulu sempat ada nama Gokhan Tore, Cenk Tosun, Mehmet Ekici, Omer Toprak, dan Nuri Sahin bak sosok antagonis dan protagonis di lapangan hijau. Selain itu, karirnya juga melejit bersama timnas dan klub yang dibela. Tak ketinggalan pula, prestasi yang pernah diraihnya semasa muda dulu.

Apakah dari nama-nama diatas ada pewarisnya? Tentu saja ada. Tidak semua pemuda di Turki bisa menyamai prestasi pemain idolanya. Berikut ini adalah pewaris tahta timnas Turki pada saat Euro 2016 dan event resmi lainnya :

Caglar Soyuncu (19 tahun, Altinordu)

caglar

Meski bermain di divisi kedua sepakbola di negara yang dipimpin oleh Recep Tayyip Erdogan tak membuat laki-laki tampan asal Izmir ini pantang menyerah. Walau hanya membela klub kecil seperti Menemen Belediyespor, Bucaspor, dan yang dibelanya sekarang, Altinordu, pria bernama Caglar Soyuncu pernah membela timnas Turki u-18 hingga puncak senior.

Walaupun hanya bisa mencetak dua gol saja, gol tersebut dibuat pada saat menjelang akhir pertandingan. Boluspor dan Gaziantep Buyuksehir Belediyespor menjadi saksi pahlawan penyelamat asal Izmir itu. Uniknya, skor berakhir imbang semua, 1-1. Jika seorang pemuda bernama Caglar Soyuncu bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan, apakah mustahil jika Spanyol bisa ditahan imbang? Ah, saya cuma bercanda.

Terkait:  Preview Euro 2016: Trio Wonderkid Portugal di Euro 2016

Walaupun jam terbangnya masih minim, tapi Caglar mempunyai mental yang besar dan keberuntungan yang selalu pada dirinya. Buktinya? Tanya saja pada Boluspor dan Gaziantep Buyuksehir Belediyespor. Kelak suatu saat klub lokal seperti Fenerbahce, Besiktas, dan Galatasaray mau menampung jasa Caglar Soyuncu.

Ozan Tufan (20 tahun, Fenerbahce)

ad_164401126-e1427623596117

Bursaspor telah kehilangan salah satu talenta mudanya yang hijrah ke klub tetangga, Fenerbahce. Sari Kanaryalar, julukan Fenerbahce, harus merogoh kocek sebesar tujuh juta Euro untuk mendatangkan pria yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Selain itu, Ozan juga bisa berperan sebagai versatile .

Gaya bermain Ozan yang keras dan kasar macam Felipe Melo menghasilkan 16 kartu kuning. Gelandang bertahan tipikal seperti ini selalu menjadi momok bagi tim lawan. Peran gelandang tengah dan gelandang serang bisa diandalkan kepada lelaki bernomor punggung delapan di Fenerbahce dan 16 di timnas ini. Sudah 93 laga (berarti 6.471 menit) ia menggiring si kulit bundar dan mencetak lima gol, sebelas asis sepanjang karirnya.

Meskipun di musim 2015/2016 Ozan mencetak gol dan asis hanya sebiji, tapi perannya untuk Sari Kanaryalar sangat berguna. Di liga Turki, Fenerbahce duduk di posisi pertama unggul dua poin dari sang rival, Besiktas. Klub sekarang saja bisa bercokol di peringkat teratas, apalagi nanti (mungkin) negaranya bisa stay di nomor satu grup D piala Eropa 2016.

Kaan Ayhan (21 tahun, Eintracht Frankfurt)

Austria_U21_vs._Turkey_U21_20131114_(071)

Petarung naturalisasi Jerman ini sudah mengalami pahit-manis lapangan hijau. Pria yang lahir di Gelsenkirchen dan alumni dari Knappenschmiede, akademi FC Schalke 04, memiliki bakat luar biasa sebagai bek tengah, ialah Kaan Ayhan. Kaan yang nanti membela timnas Turki di Euro 2016 tak kalah produktif dengan striker tajam lainnya.

Terkait:  Selamat Datang King Arturo

Di liga junior Bundesliga barat, Kaan sudah menyumbang 39 gol dan 21 asis, semua dikerjakan sebagai bek tengah. Alumnus Knappenschmiede seperti Manuel Neuer, Benedikt Höwedes, Mesut Özil, dan Julian Draxler memang berkualitas. Max Meyer, Timon Wellenreuther, Leroy Sané, tak ketinggalan Kaan Ayhan bakat muda yang sudah dilahirkan sama seperti pendahulunya. Fatih Terim, pelatih Turki, tak salah memilih pemain pinjaman Eintracht Frankfurt ini untuk memperkuat skuad bulan sabit dan bintang diajang Euro 2016.

Terbukti selama 141 pertandingan sudah dilaksanakan dengan baik oleh Kaan Ayhan. Jangan mlongo saat David de Gea atau sang kapten baper, Iker Casillas, kebobolan oleh aksi pemain bernomor punggung empat di skuad asuhan Fatih Terim.

Emre Tasdemir, Okay Yokuslu, dkk adalah wonderkid lain yang ditawarkan Fatih Terim saat perhelatan Euro 2016 nanti dimulai. Tetapi dua nama tersebut sedang mengalami cedera panjang, dan kemungkinan akan diganti.
So, kita lihat seberapa tangguh Turki berjuang di grup D bersama si kuda hitam Republik Ceska, Kroasia dan raksasa Eropa, Spanyol. Berdoalah agar Fatih memberikan sedikit ruang kepada Caglar, Ozan, dan Kaan di skuat utama tim bulan sabit.

Apa Pendapatmu?