List of feeds URL

Petr Cech dan Kesukesan Seperti Van Der Sar

Author: Jordi maramiS (twitter: @Jordi_maramiS)

Apa yang anda pikirkan tentang seorang penjaga gawang yang berumur?

  1. Hanya mengandalkan positioning yang bagus namun refleksnya buruk.
  2. Lebih banyak menghabiskan karir di tim gurem.
  3. Siapa peduli, kiper tetap kiper yang perannya sangat minim di dalam tim.

Jika anda memilih untuk menjawab nomor tiga maka anda adalah salah satu orang yang menodai kesucian permainan sepakbola. Tanpa kiper, serangan yang teratur tak akan dapat dimulai. Peran Manuel Neuer sebagai sweeping-goalkeeper dan Rogerio Ceni sebagai goalscoring-keeper (pendapat subjektif) adalah salah satu wujud dari luasnya peran kiper dalam sepakbola.

Lalu, apa hubungannya dengan kiper yang sudah berumur tua?

Di Sekolah Dasar pasti kita tentu diajari dengan peribahasa yang berbunyi: “Tua tua keladi”. Tentu saja, ini bukan menggambarkan seorang pria tua yang semakin tua semakin nakal dan gila terhadap wanita. Dalam dunia sepakbola, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan seorang pemain yang semakin berumur semakin jadi/matang. Perspektifnya, tidak semua pemain tua itu tidak bertaji.

Dalam hal ini, Petr Cech adalah salah satu contohnya. Sejak kedatangannya ke Stamford Bridge pada 2004 silam ia langsung menjadi kesayangan fans Chelsea. Bahkan di musim perdananya ia langsung mempersembahkan gelar EPL bagi The Blues. Saat itu ia langsung digadang-gadang akan menjadi kiper terbaik dunia. Sampai saat ini bahkan ia masih layak untuk masuk ke daftar tersebut.

Masa-masa terbaiknya di Chelsea datang ketika meraih gelar Liga Champions. Musim itu bisa dibilang mimpi yang jadi kenyataan bagi sejumlah fans Chelsea yang pertama kalinya sukses melihat pemain kebanggaannya mengangkat ‘Si Kuping Besar’.

Namun di sepakbola sulit untuk mendapatkan sebuah keabadian. Seloyal-loyalnya Steven Gerrard kepada Liverpool pada akhirnya harus tergerus oleh waktu dan memaksa ia kemungkinan tidak pensiun di klub kebanggannya itu.

Terkait:  Sembilan Wonderkid Akademi Arsenal

Semua manusia juga tak bisa melawan kodratnya. Umur terus bertambah dan Cech menyadari di musim lalu ia harus hengkang dari London yang Biru. Ia tetap di London namun hanya berganti warna. Arsenal menjadi pelabuhan berikutnya ia demi menjalani karir yang lebih baik di masa depan.

Umur Cech yang sudah menyentuh kepala tiga (33 tahun) sebenarnya bukan alasan Mourinho untuk menyingkirkannya dari tim. Mou menyadari ada potensi yang lebih dari Cortouis untuk ia eksplor demi menggerus kesuksesannya di Chelsea. Sangat konyol jika memang Mou melepas Cech hanya karena ia sudah tua.

Di usia yang sekarang ini Cech juga belum habis seperti kebanyakan kiper di Liga Eropa lain. Ia masih sangat bisa diandalkan bagi Arsenal.

Soal Arsenal, Cech bisa jadi kepingan terakhir The Gunners guna meraih titel EPL kembali.  Sejak kepergian Jens Lehmann Arsenal seolah kesulitan mencari sosok magis di bawah mistar. Manuel Almunia adalah dengan segala keeksentrikannya gagal membawa Arsenal meraih EPL meskipun sempat berperan penting membawa tim gudang peluru ke final Liga Champions. Setelah itu ia menghilang dalam peradaban sepakbola sebelum saya menemukan kalau pemain Spanyol itu sudah pensiun dari dunia sepakbola.

Setelah Almunia posisi kiper di Arsenal semakin minim kiper berkualitas. Banyak kiper muda berlalu lalang di Arsenal namun tak semuanya memenuhi ekspektasi. Dengan segala pengalaman dan skill yang Cech miliki rasanya tak salah jika fans Arsenal memimpikan timnya kembali mengangkat titel EPL musim depan.

Kedatangan Cech laiknya menyalakan lilin di tengah kegelapan. Hal kecil namun dapat berdampak besar bagi orang di sekeliling dan skuad Arsenal bisa diumpamakan sebagai orang di sekeliling tersebut.

Terkait:  Quote: Eto'o 2004

Anda mesti kembali ingat kepada sosok bernama Edwin Van Der Sar. Ia didatangkan Ferguson setelah manajer Legendaris MU itu gagal menemukan sosok yang pas sebagai pengganti Peter Schmeichel dalam. Setelah mendapatkan Van Der Sar, ibarat kotak Pandora yang dibuka secara sengaja, Fergie terus mendulang kesuksesan kala gawang United dijaga mantan kiper timnas Belanda tersebut.

Cech memiliki sedikit kesamaan dengan Van Der Sar meskipun Van Der Sar sebelum memperkuat MU mesti bermain di Fulham, tidak seperti Cech yang bermain di Chelsea. Secara terang-terangan Cech juga menyatakan akan bermain hingga usia 40 tahun di Arsenal. Hal yang sudah dilakukan Van Der Sar hingga pensiun di usia 40 tahun.

Kini, Cech bisa menjadi Van Der Sar edisi kedua di EPL dengan menuliskan sejarahnya sendiri bersama Arsenal. Kapabilitas yang ia miliki memaksa para fans Arsenal untuk terus berharap Per Mertesacker, dkk menggondol kembali titel EPL yang sudah lama tak direngkuh.

Segala kemungkinan Arsenal menjadi juara EPL bukan lagi tergantung kepada Arsene Wenger. Bukan juga kepada Alexis Sanchez. Atau lebih parah lagi tergantung kepada Abou Diaby. Petr Cech dapat menjadi kunci kesuksesan mereka di masa depan dan hanya waktu yang bisa menjawab itu.

Habis Cesny, Terbitlah Cech.

 

Author blog: diamdiambola.wordpress.com

Apa Pendapatmu?