List of feeds URL

Perjudian Brilian Van Gaal Untuk Belanda Dengan Skema Tiga Bek

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Belanda menampilkan performa yang cukup meyakinkan ketika mengalahkan Ghana, dalam laga pemanasan sebelum Piala Dunia Brazil 2014. Negeri kincir angin dengan apik memainkan skema baru dari Louis Van Gaal yang ingin timnya bermain dengan tiga bek.

Dalam 90 menit, Belanda berhasil membuat Ghana merasakan mimpi buruk, karena sistem yang dipakai Michael Essien dan kawan-kawan tidak mampu menyentuh posisi pemain Belanda. Formasi 4-4-2 yang dipakai Ghana kesulitan dalam melakukan marking terhadap 3-4-1-2 yang diterapkan Van Gaal untuk timnya.

Pelatih Ghana, Kwesi Appiah menginstruksikan anak buahnya untuk tidak terlalu lama tanpa bola. Dua striker Ghana berusaha terus melakukan pressing di area lawan. Double pivot Ghana juga coba sesegera mungkin menutup Nigel De Jong dan Jonathan De Guzman, yang juga beroperasi sebagai double pivot Belanda. Sedangkan dua winger Ghana coba melakukan marking terhadap dua wingback, Daryl Janmaat dan Daley Blind. Dengan kombinasi situasi ini, defensive line Ghana agak naik walaupun tidak berlebihan.

Disinilah masalah Ghana di mulai. Dua striker Ghana kesulitan melakukan pressing yang efektif terhadap tiga bek Belanda. Posisi dua stopper di depan dan satu libero di belakang, selalu membentuk triangle yang menghadirkan kontrol yang baik untuk menjaga ball possession. Itulah mengapa sekarang tim dengan empat bek, sering menarik mundur satu pivotnya untuk membentuk triangle dengan dua bek tengah, guna mendapatkan efek serupa.

Pressing dua striker Ghana secara mutlak gagal diharapkan untuk mendapatkan bola. Masalah menjadi lebih serius ketika Essien dan Adomah, dua gelandang bertahan coba menutup double pivot Belanda, karena otomatis mereka membiarkan Wesley Sneijder, yang berada di belakang dua striker bebas.

Terkait:  Spanyol Menatap Brazil 2014 Dengan Gaya Lama

Jika hanya satu gelandang yang naik, Sneijder juga cukup cerdik memposisikan diri jauh dari satu gelandang Ghana yang lain, dengan berada di halfspace. Apabila akhirnya winger Ghana yang tertarik menutup Sneijder, wingback Belanda langsung naik karena otomatis tidak lagi terkawal. Sedangkan fullback Ghana sendiri selalu rapat dengan dua bek tengahnya, karena ada Robin Van Persie dan Arjen Robben di depan.

Dari sinilah tim oranye selalu mendapati ruang kosong, dan pertahanan Ghana sendiri terpaksa terus bertransisi, sehingga memudahkan Belanda mendapat peluang. Beruntung bagi Ghana hanya satu gol dari Van Persie yang bersarang di gawang mereka. Sedangkan dua peluang mutlak gol oleh Robben di depan gawang hanya terbuang sia-sia.

Gantungkan Nasib Ke Sistem Tiga Bek

Van Gaal mengambil alih tanggung jawab melatih Timnas Belanda dari tangan Bert Van Marwijk, setelah Belanda tampil memalukan di ajang Euro 2012. Kondisi skuad Belanda saat ini sebenarnya tidak bisa dikatakan ideal. Tim berada dalam masa transisi dari generasi emas yang sukses dibawa Van Marwijk ke final Piala Dunia 2010, yang juga sekaligus habis di Euro 2012, ke generasi pemain baru yang lebih muda.

Lanjut halaman: 1 2 3 4

Apa Pendapatmu?