List of feeds URL

Kemenangan Pertama Jacksen F Tiago Bersama Timnas

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Setelah mendapat kesempatan menangani Timnas dalam tiga laga yang berat, akhirnya Jacksen F. Tiago bisa mendapatkan lawan yang selevel. Lawan Filipina yang diasuh Michael Weis merupakan laga yang paling pas untuk mengukur kehandalan Jacksen meracik tim kebanggaan Indonesia ini.

Formasi

297

 

Sejak match pertama bersama Timnas melawan Belanda, Jacksen selalu memakai formasi dengan tiga gelandang tengah. Komposisi tiga pemain depan yang terus berubah, dengan memakai 4-3-3 atau 4-3-1-2. Di pertandingan lawan Liverpool Jacksen berhasil menemukan tiga central midfielder yang cukup mampu adu possession dan memberi keseimbangan tim saat menyerang maupun bertahan.

Tidak mengejutkan kalau Jacksen memakai komposisi ini lagi, Maitimo – Bustomi – Taufik. Empat pemain belakang masih sama seperti saat laga terakhir melawan Liverpool. Dua fullback yang memang harus agresif di skema ini karena Timnas tidak memakai winger, diisi oleh Ruben dan Kipuw. Lini depan diisi komposisi baru, Jacksen kali ini tidak memanggil Sergio Van Dijk. Duet penyerang diperankan oleh Boaz dan Greg, dan di belakangnya berdiri Stefano Lilipaly.

Melihat dari posisi trio lini depan, sebenarnya hampir mirip dengan saat melawan Liverpool. Waktu itu duet diisi Tibo dan Van Dijk, Vendri Mofu di belakangnya. Tapi yang membuat perbedaan, Lilipaly di pertandingan ini lebih berperan sebagai trequartista, pembagi bola di depan. Berbeda dengan Mofu yang lebih berperan sebagai second striker.

Di kubu Filipina, Michael Weis memakai 4-5-1 saat bertahan dan 4-3-3 saat menyerang. Striker diisi oleh P. Younghusband dan dua winger yang turun saat bertahan diisi oleh Guirado di kanan dan kapten Caligdong di kiri. Walau bertahan dengan lima gelandang, tapi Filipina hanya memakai satu defensive midfielder, Greatwich.

Terkait:  Mengontrol Tempo: Memakai Momentum Memanen Gol

 

Pressing

Filipina cukup agresif melakukan pressing di area Indonesia. Satu gelandang bertahannya agak kebelakang dan mencoba man marking Lilipaly. Dua winger mereka menjaga dua fullback Timnas dan dua gelandang tengah coba terus dekat dengan Taufiq dan Maitimo di bantu oleh P. Younghusband yang coba dekat dengan Bustomi. Dengan situasi ini, Kipuw tidak terlalu agresif, hanya Ruben yang beberapa kali overlap disokong oleh Maitimo yang jadi paling depan diantara tiga gelandang.

Situasi Timnas cukup baik di belakang yang unggul pemain dan bisa mengontrol permainan. Tapi tidak dengan di depan, duet Greg dan Boaz harus melawan empat bek Filipina. Ketika Ruben overlap di kiri di bantu oleh Maitimo, Filipina unggul 4 vs 3 pemain karena ada dua pemain yang menjaga Boaz. Lilipaly beberapa kali turun untuk mengambil bola karena serangan dengan umpan langsung ke depan selalu berhasil di intercept.

Tapi Indonesia bukan berarti tanpa peluang. Terhitung tiga kali Timnas mendapatkan peluang dari serangan balik setelah berhasil mendapatkan break di tengah. Yang terlibat di setiap counter attack hanya tiga pemain depan. Karena akhirnya harus melawan empat pemain belakang Filipina, semua counter attack ini hanya di akhiri oleh tendangan jarak jauh.

 

Pindah Arah

Dipertengahan babak pertama, Indonesia memindah arah serangan jadi ke kanan. Taufik didorong oleh Jacksen untuk lebih naik dan Kipuw jadi jauh lebih agresif. Maitimo dan Bustomi sekarang jadi double pivot di tengah. Ini adalah salah satu bentuk fleksibilitas dari tiga gelandang ala Jacksen F. Tiago.

Terkait:  Highlight AFF U19 2013: Indonesia 5 - 0 Brunei Darussalam

Attack lewat kanan ini jauh lebih hidup daripada di kiri. Taufik bisa dengan baik memainkan peran barunya sebagai winger, berbeda dengan Maitimo sebelumnya. Lilipaly lebih bisa menghubungkan bola dari sisi ini ke lini depan dan juga position switch nya dengan Boaz berhasil membuat backfour Filipina berantakan. M. Roby juga mengambil posisi lebih maju di kanan dan mendorong kombinasi Taufik dan Kipuw lebih naik.

Petaka buat Filipina terjadi setelah Boaz juga ikut bergerak ke kanan. Satu centerback Filipina, De Murga, ikut tertarik ke kanan dan membuat gap dengan rekan duetnya, Gier. Lilipaly memanfaatkan space ini untuk menerima umpan dari Kipuw dan akhirnya berbuah assist kepada Greg. Pergerakan serupa dilakukan lagi beberapa menit setelahnya walaupun belum menambah keunggulan.

Serangan Timnas dibangun dengan tempo yang bagus, tidak terlalu cepat mengirimkan umpan kedepan dan lebih memilih mengatur posisi tiap pemain lebih dulu. Walau memberi waktu pemain Filipina menyusun tembok pertahanan tapi serangan masuk secara konstan dari sayap membuat Filipina harus bertahan cukup dalam. Ini membuat Timnas dengan mudah merebut bola lagi sesegera mungkin jika kehilangan bola. Filipina tidak bisa mengambil ritmenya lagi.

 

Babak Kedua

Di awal babak kedua, Timnas seperti kehilangan momentum babak sebelumnya. Filipina terus mencoba menekan, terutama lewat flank. Tapi serangan Filipina cukup monoton karena fullback mereka tidak ikut naik membantu winger. Timnas memastikan keunggulan dengan gol M. Roby di menit 65.

Beberapa pergantian yang dilakukan oleh Jacksen F. Tiago. Yang menarik ketika timnas main dengan tiga striker baru, Tibo – Patrich Wanggai – Andik. Ketika kedua tim mulai kelelahan dan laga menjadi end to end, trio ini beberapa kali hanya berhadapan dengan backfour Filipina. Sayang tendangan Wanggai masih membentur tiang sesaat sebelum peluit akhir.

Terkait:  Belajar Menikmati Sepakbola dari Kacamata Taktik

 

Kesimpulan

Dominasi lini tengah oleh Timnas sudah bisa ditebak sejak awal. Tapi berita bagusnya ternyata Timnas bisa tetap mendominasi disaat harus jaga possession di posisi yang lebih naik untuk mencari gol. Masuknya Stefano Lilipaly sangat positif bagi tim, terutama bagi skema narrow yang dikembangkan Jacksen ini. Apa cukup tim ini untuk menang melawan China nanti?

 

 

 

Apa Pendapatmu?