List of feeds URL

Jerman 1 – 0 Argentina: Pendekatan Brilian Jogi Low Di Kondisi Tidak Ideal

usatsi_7987862_160711536_lowres
Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Jerman menasbihkan diri menjadi juara dunia setelah menaklukkan perlawanan alot Argentina dalam 120 menit. Penantian gelar 24 tahun Jerman tersebut akhirnya terwujud melalui gol dari kaki Mario Gotze di menit 113.

Pertandingan relatif berimbang dalam 90 menit, dengan Jerman menguasai permainan, namun peluang Argentina lebih menjanjikan walaupun juga lebih sedikit. Duel sudah menjadi ball possession melawan serangan balik sejak menit awal, dengan Jerman yang sama sekali tidak mau memberi Argentina banyak waktu bersama bola.

Joachim Low tertimpa sedikit gangguan dalam persiapan timnya dengan cedera mendadak yang dialami Sami Khedira. Walaupun pelatih 54 tahun tersebut menutupnya tidak cukup rapi, namun beruntung Argentina tidak bisa dengan jeli mengambil keuntungan.

Alejandro Sabella memilih membuat timnya bermain lebih dalam dan coba melakukan serangan balik cepat. Pendekatan yang cukup efektif untuk melawan tim yang baru saja mengubur Brazil tujuh gol. Tapi sekali konsentrasi hilang di babak ekstra time, mereka kecolongan satu gol dan tanpa mampu membalasnya di tujuh menit tersisa.

germany-argentina2014

Pendekatan Kedua Tim

Sabella tidak mengubah sedikitpun starter saat melawan Belanda di semifinal untuk laga ini. Argentina masih memakai 4-4-1-1 dengan Ezequiel Lavezzi dan Enzo Perez masih mengisi pos winger di kedua sisi sayap.

Memakai Lavezzi berarti membuat Sergio Aguero yang sudah sembuh dari cedera, kembali duduk di bangku cadangan. Sabella merasa perlu untuk tetap bisa mengontrol fullback Jerman memakai two banks of four dengan hadirnya dua pemain tersebut.

Di lain pihak, Low juga sebenarnya masih ingin memakai the winning team yang berhasil mengalahkan Brazil di semifinal. Namun cederanya Sami Khedira di saat pemanasan sebelum laga membuat rencana ini berantakan.

Terkait:  Kedalaman Menyerang (Depth Attacking) Trio Gelandang Timnas PSSI U19

Low akhirnya memakai Christoph Kramer untuk menggantikan Khedira. Pemain belia asal klub Borussia Monchengladbach tersebut bermain persis di posisi Khedira, namun dengan peran yang lebih minim. Hal ini yang mungkin mengubah cara bermain Jerman, terutama saat mereka melakukan pressing.

Miroslav Klose kembali menjadi starter dan sekali lagi diapit Mesut Ozil dan Thomas Muller di kedua sisi sayap. Sang kapten Philipp Lahm juga kembali menjadi fullback, yang membuat Jerman tetap memakai skema klasik milik Low.

Jerman Memakai High Press Sejak Awal

Sedikit perbedaan dari ketika melawan Brazil, Jerman sekarang memakai high up pressing sejak awal. Entah ini rencana sejak awal atau baru tercetus dalam otak Low ketika Khedira mendadak cedera.

Pemain Jerman tidak meninggalkan sedikitpun ruang bagi sang rival untuk membangun serangan dari belakang, bahkan ketika kiper Argentina, Sergio Romero, menguasai bola. Hal ini berbeda dengan laga melawan Brazil, dimana mereka memutuskan untuk menunggu terlebih dahulu memakai high block.

Pendekatan ini termasuk cukup beresiko karena cukup menguras stamina dan laga fase knockout yang berpeluang untuk tembus lebih dari 90 menit. Lagi pula strategi ini juga mengurangi ruang yang sebelumnya mereka nikmati ketika bisa bermain umpan vertikal cepat ketika membantai Brazil.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?