List of feeds URL

Inggris 1 – 2 Italia: Prandelli Tahu Semua Rencana Hodgson

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Udara di Arena Da Amazonia di kota Manaus yang sebelumnya panas tiba-tiba terasa sejuk untuk Italia, tepat sesaat setelah wasit meniup peluit panjang. Namun sebaliknya buat Inggris, suasana semakin gerah setelah kekalahan yang diderita. Sekarang mereka diharuskan untuk menyapu bersih dua laga tersisa jika masih ingin ke fase knockout. Karena yang dihuni adalah grup neraka, tentu hal itu bukan perkara mudah.

Pertarungan di laga pertama grup D antara dua negara dari benua biru ini relatif berimbang selama 90 menit. Inggris dan Italia berbagi penguasaan bola 46% dan 54%. Keduanya tidak berhasil tampil dominan atas lawannya.

Panasnya suhu di Manaus cukup banyak mempengaruhi jalannya pertandingan. Kedua tim terpaksa berduel di tengah kondisi ekstrem untuk ukuran orang Eropa, dengan suhu yang mencapai 31° Celcius. “Cukup gila, selama laga tidak ada time-out. Kami harus terus kembali ke ritme awal lagi hanya untuk mengambil nafas. Sangat tidak mungkin mendapat intensitas disini,” Keluh Cesare Prandelli sesudah laga.

Alhasil kedua pelatih harus menyesuaikan antara strategi yang dipakai dengan kondisi fisik pemain di lapangan. Hal yang nyata terlihat adalah kedua tim tidak tertarik melakukan pressing yang tidak perlu karena akan menguras fisik pemain.

Tapi situasi berubah untuk Inggris ketika mereka tertinggal untuk kedua kalinya di pertengahan babak kedua. Mereka terpaksa harus menaikkan intensitas untuk mengejar gol, namun yang didapat malah sebaliknya. “Pemain kami banyak mengalami kram. Ini adalah masalah hidrasi pemain. Kami sudah bekerja keras untuk mengantisipasinya, namun kram masih banyak terjadi,” Sesal Roy Hodgson sesudah laga.

Faktor alam ini membuat jalannya pertandingan jauh berbeda dengan pertemuan kedua tim dua tahun silam di Euro 2012. Kubu Gli Azzurri tidak berminat lagi mendominasi laga sepenuhnya. Sebaliknya, The Three Lions juga tidak berusaha mengambil alih kendali permainan.

Terkait:  Indonesia U19 3 - 1 Thailand U19: Duel Dua Gaya Yang Berbeda

england-italy

Pendekatan Kedua Tim

Tidak banyak kejutan yang dihadirkan Hodgson dalam starting eleven milik Inggris. Dia tetap memakai 4-2-3-1 dengan diisi nama-nama yang selama ini dijadikan langganan selama ujicoba. Satu-satunya perubahan terjadi di pos winger, dimana Raheem Sterling menggantikan Adam Lallana.

Tapi masuknya Sterling ternyata tidak untuk mengisi posisi Lallana. Hodgson merotasi posisi tiga pemain di belakang Daniel Sturridge, yang menjadi striker tunggal. Wayne Rooney dipindah menjadi winger kiri, Danny Welbeck mengisi winger kanan dan Sterling mengemban tugas sebagai no. 10 di tengah.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?