List of feeds URL

Indonesia U19 3 – 2 Korea Selatan U19: Lebih Kuat Di Tengah Dan Flank

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Datang dan menantang Korea Selatan, mungkin itu gambaran yang pas bagaimana Indra Sjafri menyiapkan Indonesia U19 ini sebelum pertandingan. Jauh hari sebelum laga ini dimulai Indra Sjafri sudah berpesan ke jurnalis agar menyampaikan ke Korsel bahwa Timnya akan menjungkalkan mereka, dan ternyata itu menjadi kenyataan.

Bertanding melawan Korea Selatan yang dua dekade lebih berada di top level Asia dengan regenerasi yang sangat baik, gertakan Indra Sjafri terasa sulit diwujudkan. Tapi jika melihat betapa detailnya dia menyiapkan Garuda muda menghadapi pertandingan ini, sebenarnya dia mengerti betul apa yang diucapkan. Apalagi tim ini sebelumnya sudah pernah bertemu tim Korsel yang sama dan kalah 1-2 di Iran.

Timnas bermain seperti biasa dengan 4-3-3 dan menurunkan skuad sama persis dengan pertandingan melawan Laos. Kembali bermainnya M. Sahrul yang disimpan ketika menghadapi Filipina membuat Putu Gede bisa kembali menjadi fullback kanan.

Putu Gede di posisi ini merupakan satu bagian penting strategi Timnas karena kemampuan bertahannya yang lebih baik dari Fahri Albaar sangat dibutuhkan untuk membendung serangan winger kiri Korsel. Tugas serupa juga disematkan kepada Fatchurohman di fullback kanan untuk tidak terlalu agresif naik ketika menyerang.

Pendekatan Kim Sang Ho

Korsel menggunakan 4-2-3-1 dengan mengandalkan kecepatan dua sayapnya, Kim Shin di kanan dan Shim Jehyoek di kiri. Sedangkan  Lee Gwanghyeok menjadi second striker dan sering bergerak ke kiri jika menyerang. Di posisi penyerang tunggal ada Hwang Hee Chan yang punya skill cukup baik dan beberapa kali melewati double covering bek Timnas. Dia juga mengimbangi serangan Korsel dengan cenderung ke kanan jika menyerang.

Yang menarik dari skema Kim Sang Ho ini adalah bagaimana dia menempatkan double pivot-nya, Seol Taesu dan Choi Jaehun ketika melakukan pressing. Seol Taesu ditempatkan di depan backfour dan menjadi gelandang pertama yang melakukan cover jika tiga forward Timnas menguasai bola. Sedangkan Choi Jaehun agresif sekali naik sampai seringkali duel dengan Hargianto daripada Evan Dimas atau Zulfiandi. Cara bertahan Korsel jadi lebih mirip 4-1-4-1 daripada 4-2-3-1.

Terkait:  Fernando Torres Movement Melawan Hull City

Di belakang backfour Korsel yang dikomandoi sang kapten Lim Seunggyeom memasang defensive line cukup tinggi dan positioning yang cukup rapat berusaha tetap compact. Dua fullback juga tidak tampak agresif naik, mungkin karena Maldini dan Ilhamudin sudah meneror mereka di awal laga.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?