List of feeds URL

Indonesia U19 3 – 1 Thailand U19: Duel Dua Gaya Yang Berbeda

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Kemenangan penting dipetik pasukan Garuda Muda atas Thailand demi menjaga asa lolos ke semifinal AFF U19 2013. Indonesia kelihatan seperti lebih baik dengan unggul possession tapi sebenarnya Thailand juga tahu dimana kelebihan mereka dan bagaimana memaksimalkannya.

Formasi

inatha

Seperti biasa Indra Sjafri menggunakan 4-3-3 untuk bisa memaksimalkan peran Evan Dimas yang baik dalam mengontrol permainan di semua sisi lapangan. Tapi di laga ini juga Indra Sjafri keempat kalinya menggunakan susunan tiga pemain tengah yang berbeda. Kali ini dia memakai trio Evan Dimas, Zulfianto dan serta Hargianto yang kembali bermain setelah absen di laga melawan Myanmar dan Vietnam.

Zulfiandi yang di dua laga sebelumnya menjadi gelandang bertahan, kali ini di dorong ke depan sebagai gelandang tengah. Hargianto menempati posisi awalnya sebagai gelandang bertahan. Di outside forward kanan Maldini diistirahatkan dan memberi peluang Dinan untuk bermain dari awal.

Thailand menggunakan 4-4-2 dengan double pivot yang diisi oleh Ratchanat A. dan Tumanoon Salee , serta dua winger oleh Veerachart di kanan dan Ratchanon Phunklai di kiri. Formasi ini mungkin dipilih karena mereka punya dua striker yang punya fisik yang bagus Montree Promsawat dan Chenrop Shampodi, serta dua fullback Thawornsak dan Issarawong yang cukup cepat.

Gaya Yang Berbeda

Babak pertama menjadi pertarungan dua gaya yang berbeda yang masing-masing kesulitan menetralisir lawannya. Indonesia yang menggunakan 4-3-3 menguasai penuh ball possession sepanjang pertandingan karena unggul pemain dalam situasi 3 vs 2 melawan double pivot Thailand. Sedangkan Thailand dengan fullback yang cepat sekali naik membantu winger dan satu striker yang bergerak ke flank kesulitan ditutup oleh fullback Indonesia yang sering kehilangan proteksi dari wide forward di depannya karena terlambat turun.

Timnas tidak lagi melakukan kesalahannya seperti ketika melawan Vietnam yang kehilangan possession dengan mudah, Indra Sjafri kali ini menyiapkan timnya dengan baik. Ketika build up dari bawah terjadi situasi 5 vs 4 ketika empat pemain Thailand melakukan pressing. Dua bek tengah M. Sahrul dan Hansamu mengambil jarak yang cukup jauh untuk mengurangi tekanan. Sedangkan Hargianto terus mengumpulkan bola di tengah bahkan sampai turun sejajar dengan mereka untuk mendapat space.

Terkait:  Melihat Cara Jurgen Klopp Mematikan Serangan Bayern

Ketika di area Thailand, Timnas menjadi bos karena dua gelandang bertahan Thailand dan dua sayapnya tidak bisa menutup area tiga gelandang Timnas yang sering mengambil posisi vertical. Evan Dimas, Zulfiandi dan Hargianto jarang berada satu level dan masing-masing bergerak secara horizontal.

Dengan Evan yang selalu di cover dua gelandang bertahan Thailand dan Hargianto yang di posisi paling dalam, Zulfiandi mendapat ruang yang sangat luas dan dia menggantikan role Evan sebagai pembagi bola. Zulfiandi walaupun tidak mempunyai umpan setajam Evan atau Hargianto, tapi powernya untuk cover area dari kiri ke kanan lebih dari cukup untuk membuat Indonesia menguasai ball possession.

Memakai high up pressing dan defence line tinggi untuk menekan backfour Indonesia, kelihatannya organisasi pertahanan Thailand tidak dipersiapkan dengan baik. Mereka cukup baik melakukan cover jika Indonesia melakukan build up lambat. Tapi ketika bola cepat dikirim ke depan, defender Thailand terlalu cepat turun dan kesulitan menahan defence line yang akhirnya mereka membuat gap dengan dua gelandang bertahannya. Evan Dimas pemain terbaik dalam mencari ruang seperti dalam video ini, dengan mudah memanfaatkan channel akibat proses ini seperti yang terjadi dalam gol pertama.

Kalah dalam hal possession, Thailand mendapat kesempatan untuk menyerang lewat counter attack. Thailand memilih sisi kiri pertahanan Indonesia untuk masuk yang memang Fatchurohman lebih naik daripada Putu Gede di kanan. Thailand sukses masuk dengan bola panjang yang diarahkan ke posisi yang ditinggalkan Fatchurohman dan strikernya Montree Promsawat berlari diagonal mengejarnya yang sulit dicover Hansamu karena terlalu ke samping. Ketika Fatchurohman mundur untuk menutup, dia selalu kalah ketika diajak sprint pendek lagi dan crossing terus masuk.

Terkait:  Real Madrid 3 - 4 Barcelona: Sama Tajam Di Depan Rapuh Di Belakang

Tapi Thailand kurang sukses dengan cara ini karena crossing yang dilakukan oleh Montree Promsawat ini jadi tidak efektif karena di depan gawang rekannya Chenrop Samphodi berada dalam posisi 3 vs 1 dengan bek Indonesia. Tapi sepertinya Thailand paham betul apa yang harus dilakukan. Memanfaatkan throw in yang memberi waktu untuk memasukkan pemain ke kotak pinalti Indonesia, dengan cara apapun bola akan dikirim langsung ke depan gawang. Beberapa kali mencoba mereka mendapat gol di akhir babak pertama.

Counter Tactic

Di babak kedua masing-masing tim melakukan counter atas taktik yang dipakai lawannya. Indra Sjafri memindah posisi Dinan dan Ilham Udin untuk memanfaatkan kemampuan Dinan yang lebih baik ketika harus membantu Fatchurohman. Di kiri Dinan lebih turun, Pintu masuk Thailand selama babak pertama kali ini terkunci. Di kanan Ilham Udin sekarang menjadi provider karena skema Indonesia memang lebih sering masuk lewat kanan dan wide forward kiri masuk ke tengah sebagai finisher. Dengan agak ke belakangnya Dinan, serangan Indonesia tereduksi dan akhirnya terus mencoba dari long range shot daripada skema seperti biasanya.

Di pihak Thailand, mereka tidak lagi memberi tugas zonal marking kepada dua gelandang bertahannya. Sekarang mereka melakukan man marking terhadap Evan dan Zulfiandi. Tapi taktik ini tidak terlalu efektif menghentikan aliran bola Indonesia karena Zulfiandi sangat licin dengan terus ambil posisi di flank baik kanan maupun kiri untuk melepaskan diri. Hargianto juga masih bebas walaupun posisinya yang agak kebelakang tidak memberikan impact yang besar untuk serangan Indonesia.

Terkait:  Sensasi Roller Coaster Bersama Timnas U23

Kartu merah yang diterima Rhatcanon Phunklai mengubah jalannya pertandingan. Karena butuh tiga angka, Thailand memaksa tetap memakai dua striker dalam formasi 4-3-2. Space yang jadi satu-satunya kekurangan Indonesia sekarang terbuka lebar dan gol memang tinggal menunggu waktu.

Kesimpulan

Laga yang tidak mudah untuk pasukan Indra Sjafri karena mereka harus berkompromi dengan merubah taktik untuk menutup kekuatan Thailand. Red Card di sisa waktu yang cukup banyak sangat membantu Indonesia.

Selanjutnya laga klasik melawan Malaysia di depan mata. Laga yang selalu menjadi mentality test buat Indonesia dan technical test buat Malaysia. Semoga Timnas bisa belajar dari kesalahan melawan Vietnam.

 

Highlight Pertandingan


Apa Pendapatmu?